
...🎶🎶" Malam ini malam minggu...
...Kau menunggu di rumahmu...
...Selamat malam dunia...
...Kusiap tuk berpesta...
...Tunggu aku disana...
...Bertemu oh baby"🎶🎶🎶🎶...
Mario sedang bersenandung mendengarkan sebuah lagu dari band era 2000an yang memanjakan telinganya apalagi lirik lagunya, pas moment banget.
"Malam ini malam minggu,
ku siap ngapel ke rumahmu,
tunggu dan sabar dulu,
nanti ku ajak ke penghulu....🎶🎶🎶" Mario terkekeh sejak kapan ia jadi ketularan gilanya Fajar
Intinya malam ini Mario senang, setelah beberapa hari pedekate sama Tiara, gadis itu tidak secuek awalnya. Mereka kini sudah banyak hal yang dibahas dari mulai makanan kesukaan, hobi, dan lain-lain.
Dari semua itu Mario bisa menarik kesimpulan kalau Tiara gadis yang baik, selain cantik gadis itu juga periang , tulus dan setia kawan.
Kalo sudah begini, Mario makin yakin buat nikung Tiara dari Anta. Dari segi fisik Mario tidak kalah tampan dengan Anta, kalo soal tajir ya lumayan lah ya ayahnya makelar tanah jadi jangan takut karena Mario anak tunggal otomatis harta, tahta kecuali wanita milik orangtuanya akan jatuh ke tangannya. Hahahaha
Prestasi, hmm bisa dibilang ia cukup berprestasi peringkat 27 dari 30 siswa dikelasnya jadi masih bagus lah ya.
Mau tanya apalagi? Nanti langsung DM ke Instagram aja lah, sekarang waktunya Mario pamit mau ngapelin Tiara dulu.
Dengan mengendarai motor Ninja hitamnya Mario segera meluncur ke rumah Tiara. Hufttt ini pertama kalinya ia ngapel ke rumah seorang perempuan biasanya malam minggunya ia habiskan di basecame dengan sahabat-sahabatnya.
Seumur- umur baru kali ini ia jatuh cinta selain pada Ariana Grande, baru Tiara seseorang yang mengalihkan dunianya dari Ariana, membuat jantungnya berdebar tak karuan dan mengusik tidurnya karena hal itu akhirnya Mario putuskan untuk mengejar cinta Tiara. Udah kaya judul eftivi aje bang
30 menit berkendara Mario sampai di depan rumah Tiara. Sebelum masuk Mario sempatkan diri untuk ngaca dispion motornya memastikan keadaan wajahnya sudah tampan paripurna yang sebelas dua belas sama Mario Maurer. tau kan siapa doi? Itu loh yang artis Thailand itu yang ganteng masa ga tau sih? cek di mbah google ya kalo ga tau
Setelah memastikan penampilannya Mario mengambil paper bag berisi makanan kesukaan gadis itu yang ia beli tadi saat perjalanan menuju rumah Tiara.
Mario menekan bel pintu menunggu beberapa saat hingga pintu dibuka. Mario terpaku saat melihat Tiara keluar membukakan pintu.
"Kak Mario" pekik Tiara kaget
"Hai" sapa Mario gugup, jujur ini pertama kalinya ia berbicara langsung dengan Tiara karena selama ini cuma berani lewat chat.
"Ada apa kak?" Tanya Tiara
Mario menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kenapa jadi mendadak blank begini sih bisa- bisanya ia lupa tujuan awalnya ke sini untuk apa, "nih tadi gue lewat liat ada yang Jual makanan Favorit loe" Mario menyodorkan paper bag yang dibawanya berisi Toast sandwich kesukaan Tiara
Wajah Tiara terkejut ia menerima paper bag pemberian Mario sambil tersenyum, "ma-makasih ya kak"
"Yaudah gue balik ya. Bye" Mario yang masih gugup berdekatan dengan Tiara memilih langsung pulang dari pada terjadi hal yang malu-maluin ya kan
"kakak ga mau masuk dulu?" tawar Tiara
"e-enggak usah Ra, gue langsung cabut udah janjian sama anak-anak"
__ADS_1
"hmm gitu, yaudah hati- hati ya kak, kalo udah sampe kabarin"
Suara Tiara terdengar merdu di telinga Mario kalo kaya gini ceritanya pengen lebih lama ngobrol dengan gadis itu tapi apa daya Mario sudah kadung pamit tadi. Akhirnya Mario mengangguk lalu pulang.
Misi ngapel gagal
*****
Malem minggu Jihan sama seperti malam minggu yang telah berlalu, rebahan, cemilan dan drakor-an. Mumpung besok libur Jihan mau maraton nonton drama yang belum sempat ia tonton beberapa waktu lalu.
"Hais si abang ganteng iya, tajir pasti, prestasi oke... duh bikin repot perasaan aja deh" keluh Jihan saat menatap Idolanya dilayar laptop miliknya
Jihan yang tengah larut dengan perhaluannya, tidak menyadari sejak tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikannya dari ia mulai menangis, tersenyum, bahkan berteriak seperti orang gila pokoknya lengkap sudah.
"Bang, nikah yuk!!!"
"Loe mau poliandri?"
"Eh-". Jihan tersentak kaget ia baru sadar ada seseorang disana, "sejak kapan Anta di situ?"
"Dari tadi."
"Tumben dirumah biasanya juga pergi"
"Lagi males"
"Oh"
Jihan tak lagi banyak bertanya, ia kembali ke abang duda yang pesonanya semakin menggoda.
"Loe mau ikut ga?"
"Ga usah banyak tanya ganti baju sekarang 10 menit ga turun gue tinggal"
Jihan menatap kesal pada Anta, ngajak jalan kok kaya ngajak ribut.
Dengan persiapan kilat Jihan akhirnya turun menemui Anta yang sudah bertengger di atas motornya.
Jangan tanya apakah Jihan dandan atau tidak, gadis hanya punya bedak tabur dan liptint sebagai alat make upnya.
Jihan naik ke atas motor Anta setelah memakai helm tentunya, "udah bang"
"Loe kira gue tukang ojek"
Jihan hanya terkekeh, kalo ojeknya ganteng begini rela adek bang di bawa kemana aja.
Anta masih belum menjalankan motornya, "loe udah sering naik motor kan?'
"Eh-"
Anta menghela nafas ia langsung menarik kedua tangan Jihan dan meletakkannya diperutnya.
"Modusnya alus banget pak" cibir Jihan
"Bawel"
Jihan hanya tersenyum, ia sudah hafal sifat Anta dan sudah kebal kalau tiba-tiba mood lelaki itu sedang tidak baik. tapi sejauh mereka tinggal bersama Anta tidak pernah bersikap kasar padanya hanya nada bicara Anta saja yang agak ketus, sinis dan sadis.
__ADS_1
Sepanjang jalan bibir Jihan terus melengkung hal itu tidak luput dari penglihatan Anta yang diam-diam selalu melirik gadis itu dari kaca spionnya.
Bagaimana tidak senang, ini malam minggu pertamanya bersama Anta. Sudah pasti hati Jihan saat ini seperti taman bunga alias berbunga-bunga.
Motor Anta berhenti tepat di sebuah pasar malam. Jihan tidak menyangka Anta akan mengajaknya ke sini.
"Malem ini gue traktir loe sepuasnya biar loe ga kebanyakan halu"
Jihan hanya terkekeh, ia lalu mengajak Anta ke stand penjual makanan.
"Jangan jauh-jauh ntar loe ilang" kata Anta sambil menggenggam tangan Jihan
DEG
Ya gusti! Pegangan tangan aja jantung Jihan udah dugem
Jihan pasrah saat Anta membawanya entah kemana, fokusnya hanya pada tangannya yang digenggam oleh Anta. Untuk pertama kalinya tangan mereka bergandengan biasanya tangan Jihan cuma di tarik doang. Tapi kali ini tangan besar milik Anta menggenggam erat tangan kecil milik Jihan, rasanya begitu pas seolah tangan Anta memang khusus diciptakan untuk tangan Jihan seorang. #Eaaaa
Rasanya nyaman jadi ga pengen di lepas.
Jihan yang masih fokus pada tangan mereka tidak sadar kalau Anta sudah berhenti tepat didepan kedai es krim.
"Loe mau rasa apa?"
"Hah?"
"Makanya kalo jalan jangan nunduk. Kita mau beli es krim loe mau rasa apa?"
Pipi Jihan bersemu merah karena malu, maaf ya bang lagi ga fokus, "ehm coklat strawberry"
Anta memesan dua es krim coklat strawberry untuk mereka. Jihan melihat sekeliling barang kali ada yang menarik minatnya. Kan Anta bilang bakal traktir Jihan sepuasnya malam ini jadi mari dimanfaatkan, kapan lagi coba. ya ga sih??
"Nih" Anta memberikan es krim roll yang dipegangnya pada Jihan
Jihan tak bergeming, Anta melihat pandangan lurus gadis itu yang terus memperhatikan bianglala didepannya, "mau naik?"
Jihan menoleh tampak ragu, "pengen, tapi takut"
"Gue temenin"
Jihan menggeleng, ia sadar diri kalau ia takut ketinggian jadi ia tidak akan menantang dirinya untuk nekad naik bianglala raksasa yang ada didepannya itu. tidak akan!!!!
"Bibir loe belepotan"
"Ah, serius?" Jihan baru saja akan mengelap bibirnya dengan lengan jaket tapi Anta lebih dulu meraih tengkuknya dan
Cup
Jihan mengedipkan matanya berkali- kali, tubuhnya menegang, jantungnya berdetak tak karuan dan Jihan blank seketika saat Anta mendaratkan kecupan singkat di bibirnya memberikan pengalaman ciuman pertama bagi Jihan.
Allahuakbar!!! Anta!!!!!! ini Jian lagi ga mimpi kan ya????
Sebelah tangan Jihan menyentuh bibirnya ia masih tak percaya kalau Antariksa yang merebut ciuman pertamanya.
" bibir Jian udah ga perawan gara-gara Anta" lirihnya
****
__ADS_1
Eh, pendek ya? sengaja 🤣🤣🤣
happy Reading epribadi