Jungkir Balik Dunia Jihan

Jungkir Balik Dunia Jihan
Part -13


__ADS_3

Tiara dan Juwi sedang menemani Jihan yang hingga kini masih belum sadarkan diri. Mereka duduk tepi ranjang menatap iba pada Jihan.


"Harusnya tadi aku nemenin Jihan dan ga biarin dia sendiri." Lirih Tiara


"Jangan nyalahin diri loe, gue juga salah. Seharusnya kita ga ngebiarin Jihan sendiri." Juwi ikut menyesal, ia sudah bertekad saat itu tidak akan membiarkan Jihan kemana-mana sendiri apalagi setelah insiden dengan Anta cs sudah pasti Jihan jadi sasaran empuk fans fanatik Anta terutama Airin


"Siapa sih yang tega bikin Jihan kaya gini?" Tangis Tiara


"Ada yang liat Airin dan temen- temennya balik dari gudang. Pasti ulah mak lampir itu lagi. Dari awal dia kan yang selalu sok jadi pawang Anta" kata Juwi emosi, "awas aja gue pasti bakal bales mereka."


"Kenapa kak Airin tega sih? Jihan salah apa coba?" Tiara tidak habis pikir rasanya dibandingkan Jihan, dirinya adalah fans Antariksa garis keras sementara Jihan gadis itu terang- terangan mengatakan tidak menyukai Antariksa.


"Udah buta karena cinta kali. Makanya ga bisa bedain mana cinta mana obsesi." Juwi langsung menoleh pada Tiara memperingati gadis itu, "loe juga kalo ngefans sama orang ga usah berlebihan. Dan gue rasa loe harus cari cowok biar ga ngehalu-in si Anta terus jelas- jelas dia udah punya pawang, serem lagi"


Tiara menghela nafas, apa yang di ucapkan Juwi ada benarnya juga tapi gimana ya, perhaluan ini sulit dihentikan.


Saat Juwi dan Tiara masih asik berdebat, Jihan membuka matanya perlahan, hal yang pertama ia lihat adalah kedua sahabatnya Tiara dan Juwi.


"Alhamdulillah, akhirnya loe sadar juga Ji.." Tiara dan Juwi lega begitu melihat Jihan sudah sadar


"Aku..."


"Kamu di UKS Ji, udah jangan banyak ngomong kamu mending istirahat. Kamu mau minum?" Tawar Tiara


Jihan menggeleng lemah


"Ada yang sakit? Kepala loe pusing?" Tanya Juwi


"Sedikit. Kalian tenang aja aku gak apa- apa."


"Tenang? Gimana ceritanya kita bisa tenang? Kamu tau Ji aku sama Juwi panik kamu ga balik ke kelas terus kita udah keliling nyariin kamu. Dan tambah panik pas anak- anak bilang kamu di bawa ke UKS " jelas Tiara


"Maaf udah bikin kalian khawatir"


"Ga usah minta maaf, kita lega loe ga apa- apa untung kak Dion nemuin loe kalo enggak kita tau deh" ujar Juwi


"Kak Dion?" Jihan hampir lupa kalau Dion-lah yang menolongnya


"Iya kak Dion yang gendong kamu ke UKS tadi dan kamu jadi trending topic lagi Ji di fansbase Antariksa And the genk" cerita Tiara antusias "Sumpah Ji kamu beruntung banget"


Jihan menatap Tiara tak percaya, beruntungnya di bagian mana coba, ia selalu bernasib kurang baik jika berhubungan dengan Anta and the Genk.


****


Anta baru saja pulang tepat jam satu malam, sudah bukan hal baru Anta pulang larut malam dan Jangan tanya ia dari karena mana sudah pasti jawabanya dari basecamp bukan ngeronda apalagi gangguin istri tetangga.


Ia baru saja menaiki beberapa anak tangga menuju kamarnya saat ia mendengar Jihan berteriak dari dalam kamar gadis itu. Buru- buru Anta berlari menghampiri kamar Jihan.


"Lepas .. lepasin aku... Lepas ..."


Sama seperti kemarin Jihan kembali mengigau dalam tidurnya, Anta menepuk pelan pipi gadis itu mencoba membangunkan Jihan.


"Ma... Jian takut..." Isak Jihan dengan mata terpejam


Anta mengelap peluh keringat yang membasahi dahi gadis itu, sudah pasti kejadian tadi membuat Jihan trauma.


Perlahan Jihan sudah tenang, ia tidak berteriak lagi, Anta menunggu sebentar memastikan gadis itu tidak mengigau lagi. Sebelum pergi Anta menyelimuti Jihan hingga sebatas leher, ia baru saja berdiri namun sebelah tangannya di tahan "jangan pergi..."


Anta kembali duduk di samping tempat tidur, melihat Jihan apakah gadis itu terbangun, tapi mata gadis itu masih terpejam. Apa Jihan mengigau lagi pikirnya


"Jangan pergi.." ucap gadis itu lagi


Anta menepuk pelan tangan Jihan, "gue ga pergi gue disini"


Jihan memegang erat tangan Anta, hingga lelaki itu memutuskan untuk tidur di samping gadis itu.


****


Jihan mengeliat pelan rasanya aneh pergerakannya terbatas ia lalu membuka matanya perlahan. Betapa kagetnya Jihan saat membuka matanya wajah Anta-lah yang langsung ia lihat.


Ke-kenapa Anta disini?


Jantung Jihan mendadak disco di pagi hari, ini kedua kalinya eh tiga hmm gak penting berapa tapi intinya Jihan tidur di pelukan Anta.

__ADS_1


Tapi kok bisa?


Jelas- jelas semalam ia tidur sendiri, bahkan Jihan tidur saat Anta belum pulang, tapi kenapa Anta bisa tidur di kamarnya ? Apa mungkin Anta salah masuk kamar ya? Tapi Kayanya ga mungkin deh


Semakin di pikirkan semakin pusing rasanya dan tidak baik bagi kesehatan Jihan lalu beralih menatap Anta yang masih tertidur disebelahnya.


Cukup lama Jihan memandang wajah Anta, wajah rupawan dengan alis tebal, rahangnya tegas serta bibir yang dibilang tipis tapi enggak tipis- tipis amat, kalo di bilang bervolume kok kesannya sensual pokoknya pas lah untuk wajah Anta.


Jihan yang masih belum puas mengagumi wajah Ana kaget bukan main saat kedua kelopak mata Anta terbuka "udah puas ngeliatinnya?"


Aish!!!! Rasanya Jihan ingin mengumpat dalam hati, jadi dari tadi di Juki pura- pura merem. Jadi ketangkep basah kan sedang mengagumi suami sendiri


Eh!! Suami, tumben ngaku Ji


Jihan menarik selimutnya hingga sebatas kepala, jangan ditanya sudah semerah apa wajah Jihan saat ini.


"Udah gue bilang loe pasti naksir sama gue"


"Dih! Kepedean sekali anda Kisana"


"Yakin loe ga naksir sama gue, ngeliatinnya aja tadi-"


Jihan menimpuk Anta dengan bantal, ia sudah kadung malu gara-gara kepergok tolong jangan bahas aib ini lagi.


Anta mengulum senyum, puas rasanya bisa melihat Jihan salah tingkah apalagi wajah gadis itu yang bersemu merah, benar- benar menggemaskan.


Apa tadi? Menggemaskan? Anta segera menepis pikiran aneh itu, ia sudah gila sepertinya.


"Anta kenapa bisa tidur di sini?" Tanya Jihan setelah berhasil menetralkan detak jantungnya


Sebelah alis Anta naik, "loe pikir gue mau tidur disini?"


Ga mau,, tapi meluk- meluk itu namanya khilaf apa modus pak, cibir Jihan dalam hati


Jihan mencebik, "kalo ga mau ngapain di sini?"


"Loe lupa?"


"Inget- inget coba"


Jihan berusaha mengingat ada kejadian apa semalam , kalau tidak salah ia sudah tidur sebelum Anta pulang lalu ia kembali di hantui mimpi buruk itu lagi, samar- samar Jihan mendengar suara Anta membangunkannya dan-


Sebelah tangan Jihan menutup mulutnya tak percaya , jadi yang semalem itu bukan mimpi.


Melihat ekspresi Jihan, Anta menduga gadis itu sudah mengingat kejadian semalam.


"Maaf Anta" lirih Jihan tak enak hati


Anta tersenyum samar mengacak-acak rambut Jihan, sebelum turun dari tempat tidur "mandi, nanti loe telat"


Jihan terpaku, ini bukan pertama kalinya Jihan diperlakukan hal semanis ini oleh Anta, tapi kenapa rasanya tetep sama seperti yang Anta lakukan pertama kali saat dirumah sakit waktu itu.


Blush


Sulit rasanya untuk tidak tersenyum dengan perlakuan Anta barusan.


Jihan memekik sambil membenamkan wajahnya di kasur.


Antariksa!! Tanggung jawab Jian baper


*****


Jihan sekolah seperti biasa. Kejadian kemarin memang menyisakan trauma bagi Jihan terlebih trauma lamanya saja belum sembuh ditambah lagi kejadian kemarin semakin parah saja rasanya, tapi ia tidak ingin berlarut ia harus bangkit dan pulih.


awalnya Anta melarang Jihan sekolah tapi setelah di pikir-pikir diam dirumah dan tidak melakukan apa-apa justru membuatnya makin teringat dengan kejadian kemarin.


lebih baik sekolah selain dapet ilmu, Jihan juga punya kesibukan yang mengalihkan perhatiannya.


"Morning epribadih"


Jihan menoleh, Tiara dan Juwi sudah menunggunya di dekat gerbang.


"Pagi Juwi, Tiara..."

__ADS_1


"Gimana keadaan loe udah baikan?" Tanya Juwi


"Aku gak apa- apa Wi, makasih udah care sama aku"


"Kan itu udah jadi tugas kita sebagi sahabat Ji" kata Tiara


Ketiga gadis cantik itu masuk ke kelas, disepanjang lorong banyak bisik- bisik tetangga yang terus memperhatikan Jihan.


"Gila pake pelet apa dia, tampang biasa gitu bisa- bisanya dapet perhatian dari kak Anta sama kak Dion"


"Kalo modalnya cuma pingsan gue juga bisa kali"


Kuping Jihan panas seketika, bisa- bisanya ia jadi bahan ghibah di pagi hari.


Istighfar woy gibah mulu kerjaannya


"Udah Ji jangan di dengerin" Juwi berusaha menenangkan Jihan yang rasanya ingin meledak.


Mereka tiba di kelas yang masih sepi belum banyak murid yang datang karena bel masuk masih sekitar setengah jam lagi. Jihan, Juwi dan Tiara memutuskan untuk sarapan di kantin.


Ketiga gadis itu memesan donat dan susu kotak, padahal Jihan sudah sarapan tadi pagi tapi ya gitu deh Jihan mana bisa nolak permintaan temannya yang sudah pasti bakal tetep maksa walau Jihan nolak.


Ponsel Tiara bergetar di meja, gadis itu tengah sibuk mengunyah donat menul buatan bu Sri yang best seller di kantin GHS.


+6283428XXXXX


Hai


Kening Tiara berkerut sebuah pesan masuk dari nomor tak di kenal


"Kenapa Ra?" Tanya Jihan yang ada disebelah Tiara menyadari perubahan wajah sahabatnya itu


"Ada pesan dari nomor ga dikenal"


"Siapa?" Tanya Juwi kepo


"Kan tadi udah dibilang nomor ga dikenal ya mana aku tau siapa" Tiara meletakan kembali ponselnya di meja tapi selang beberapa detik pesan baru masuk membuat ponselnya kembali bergetar


"Kok ga dibales?" Tanya Juwi


"Bales aja Ra, siapa tau penting" kata Jihan


Tiara menghela nafas, sebenarnya ia juga penasaran siapa gerangan pengirim chat tersebut.


^^^Tiara^^^


^^^Maaf ini siapa?^^^


+6283428XXXXX


Mario


Tiara tersedak donat yang ada di mulutnya, buru-buru Juwi menyodorkan air pada Tiara, "pelan- pelan makanya"


"Kenapa sih Ra?"


Bukannya menjawab Tiara malah menyodorkan ponselnya


Mata Juwi membulat "What? Wodetianaaaaaaa" Pekik Juwi tak percaya


"Fix, kak Mario naksir kamu Ra" ujar Jihan


"Ngaco kamu Ji"


"Bener kata Jihan Ra, kak Mario itu selama ini terkenal ga pernah deketin cewek karena dia pemilih. Harusnya loe tau itu kan loe Fans Anta and the genk" kata Juwi


"Iya sih, tapi yang gue cari tau tuh cuma kak Anta, anggota yang lain B aja"


"Serah loe deh, gue saranin ya dari pada ngejar kak Anta yang belom tau kapan dibalesnya mending pindah haluan aja sama kak Mario."


Tiara mencebik, "hati gue cuma buat kak Anta seorang"


"Hadehh, semerdeka loe aja" sahut Juwi

__ADS_1


__ADS_2