Jungkir Balik Dunia Jihan

Jungkir Balik Dunia Jihan
Part-18


__ADS_3

Jihan buru-buru memejamkan matanya, saat pintu kamar mandi terbuka. Lebih tepatnya kini ia sedang pura-pura tidur demi menghindari Antariksa.


Sepanjang makan malam tadi, lelaki itu tidak henti- hentinya memberikan tatapan tajam nan mematikan ke arah Jihan, makanya begitu selesai makan Jihan langsung kabur ke kamar dan pura-pura tidur supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Jihan mendengar langkah kaki Anta mendekat ke arah kasur, pikirannya sudah berkelana entah kemana. Bisa-bisanya ia kini membayangkan Anta yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya mengeskpos bagian atas tubuhnya yang dipenuhi dengan roti sobek


Astagfirullah!! Mikir apa sih.


"Jihan"


Jantung Jihan mendadak maraton, saat bahunya disentuh tangan Anta yang dingin karena lelaki itu baru selesai mandi.


"Jihan"


Jihan mengigit bibir bawahnya ragu apakah ia akan menyahut atau meneruskan sandiwara tidurnya.


"Gue tau loe pura-pura tidur buruan bangun!!!"


Glek


Jihan menelan salivanya, segitu buruk kah aktingnya? Mau tidak mau Jihan membuka matanya dan langsung disuguhi pemandangan yang wahh!!!


Sesuai imajinasi Jihan, Anta yang bertelanjang dada dengan handuk yang melingkar di pinggangnya lengkap dengan rambut yang masih basah. Benar-benar menguji iman.


Untung udah halal ya Ji, jadi ga dosa!


"Gue ga punya baju ganti"


"Te-terus?"


"Pinjemin baju"


Jihan membulatkan matanya, maksudnya Anta minjem baju Jihan gitu? Mana muat. Kalaupun ada yang muat itu daster tapi masa iya Anta pake daster.


"Anta yakin mau minjem baju"


Seolah tau isi pikiran Jihan Anta berdecih pelan, "bukan baju loe tapi baju bokap atau abang loe. Tolong pinjemin gih!"


"Oh!!! Bilang dong dari tadi" kata Jihan yang langsung bangkit keluar kamar menemui sang mama


Jihan kembali membawa beberapa baju dan celana milik Jovan, meskipun Jovan tidak se-atletis Anta tapi ukuran baju mereka kurang lebih sama.


"Thanks" Anta pergi ke kamar mandi sementara Jihan mengambil laptop miliknya mumpung besok ga ada PR maupun ulangan jadinya Jihan melanjutkan perhaluan.


Anta keluar dari kamar mandi langsung naik ke atas ranjang. Sejak malam itu mereka sepakat tidur di ranjang yang sama, toh mereka sudah halal dan tidak melakukan yang iya- iya


"Apa sih bagusnya mereka?"


Jihan menjeda film yang sedang ia tonton lalu menoleh, "siapa?"


Anta hanya menggerakan dagunya sebagai jawaban


"Lebih segalanya dari Anta." Jawab Jihan sambil nyengir tanpa dosa


Anta mendesis pelan, "tidur, besok kalo kesiangan gue tinggal"


"Dih, ada pak Anas kali"


"Loe belom tau."


"Belom tau apa?"


"Pak Anas udah ga bakal anter jemput loe lagi."


Jihan terkejut," kok bisa?"


"Kata bokap loe, mulai sekarang loe pulang pergi sekolah bareng gue."


Allahuakbar!!! Kenapa jadi pada seenaknya sendiri sih


"Kok gitu?"


"Loe kalo mau protes sama bokap loe sana jangan sama gue." Anta bersiap untuk tidur membelakangi Jihan


"Ish!!!" Jihan yang sudah tidak mood lagi langsung mematikan laptop miliknya, bersiap untuk tidur


sama seperti yang Anta lakukan Jihan tidur membelakangi lelaki itu.


****

__ADS_1


Jihan tiba disekolah dengan perasaan aneh, semenjak ia memijakkan kakinya di gerbang sekolah sampai tiba di kelasnya semua orang menatapnya aneh.


Apa Jihan secantik itu tiba- tiba jadi pusat perhatian? Semakin di pikirkan semakin Jihan merasa ada yang tidak beres dengan orang-orang disekitarnya


"JIHAN!!!!!!".


Jihan tersentak kaget saat Tiara dan Juwi berteriak memanggil namanya.


"Kenapa sih pagi-pagi teriak- teriak?" Omel Jihan


"Kok loe tega sih Ji.. loe ga anggap kita sahabat loe lagi, bisa- bisanya loe nyembunyiin rahasia sebesar ini dari kita"


Deg


Jihan menelan salivanya, Rahasia besar? Apa terjadi sesuatu? apa orang- orang sudah tau rahasia besarnya dengan Antariksa?


Wajah Jihan berubah pias, jantungnya berdebar tak karuan, pikirannya sudah berkelana memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi "Ma-maksudnya?"


"Wi, ish kamu kelewatan deh liat tuh Jihan sampe pucet kaya gitu." Kata Tiara yang kini sudah duduk disebelah Jihan, "gak ada apa- apa Ji, Juwi cuma nge-prank kamu"


Jihan masih belum tenang mendengar ucapan Tiara, rasanya masih ada yang mengganjal apalagi saat melihat anak- anak satu sekolah menatap aneh padanya.


"Maaf ya Ji, tapi gue tetep marah sama loe. Masa berita seheboh ini kita taunya dari orang-orang bukan dari loe"


"Be-berita apa?"


"Kamu ga tau?" Tanya Tiara tak percaya


"Emang ada apa?" Tanya Jihan makin tak karuan rasanya antara penasaran dan takut.


Takut apa yang dipikirkan olehnya benar- benar terjadi.


"Nih" Juwi menyodorkan ponselnya melihat gosip yang menjadi tranding topic di GHS


Mata Jihan melotot seketika, ketika melihat foto dirinya yang sedang berada di UKS bersama Dion.



❤️ 2.235.688


lambe.galaxy pacaran anti-mainstream pak waketu di UkS cuyy!! cie cie


Tamat riwayatmu Ji... Bisa- bisa besok kamu jadi jamur alias janda dibawah umur.


"Ini ga bener" kata Jihan frustasi


"Maksudnya?" Tanya Juwi tak mengerti


Jihan langsung menjelaskan kejadian kemarin pada kedua sahabatnya itu.


"Terus kamu gak apa-apa?" Tanya Tiara khawatir


"Benjol dikit" jawab Jihan sambil menunjukan keningnya yang di plster, "ini siapa sih yang bikin gosip begini kurang kerjaan banget"


"Ya gak apa kali Ji, lagian loe juga ga punya pacar atau mungkin bentar lagi official jadian sama kak Dion. Ya ga Ra?" Ledek juwi


Jihan hanya mencebik kesal, Jihan emang tidak punya pacar tapi ia punya suami terlepas Anta menganggapnya atau tidak, berita ini tentu akan menyulut emosi lelaki itu. aish!!!Jihan mungkin lolos dari amukan Anta semalam tapi tidak kali ini.


Tamat sudah!!!!


"Emang gimana sih perasaan kamu Ji sama Ka Dion?" Tanya Tiara


"Biasa aja Ra,.."


"Masa sih, ga deg-degan gitu deket ka Dion?" Tanya Juwi


Jihan menggeleng, jantungnya hanya berdetak kencang didekat Anta seorang ,"enggak"


"Kak Dion ganteng Ji, berapa kali dia nolongin kamu terus. Masa ga tersentuh sih. Apa belom?" Tiara masih tidak percaya pesona seorang Dion tidak bisa meluluhkan hati seorang Jihan. Wah perlu dipertanyakan jenis spesies apa yang disukai Jihan


Jihan menggeleng, ia bukan Tiara yang mudah menyukai seseorang secara fisik, ia juga bukan Juwi yang hatinya mudah luluh dengan perhatian kecil. Jihan terlalu realistis soal perasaan, ia bahkan perlu waktu berbulan-bulan untuk jatuh cinta pada seorang Antariksa, "biasa aja"


"Ya ampun Ji, loe ga lesbi kan?" Pekik Juwi yang langsung mendapat jitakkan di keningnya


"Ngaco"


"Terus tipe cowo kamu tuh kaya apa?" Tanya Tiara yang penasaran


"Yang bertanggungjawab......"

__ADS_1


Kaya Antariksa, lanjutnya dalam hati


"Itu doang?"


Jihan mengangguk, "udah itu doang"


"Loe aneh Ji"


"Sama kamu Juga Ju"


****


Mario mengantar Tiara pulang setelah menemani gadis itu membeli barang titipan ibunya. Seperti biasa sepulang sekolah Mario akan menunggu hingga Tiara di jemput barulah ia pulang ke rumah atau ngumpul dengan teman se-gengnya.


Beruntung ia masih menemani Tiara, ternyata supir gadis itu sakit jadi tidak bisa menjemputnya. Mario yang mendapat angin segar segera menawarkan diri, kapan lagi coba bisa nganter gebetan pulang. Ya ga seeeh


"Kak, makasih udah nganterin pulang" ucap Tiara setelah turun dari motor Mario


"Sama-sama.."


"Kak, Mario mau mampir ga?"


"Enggak usah, ga enak udah sore juga kasian loe nya pasti capek"


"Hmm, sekali lagi terima kasih ya, kakak udah nganter aku pulang terus nemenin beli titipan mama aku juga. Aku jadi ga enak"


"Dari tadi terima kasih terus. Udah santai mumpung lagi free"


"Kak Mario laper ga?" Tanya Tiara tiba-tiba


"Hmm, lumayan sih. Kenapa?"


"Mau aku traktir bakso di pengkolan sana ga kak?


Mendapat tawaran langsung dari sang pujaan hari, Mario mana mungkin nolak. Kata orang pamali nolak rejeki, "boleh"


Setelah meletakan ranselnya, Tiara mengajak Mario ke kedai bakso yang tidak jauh dari rumahnya.


"Biar gue yang pesen. Loe mau apa?"


"Bakso pake sayur kak"


"Bang, bakso dua pake sayur" kata Mario pada abang tukang bakso, "ada lagi ga?"


"Eh tehnya kak, masa kita ga minum sih"


"Oh iya, bang eh teh dua"


mereka duduk disalah satu meja yang ada di pojok, baik Tiara maupun Mario sama-sama gugup sekarang apalagi duduk berhadapan, kadang tatap- tatapan gimana ga salting coba.


Pesanan mereka sudah datang, dua mangkuk bakso lengkap dengan sayuran plus eh teh manis. Udah deh paket komplit.


Tiara menyantap makanannya, tidak ada percakapan selama makan, keduanya terlalu sibuk menikmati bakso mang Jabrik yang ga kalah best seller dari mang Soleh di kantin sekolah.


Selesai makan dan membayar sejumlah uang ke abang tukang bakso, Mario dan Tiara pulang ke rumah gadis itu dimana motor dan tasnya ditinggal disana, termasuk hatinya ikut di tinggal buat anak yang punya rumah


"Makasih ya kak"


Mario menjawil hidung Tiara, "dari tadi makasih mulu, jangan sering- sering bilang makasih ntar kalo gue baper mau tanggung jawab"


"Tanggung jawab, gimana kaka?" Tanya Tiara bingung


"Tanggung jawab jadi pacar gue." Mario sedikit menyesali ucapan yang keluar dari bibir lemesnya itu. Apalagi melihat wajah Tiara berubah, bibir Tiara yang tadi melengkung kini berubah membentuk garis lurus yang kurang manis.


Karena suasana jadi canggung Mario langsung pamit untuk pulang, "gue pamit ya" kata Mario yang sudah bertengger diatas motornya bersiap memasang helm.


"Kak"


"Ya?"


"Aku mau kok tangung jawab jadi pacar kakak" ucap gadis itu yang langsung kabur masuk ke dalam rumah


Mario yang mendengar jawaban Tiara hanya menutup mulutnya yang menganga lalu sebelah tangannya ia kibas- kibaskan persis anak perawan yang abis ditembak gebetan.


"TIARA!!!!" Teriaknya masih tak percaya, "jadi?..oh my God,... Gue sama Tiara pacaran?"


Ingin rasanya Mario berteriak tapi malu didepan rumah orang alhasil ia langsung pergi dari rumah Tiara dan berteriak sepanjang jalan.


"MAH, PAH, ANAKMU UDAH GA JOMBLO LAGI!!!"

__ADS_1


__ADS_2