
Jihan melotot saat membuka pintu rumahnya, ada Anta sedang bersandar di tembok sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Jihan sinis, tujuannya ke rumah orangtuanya adalah menghindari lelaki itu apalagi aksinya tadi siang disekolah, haduh kalo di pikir lagi itu benar- benar bukan Jihan sekali
Jihan memperhatikan penampilan Anta malam ini, kaos hitam dipadu dengan jaket dan celana jeans senada. Tidak lupa wangi mint dari parfum favorit lelaki itu.
"Eh mantu kesayangan mama, masuk sayang"
"Assalamualaikum ma" sapa Anta sambil mencium tangan Sylla, "buat mama"
"Waalaikumsalam, Apa nih? " Sylla membuka paper bag yang di berikan Anta, " Wah martabak kesukaan mama. Makasih ya sayang pake repot- repot segala"
"Enggak kok ma"
Dasar bambang tukang cari muka, cibir Jihan dalam hati tentunya
"Makan yuk sayang, tadi Jihan udah masak makanan spesial buat kamu katanya" kata Sylla sambil mengajak Anta menuju ruang makan
"Dih, si mama fitnah , siapa juga yang masak spesial buat dia" protes Jihan
"Udah ga usah malu- malu gitu"
Jihan mencebik kesal, kenapa mamanya senang sekali membuatnya kesal dengan terus- terusan menggodanya.
"Ji, itu Antanya diambilin dong makanannya masa sibuk makan sendiri sih" Sylla mengingatkan tugas putrinya yang kini sudah berstatus sebagai istri meskipun Jihan masih kelas dua SMA
"Dia udah gede mah"
"Ji..."
Jihan menghembuskan nafas kasar, diambilnya piring lelaki itu dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk.
"Gimana sekolah kalian?"
"Baik ma" jawab Jihan
"Anta gimana?" Tanya Sylla
"Lancar ma"
Lancar bolos, lancar tawuran, lancar pacaran, selancar jalan tol bebas hambatan dasar Udin, cibir jihan dalam hati
"Syukurlah kalo gitu, rajin belajar ya Anta bentar lagi kamu ujian, Jian kamu juga.."
"Iya ma"
"Oh ya kalian masih aman kan?"
"Aman apanya ma?" Tanya Jihan bingung
"Itu loh Ji... Nanti Anta aja yang kasih tau kamu. Intinya mama sama papa ga ngelarang kalian buat ngelakuin itu asal main aman"
"Siap mah" jawab Anta cepat
Jihan menelan makanannya dengan susah payah sepertinya ia paham kemana arah pembicaraan mamanya.
"Makan yang banyak biar kuat" bisik Anta tepat di telinga Jihan
Jihan bergidik ngeri, sepertinya Anta sengaja balas dendam padanya karena insiden tadi siang.
Aish dasar kampret!!!!! Maki Jihan dalam hati
****
Jihan masuk ke kamarnya sambil membawa beberapa bantal yang ia ambil diam- diam dari kamar tamu.
"Ngapain loe?" Tanya Anta yang baru keluar dari kamar mandi melihat tingkah aneh bin ajaib Jihan, ada- ada saja hal yang di lakukan gadis itu setiap kali mereka harus terjebak dikamar yang sama.
__ADS_1
"Bikin batas suci..."
"Enggak sekalian bikin benteng Takeshi"
Jihan tak menggubris ia tetap membangun tembok pembatas antara dirinya dan Anta. Jaga-jaga agar lelaki itu tidak berbuat macam-macam padanya
Anta melepaskan baju kaos miliknya membuat Jihan memekik kaget, "heh, jangan mesum disini"
"Terus loe maunya dimana? Di rumah kita gitu biar loe bisa teriak- teriak?"
"Ishh... Pake baju sana.. jangan mesum"
"Otak loe, gue udah biasa tidur ga pake baju"
Jihan mencebik, ia baru tau kebiasaan aneh Anta. Sebenarnya ini bukan yang pertama mereka terjebak disatu kamar yang sama. Hanya saja saat ini Jihan merasa canggung berduaan bersama Anta di kamar seperti sekarang ini, biasanya lelaki pulang larut malam saat Jihan sudah terlelap jadi ia sama sekali tidak tahu apa yang di lakukan lelaki itu dan kebiasaan tidurnya.
"tapi tetep pake celana kan?" Tanya Jihan takut dengan pikirannya yang sudah iya-iya,
"Pengen banget ngeliat gue tidur ga pake apa- apa gitu?" Anta tersenyum evil melepas ikat pinggangnya mencoba menggoda Jihan
Jihan melotot seketika, "Anta mesum!!!!!" Teriaknya lalu berlari keluar kamar
Anta tersenyum lebar selama beberapa detik, rasanya puas sekali setiap kali menjahili Jihan.
*****
Keesokan paginya Jihan berangkat ke sekolah dengan supir seperti biasa. Sesampainya di sekolah ia langsung di berondong pertanyaan oleh kedua sahabatnya Tiara dan Juwita
"Ji, jawab jujur kemaren pulang sekolah loe diapain?" Tanya Juwi sebenarnya mereka sudah melihat video yang beredar tapi rasanya kurang afdhol kalau tidak bertanya langsung
Bukan hanya Juwi dan Tiara yang penasaran tapi hampir semua siswa di kelas 11 IPA 1 mengerubungi meja Jihan ingin mendengar pengakuan gadis itu. Mereka tidak menyangka gadis sekalem Jihan berani mencari gara- gara dengan Antariksa yang kalo di hitung- hitung followers intagramnya lumayan banyak sampe dapet centang biru pula.
"Aku gak apa- apa Juwi.. tenang aja"
"Tapi kak Airin udah kebangetan Ji, maafin aku ya gara- gara kamu belain aku kamu jadi bermasalah sama kakel" Tiara mulai menangis
"Jadi kemaren.." Tiara menjelaskan kejadian saat dirinya minta ditemani ke kelas Anta dan tidak sengaja menabrak lelaki itu lalu berujung ribut antara Jihan dan genknya Anta
"Kurang ajar!!!!" Juwi menggebrak meja membuat seisi kelas terkejut karena sebelumnya mendengarkan cerita Tiara yang mendebarkan.
"Wi, jantung gue mau copot. Untung aja buatan Allah kalo buatan produk luar negeri udah koid gue" kata Asep salah satu penghuni kelas
"Tau nih si Juwi kalo mau gebrak meja bilang- bilang dong" timpal Endo
"Sorry gue emosi" cengir Juwi
"Eh udah bel okita disuruh ke lapangan" kata Bintang si ketua kelas
Semua anak kelas 11 IPA 1 menuju lapangan basket, materi hari ini adalah bermain basket. Jihan yang memang tidak begitu menyukai olahraga mengikuti pelajaran itu setengah hati.
Pak Arian guru olahraga kelas sebelas meminta para siswi untuk bermain basket sementara siswa laki-laki mengambil nilai dikelas renang.
"Kenapa kita ga ajak sih liat cowok-cowok berenang, kan lumyan ya cuci mata" Bella dengan raut sedihnya disetujui oleh anak- anak yang lain
"Huss... Bukan muhrim Bella, dosa tau" kata Anna salah satu anggota rohis sekolah
"Lagian ya anak kelas kita badannya ga ada yang bagus apa yang dibikin cuci mata" cibir Lyra si centil
"Setuju gue sama loe. Mending di sini tuh liat kelas ka Anta lagi main futsal" kata Tiara yang sedari tadi matanya terus mengarah ke lapangan Futsal yang bersebelahan dengan lapangan basket.
"Bener Ra, hadeeh kak Anta and the Genk emang ga ada tandingannya" Lyra yang termasuk salah satu penggemar Anta menimpali
"Udah yuk buruan main abis itu kita istirahat keburu panas nih" ajak Juwi yang malas meladeni teman-temannya yang kebanyakan penggemar Antariksa the Genk, bukannya Juwi tidak suka hanya saja hati Juwi sudah ada yang punya jadi ia tidak mungkin mengkhianati pujaan hatinya.
Ucapan Juwi tidak ada yang menggubris jadilah ia main lempar- lemparan bola dengan Jihan dan Anna karena sebagian besar teman- temannya sibuk cuci mata.
Bosan main lempar bola Jihan mengambil sepatu Juwi, niatnya mau ia lempar ke ring basket tapi siapa sangka sepatu itu malah melayang hingga ke lapangan sebelah dan mengenai kepala seseorang.
__ADS_1
"An*****!!!!"
Jihan menutup matanya, rasanya ia ingin kabur detik ini juga
"Woy!!! siapa yang udah ngelempar sepatu!" Teriak Dion dari lapangan sebelah
"Ion kayanya dari lapangan sebelah deh"
Para gadis yang berada di lapangan basket menciut seketika saat Dion dan teman- temannya datang ke sana. Mereka menatap Jihan dengan iba ingin menolong tapi takut.
"Siapa yang ngelempar?" Teriak Dion
"Sepatu siapa ini woy!!! Ngaku??" Mario mulai bersuara sama garangnya dengan Dion
Jihan menelan salivanya, setelah merapalkan doa keselamatan ia memberanikan diri mengangkat sebelah tangannya karena itu memang kesalahannya.
Mario yang lebih dulu melihat menghembuskan nafas kasar, "loe lagi.. loe lagi..."
"Maaf kak" lirih Jihan tak berani menatap Mario maupun Dion yang kini sudah berada didepannya
"Seneng banget sih loe nyari gara- gara" kata Dion sambil menatap sinis ke arah Jihan
"Loe pikir Anta bakal suka sama cewek kaya loe, ngaca!! Cantik juga enggak .."
"Rio, udah" sela Fajar
Jihan menatap Mario, kenapa masalah sepatu jadi merembet kemana-mana.
Juwi yang emosi ingin menghajar Mario karena sudah menyakiti salah satu sahabat terbaiknya namun di tahan oleh Jihan, 'biar aku aja' kurang lebih begitulah arti tatapan mata Jihan yang diartikan oleh Juwi
Jihan menarik nafasnya sebelum bersuara "Kak mending priksa ke psikiater deh, siapa tau jiwanya ketuker.. kok ada cowok modelan kaya kakak mulutnya lebih nyir-nyir dari pada admin Lambe.. aku udah minta maaf, kenapa kakak malah memperpanjang sampe mikir aku nyari perhatian segala. Kakak pikir kakak dan temen- temen kakak ganteng banget gitu sampe aku harus nyari perhatian kalian?"
Mario melotot tidak menyangka gadis didepannya itu akan balik memaki- maki dirinya, "loe kira loe cantik" sahut Mario
"Kakak kira kakak seganteng Lee Min Hoo gitu? Menurut aku kakak lebih mirip Mario Bros" balas Jihan
"Ji, istighfar Ji, ayo kita ke kelas" Beberapa teman Jihan menarik gadis itu supaya berhenti membuat gara-gara, mereka tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi pada Jihan
"Bang***" maki Mario
"Mario Bros" Fajar dan Kevan puas mentertawai Mario, baru kali ini ada adik kelas yang berani melawan Antariksa and the Genk
"Apa loe liat-liat. Puas loe ngeliat gue malu?" Kata Mario emosi
"Hahahahha... Lagian loe Mar.. mulut loe ga ada akhlak banget" Fajar masih memegang perutnya yang sakit
"Gedek banget gue sama tuh cewek. Awas aja!!!" Ancam Mario
"Yang kena timpuk aja kalem kenapa loe yang emosi? Ati- ati loe naksir" Kevan yang berdiri disebelah Fajar ikut mengomentari
"Najis!!!"
"Loe kenapa diem aja sih Ta,..harga diri loe di injek- injek masa loe diem aja" Dion kesal dengan sikap Anta yang hanya diam saja sejak kemarin
"Berisik!!!" Anta langsung berlalu meninggalkan teman- temannya
"Loe pada jangan ganggu, dia lagi uring- uringan tadi pagi anak Lebang nantangin sekolah kita " jelas Kevan yang kebetulan tadi pagi ada bersama Anta
"Serius loe?" Tanya Fajar
Kevan mengangguk mengiyakan
"Brengsek!!! Cari gara- gara mereka" Dion mengepalkan tangannya ikut geram
"Awas aja mereka!!" Mario yang sudah emosi semakin tersulut mendengarnya
Sudah bukan hal aneh, dari tahun- tahun sebelumnya GHS memang sudah menjadi musuh bebuyutannya SMA Lentera Bangsa atau sering dikenal dengan Lebang . Entah apa asal mulanya tapi tradisi ini sudah turun temurun hingga era Antariksa sekarang.
__ADS_1