
Jihan merasa ia sudah gila sekarang, bibirnya tak henti- hentinya melebarkan senyuman.
Tadi pagi mereka berangkat bersama, Anta mengajaknya sarapan bubur di dekat komplek rumah mereka, Jihan memaksa Anta menurunkannya di halte, tidak ingin ada yang curiga dengan hubungan mereka terlebih Jihan ingin kehidupannya di sekolah tentram.
"Ji.. Jihan.. Jihan!!!!!!"
Jihan terlonjak kaget saat Juwi dan Tiara berteriak di depannya, "kalian bikin kaget. Ga usah teriak- teriak masih pagi'
"Ga usah teriak, heh kita manggil loe dari tadi ga nyaut- nyaut tau gak, loe aneh.." omel Juwi
"Aneh?"
"Aneh dari tadi cuma diem terus senyam senyum ga jelas. Kamu ga lagi kesurupan kan Ji?" Tanya Tiara Sambil memeriksa kening Jihan
"Ish.. ngaco"
"Abisnya kamu aneh,,, jangan- jangan.."
Alis Jihan terangkat menunggu kelanjutan ucapan Tiara yang kini sedang melirik Juwi sambil senyam senyum ga jelas
"Lagi jatuh cinta ya?" Teriak keduanya bersamaan
Jihan tersedak ludahnya sendiri perkataan kedua sahabatnya sungguh tepat.
"Ngaco" elak Jihan, ia tidak ingin kedua temannya mengorek informasi lebih jauh, Jihan tidak terlalu pandai berbohong bisa berabe kalo dia keceplosan nantinya.
"Ngaku aja kali Ji, jatuh cinta wajar kok..." Kata Juwi
"Enggak ada"
"Eh, tapi kalo Jihan jatuh cinta lucu juga kali ya, siapa ya yang bisa mengoyahkan hati seorang Jihan Arsylla" ledek Tiara
"Jangan- jangan si Adnan, " tebak Juwi yang langsung mendapat tatapan maut dari Jihan karena bertepatan dengan Adnan yang baru masuk ke kelas.
Juwi nyengir seketika menyadari kecerobohannya, walaupun tebakan Juwi salah tapi ucapannya mengandung bahan ghibah yang berujung salah paham.
Adnan tersenyum pada Jihan, gadis itu membalas dengan canggung, ia takut Adnan salah paham gara- gara ucapan Juwi tadi.
Semoga Adnan ga denger, batin Jihan
****
Jam pelajaran ke 4 adalah Kimia, hari ini kelas Jihan kebagian jadwal praktek di lab Kimia.
Kelas Jihan sudah berada didepan lab, ternyata masih ada kelas 12 yang belum keluar dari lab, akhirnya mereka terpaksa menunggu di luar.
"Oh ya, kalian tau gak?" Tanya Tiara
Juwi mendelik kesal, "please Ra, please.. gue ga tau kalo loe ga cerita" ucapnya yang geregetan dengan sikap Tiara yang kadang- kadang suka .. hmm begitulah
"Hehe santai Ju.. jangan pake urat" cengir Tiara
Juwi hanya memutar bola matanya malas.
"Ada apa Ra?" Tanya Jihan
"Kemaren pas piket nganter buku ke ruang guru di koridor aku di tabrak ka Mario"
Wajah Jihan dan Juwi langsung tegang mendengar nama Mario. Siapapun tau Mario Arsenio, salah satu anggota inti Maxloska. Kalo kata Jihan Mario itu emak tirinya Anta, kalo ketemu Jihan pasti bawaannya pengen maki- maki Jihan pake kata- kata kasar gara- gara dua kali eh tiga kali Jihan berurusan sama mereka.
"Kamu di apain Ra sama ka Mario? Dia ga kasar kan sama kamu?" Tanya Jihan yang khawatir
"Iya Ra, jujur sama kita loe di apain sama dia. Kalo dia berani kasar sama loe gue sleding kepalanya" kata Juwi emosi
"Emang kamu berani Ju?" Tanya Tiara
"Enggak sih, tapi demi membela sahabat gue yang di tindas gue bakal bales tuh orang" Jawab Juwi
"Aaa Juwi to twiit" Jawaban Juwi membuat Tiara terenyuh, gadis itu langsung merangkul Juwi dan Jihan, "makasih ya girls kalian udah khawatir tapi ini ga seperti yang kalian bayangin.. kemaren kak Mario..." Tiara langsung menjelaskan kejadian kemarin dari awal sampai akhir tanpa dikurangi atau dilebih- lebihkan
__ADS_1
Jihan dan Juwi geleng- geleng kepala tidak percaya, "that is impossible" ucap keduanya
Rasanya mustahil seorang Mario bersikap baik pada perempuan apalagi abis insiden, bukan Mario banget
"Kamu yakin itu kak Mario temennya kak Anta?" Tanya Jihan masih tak percaya
Jangankan Jihan dan Juwi, Tiara aja yang ngalamin langsung aja ga percaya , dia sudah siap lahir batin bakal di semprot sama mulut pedasnya Mario malah di buat heran sama tingkah lelaki itu.
"Yakin Ji, mata aku masih normal. Ingatan aku juga"
"Wah, kayanya kak Mario yang konslet" ujar Juwi
"Tapi syukurlah kalo kak Mario ga mecem- macem sama kamu. "Kata Jihan lega tidak terjadi hal buruk pada Tiara
"Eh, udah masuk tuh" Juwi mengajak kedua sahabatnya untuk segera masuk Karena Juki sudah berteriak manggil teman sekelasnya untuk masuk.
Didekat pintu masuk mereka berpapasan dengan Anta cs yang baru keluar dari dalam lab.
Mata Jihan sempat beradu tatap sepersekian detik dengan Anta namun gadis itu cepat- cepat mengalihkan pandangannya karena jantungnya langsung mendadak disco.
Sementara Anta, lelaki itu seperti biasa dengan wajah temboknya, datar.
"Hai Jihan" sapa Fajar
"Iya kak" balas Jihan yang langsung buru- buru masuk ke dalam.
Mario juga berpapasan dengan Tiara, gadis itu tersenyum saat melihatnya membuat Mario langsung terpaku ditempatnya.
Tingkah aneh Mario tidak luput dari perhatian keempat sahabatnya yang menatap Mario aneh.
"Mar, loe kenapa?" Tanya Kevan yang berada tepat disebelah Mario
Bukannya menjawab Mario malah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seperti orang salah tingkah
"Anjir!!!!" Pekik Fajar ia tidak pernah melihat Mario salah tingkah seperti ini malu- malu kaya anak perawan ketauan lagi jatuh cinta
"Bege, ngapa loe?" Tanya Kevan
"Tiara" ucap Mario yang langsung dapat tatapan menyelidik dari teman- temannya, seorang Mario bisa tahu nama adik kelas penggemar Anta wow that was so imazing guys..
Mario menatap keempat sahabatnya bingung, "ada yang aneh?"
"Loe yang aneh" komentar Dion, bahkan Dion yang katanya titisan Anta aja peka kalau ada yang aneh sama Mario
"Congrats ya bro.." Anta menepuk bahu Mario dan langsung berlalu meninggalkan Mario yang masih bingung
"Anta kenapa dah?" Gumam Mario
Fajar yang terlihat paling heboh diantara mereka, "fix, minggu depan gue minta emak gue bikin nasi tumpeng"
"Nasi tumpeng ? Buat apa?" Tanya Mario yang masih bingung dengan sikap sahabatnya
Kevan tergelak, ia masih ingat janji Fajar beberapa bulan yang lalu, saat itu Mario mencibir sahabatnya yang lagi kasmaran, Mario yang jomblo akut mana pernah tau rasanya jatuh cinta hingga Fajar berkata
"Kalo sampe ada cewek yang bisa bikin Mario jatuh cinta, gue bakal bikin nasi tumpeng di kelas kita"
Dion dan Anta ikut tertawa melihat wajah Mario yang semakin bingung
Benar kata orang, kita yang jatuh cinta tapi orang lain ya lebih dulu sadar. Dasar Mario, kurang peka.
****
Bel istirahat kedua Jihan buru- buru ke pergi ke toilet karena kebelet. Saat keluar dari toilet Jihan di kejutkan dengan kehadiran Airin dan teman- temannya.
Melihat Airin perasaan Jihan jadi tidak enak pasti ada hal buruk yang akan menimpanya.
"Permisi kak" kata Jihan yang ingin lewat tapi dihalangi oleh teman Airin
"Heh!!!"
__ADS_1
Jihan kaget saat Airin mendorong pundaknya dengan kencang hingga gadis itu mundur beberapa langkah
"Ada apa lagi kak?" Tanya Jihan malas meladeni Airin, perasaan Jihan ga punya salah deh
"Apa lagi loe bilang? Nih loe liat!" Airin menunjukan sebuah foto dimana tadi pagi Anta menurunkannya di halte
Jihan membulatkan matanya, perasaan udah hati-hati banget dah, kenapa masih bisa ketangkep paparazi coba, astaga sepopuler apa sih seorang Antariksa, pikir Jihan
"Kasih dia pelajran supaya jera." Perintah Airin pada teman- temannya
"Lepas kak!!!"
Jihan meronta saat tangannya dicekal oleh tiga orang teman Airin. Sekuat apapun Jihan memberontak tapi ia kalah tenaga melawan tiga orang.
Jihan diseret paksa oleh Airin dan teman- temannya ke halamanan belakang sekolah, lalu membawa Jihan masuk ke gudang lama yang sudah tidak terpakai.
Jihan di dorong paksa masuk ke dalam, lalu Airin dan teman- temannya mengunci Jihan didalam gudang.
"Kak, buka kak!!!!?" Teriak Jihan sambil menggedor pintu
Hanya terdengar tawa Airin dan teman- temannya yang kini sudah pergi menjauh meninggalkan Jihan.
Suasana gudang yang gelap dan pengap membuat Jihan takut, Tubuh Jihan merosot, ia memeluk erat lututnya, air matanya banjir seketika. Kenangan buruk saat ia masih sekolah menengah pertama melintas seperti ia ikut terlempar ke masa lalu tepatnya.
3 tahun yang lalu
Saat itu Jihan menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahnya, Jihan yang memergoki kakak kelasnya sedang merokok dan miras di halaman belakang langsung melaporkan kakak kelasnya itu ke guru dan mereka mendapatkan hukuman.
Karena dendam pada Jihan, beberapa kakak kelasnya itu berniat memberi pelajaran pada Jihan dengan mengurung dan mengunci Jihan di dalam gudang sekolah, hingga malam hari. Beruntung ada penjaga sekolah yang lewat dan membukakan pintu. Kalau tidak entah apa yang terjadi pada Jihan karena tidak ada yang tau keberadaannya di dalam gudang sekolah.
Sejak saat itu Jihan trauma dengan ruangan gelap, semua itu akan mengingatkannya pada kejadian itu.
Jihan berusaha berteriak, ia tahu akan sia- sia tapi tidak ada salahnya mencoba. Harapannya kini adalah ada petugas kebersihan, satpam, pemadam atau siapapun itu bisa menolongnya untuk keluar dari sini.
****
Sayup- sayup terdengar derap langkah orang yang berjalan ke didepan pintu. Sepertinya ada anak- anak yang bertugas mengambil beberapa peralatan olahraga yang masih disimpan di gudang ini.
"Siapapun to-long! " Teriak Jihan masih dengan isak tangisnya
"Ada orang didalam woy"
Terdengar suara pintu didobrak oleh beberapa orang dari luar. Hingga pintu terbuka dan cahaya matahari masuk ke dalam.
" Eh Dion tuh orang deh kayanya" kata salah seorang satu diantaranya
Dion yang mengikuti arah telunjuk temannya lalu bejalan mendekat untuk memastikan siapa orang malang yang sedang meringkuk disudut ruangan.
"Loe-"
Dion tidak mungkin salah mengenali, ia kenal betul gadis yang akhir- akhir ini selalu berhasil menyulut emosinya setiap kali mereka bertemu, ya gadis itu Jihan.
Dion mendekat karena sedari tadi Jihan hanya memeluk lututnya, tubuh gadis itu bergetar karena ketakutan.
"Loe ngapain disini?"
Jihan mendongak, melihat Dion ada dihadapannya., "To- long" lirihnya hanya kata itu yang keluar dari bibir mungilnya
Dion bisa melihat dengan jelas seberapa pucatnya wajah Jihan saat ini dan keadaan gadis itu yang sedang tidak baik- baik saja.
"Loe aman, ga usah takut" ucap Dion sambil menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Jihan.
jika biasanya ia akan sangat membenci dan menghindar bila didekat gadis itu tapi kali ini berbeda ada yang aneh saat ia melihat tatapan mata Jihan, bukan benci, emosi atau kesal seperti biasanya
Jihan mengangguk lemah sebelum tubuhnya ambruk ke samping dengan sigap Dion menahannya dan menggendong Jihan ke luar gudang.
****
**crazy up karena beberapa hari ga sempet update.
__ADS_1
part demi part lumayan panjang, jadi yah bisa ditebak episodenya juga ga panjang-panjang banget. hehe
happy reading epribadi**...