Jungkir Balik Dunia Jihan

Jungkir Balik Dunia Jihan
part -14


__ADS_3

Anta fokus bermain game di ponselnya sambil mendengarkan Fajar dan anak kelas 12 IPA 3 konser dadakan di kantin karena jam kosong


"Pergilah kasih.... kejarlah keinginanmu....


Selagi masih ada waktu.."


Jreng... Jreng


Fajar sedang bernyanyi tapi langsung disuruh berhenti oleh Kevan, "Jones loe, biar gue aja"


Jreng.. jreng


"Pergilah kasih... kejarlah selingkuhanmu...


Selagi masih hiduuuuuup....."


"Anjir si Kevan" pekik Mario


"Pada ga jelas." Dion kembali fokus menatap layar ponselnya ia sedang berselancar di media sosial tidak sengaja membuka instagram milik Jihan.


Tangan Dion membuka profil gadis itu, membuka postingan Jihan, ada beberapa foto gadis itu bersama teman dan keluarganya.


Manis


Fajar yang duduk di atas meja tidak sengaja melihat Dion sedang fokus menatap ponselnya dimana postingan foto Jihan terpampang nyata di layar ponsel Dion. Fajar mengulum senyum kembali mengambil alih gitar di tangan Kevan


"Gue pengen nyanyi Khusus buat temen gue yang lagi jatuh cinta" ucap Fajar bersiap memetik senar gitar di tangannya


Jreng... Jreng


"Ku tak suka dirimu


Tak senang setiap kau ada


Mengapa semua berbeda?


Kini kau buat aku merindu"


"Ku tak pernah berharap


Senyummu hadir di mimpiku


Tapi apa daya bila kamu


Yang Tuhan kirimkan untukku"


"Antara nama-nama


Yang datang dan pergi


Lama-lama aku jatuh hati kepadamu


Orang yang paling kubenci"


"Apakah ini tanda-tanda?


Benciku berubah jadi cinta


Bila memang dirimu takdirku


Izinkanku jatuh cinta


(Izinkan aku jatuh cinta)"


Dion melirik Fajar sekilas, yang di tatap malah sibuk bernyanyi. Mengapa Dion merasa temannya itu sedang menyindirnya.


"Dasar ga jelas" ucap Dion sambil berlalu meninggalkan teman-temannya


****


Jihan dan kedua sahabatnya langsung pergi ke kantin. Ulangan matematika tadi membuat kepala mereka sedikit berdenyut nyeri gara-gara Endo cs lupa mengerjakan PR satu kelas langsung kena eksekusi ulangan dadakan, parahnya lagi soal ulangannya dari materi kelas 10 persamaan linear, Trigonometri dan antek- anteknya. Gimana kagak puyeng kepala mikirin jawabnya.


Juwi menandaskan sekotak jus yang baru di belinya, "pak Gibran keterlaluan.. gue yakin bakal remedi "


"Kepala aku sakit, abis ini aku mau ke UKS aja" keluh Tiara


Diantara keduanya Jihan terlihat paling santai, yaialah doi pernah ikut olimpiade matematika beberapa bulan lalu rumus matematika dari Aljabar sampe Aldebaran udah di dalem kepalanya semua.


"Kamu mah enak Ji..." Kata Juwi


Jihan hanya tersenyum samar, "itung- itung kita mengulang materi Ju pasti banyak yanh lupa." Senyum Jihan langsung pudar saat melihat Airin dan teman- temannya

__ADS_1


Jihan yang masih trauma langsung pucat saat Airin cs berjalan ke arahnya. Menyadari perubahan Jihan, Tiara langsung merangkul Jihan dan Juwi siap pasang badan menghadapi kekelnya itu. Jujur aja nih ya Juwi udah gedek banget rasanya pengen di..hiiih gitu. Paham kan ya


"Mau apa loe?" Tanya Juwi sinis saat Airin sudah berhenti di depan mereka.


"Gue ga ada urusan sama loe" jawab Airin nyolot


"Jelas jadi urusan gue, gara- gara loe temen gue trauma."


"Ck! Gue ke sini cuma mau bilang sorry"


Jihan, Tiara dan Juwi mengedipkan mata mereka berkali- kali, tidak percaya. Seorang Airin bilang 'sorry' wah kesambet dimana tuh mak lampir


"Bilang apa tadi?" Tanya Juwi agar Airin mengulanginya lagi takut kalau saja pendengarannya tersumbat rumus gara-gara ulangan matematika tadi.


"Ga ada siaran ulang." Airin dan pengikutnya langsung berlalu meninggalkan Jihan dan kedua sahabatnya yang masih tidak percaya


"Kak Airin abis kesambet dimana?" Tanya Tiara setelah Airin sudah jauh dari mereka


"Ya kali Mak lampir kesambet siapa yang mau Ra, kunti aja takut sama dia" cibir Juwi


"Tapi kok tiba- tiba minta maaf sih... Jangan- jangan,-" Tiara tidak melanjutkan ucapannya membuat Jihan dan Juwi bertanya-tanya, "apa?"


"Itu kak Dion kan?" Kata Tiara


"Mana?" Tanya Juwi yang paling bersemangat


"Arah jam 3" bisik Tiara


Jihan dan Juwi langsung melirik ke arah yang dimaksud dan benar saja Dion sedang bersandar di dinding sambil menatap lurus ke arah mereka.


"Jangan bilang kalau kak Dion yang nyuruh mak Lampir minta maaf" ujar Juwi


"Fix, Ji kak Dion suka sama kamu Ji" kata Tiara yang langsung mendapat tatapan maut dari Jihan


"Ngaco"


"Ga ada yang berani sama Airin Ji, kecuali anak Maxloska secara Airin pacar kak Anta. Kalo kak Dion ga turun tangan ga mungkin Ji Airin mau minta maaf sama kamu" jelas Juwi


Jihan diam ia tidak berani melirik Dion karena masih takut dengan lelaki itu, Tapi perkataan Juwi barusan berhasil mengusik pikirannya.


apa mungkin,..


****


Jovan kini sedang menempuh pendidikan Sarjana Informatika disalah satu universitas bergengsi di kota pelajar makanya jarang pulang.


"Abang..... Jian kangen" Jihan langsung memeluk Jovan saat tiba dirumah


"Adikku yang imoet" balas Jovan


"Abang kapan pulang?"


"Kemaren"


"Kok ga bilang?"


"Males pasti kamu mau nitip oleh-oleh kan? Abang males keluar Ji, capek banyak tugas"


Jihan mencebik kesal, baru aja beberapa detik lalu kangen-kangenan kakaknya sekarang udah ngeselin, "tau akh abang nyebelin"


"Uluh- uluh udah gede Ji udah punya suami masih aja ambekan. Abang jadi penasaran gimana sabarnya Anta ngadepin kamu"


What!!!! Tolong tarik kata- katamu bang, boro- boro sabar menghadapi Jihan yang ada Anta ga peduli sama Jihan . tapi bentar deh kayanya Anta emang sabar sih bang buktinya dia ngurusin Jian waktu sakit, perhatian juga pas Jian mimpi buruk walaupun lebih banyak ngeselinnya sih tapi tetep aja perlakuan kecil Anta bikin jantung Jihan mendadak dugem.


Melihat Jihan yang tiba- tiba diam Jovan langsung menjahili adiknya itu dengan merebut ponsel Jihan yang ada di saku bajunya.


"Abang!!!! Hape Jian balikin!!!!!"


Jihan berusaha merebut ponselnya yang kini berada di tangan Jovan. Karena posturnya kalah tinggi Jihan sulit meraih ponselnya.


Sebenarnya tidak ada hal- hal aneh di ponsel Jihan, hanya saja Jovan jahilnya ga ketulungan. Terakhir kali lelaki itu meminjam ponsel Jihan, ia dibuat malu karena Jovan mengunggah foto aibnya di media sosial. Kan ngeselin!!!


"Bang!!! Balikin"


"Bentar doang Ji, yaelah pelit amat ama abang sendiri"


"Abang punya hape sendiri ngapain sih pake hape Jian segala"


"Bentar abang pengen liat chat bucin kamu sama Anta"


"Ga ada bang! Jihan ga pernah chatan sama Anta"

__ADS_1


"Kok ga bisa ga pernah chatan? Kamu namain kontak Anta apa? My husband, my love, my hunny?"


Jihan bergidik ngeri mendengar sebutan yang dilontarkan Jovan, walaupun Anta suaminya tapi Jihan tidak akan menamai kontak lelaki itu dengan sebutan manis bin romantis.


"Ngapain sih chatan bang orang ketemu tiap hari juga "


"Jangan samain orang udah nikah sama pacaran Van, pasti bedalah bucinnya bukan lagi pake kata- kata tapi pake tindakan" kata Sylla yang ikut nimbrung bersama kedua anaknya


"Serius Ji?"


"Makanya nikah biar tau" kata Jihan sewot


"Dih mentang- mentang udah nikah, denger ya biar begini-begini pacar abang banyak, yang suka sama abang ngantri. Pagi jalan sama bunga, siang sama Dara , malem sama Siska, besoknya lagi masih ngantri yang mau di ajak kencan. Emangnya kamu seumur hidup cuma sama Anta doang" sahut Jovan membanggakan diri


"Jovan"


"Aduh ma ,sakit"


Jihan terbahak saat melihat Jovan di jewer oleh sang mama, rasanya puas sekali melihat abangnya itu menderita.


"Mama ga pernah ya ngajarin kamu kaya gitu sama perempuan. Harusnya kamu setia ga boleh ngasih harapan palsu kaya gitu, ga baik sayang"


"Namanya juga usaha mencari jodoh ma,.."


"Jo...'


"Iya ma ampun"


Jihan masih tertawa puas melihat wajah Jovan menderita, "lanjutkan ma sampai Negara api menyerang."


****


Rencananya malam ini Jihan dan keluarganya ada acara dinner disalah satu restoran. Mereka baru saja tiba lalu duduk manis di meja yang sudah dipesan.


Jihan tampak antusias dengan dress navy selutut Jihan tampak cantik malam ini. Ia sangat senang akhirnya setelah sekian lama ia bisa berkumpul dengan keluarganya. Karena setelah menikah dan pisah rumah momen jalan bareng keluarganya sudah jarang di lakukan karena papa sibuk kerja dan Jovan yang sibuk kuliah diluar kota.


"Ma, nunggu siapa?" Tanya Jihan yang sedari tadi melihat sang mama melirik ke arah pintu masuk


"Personilnya kurang lengkap Ji"


"Perasaan formasinya udah lengkap deh ma"


Sylla menoleh pada putrinya, "durhaka kamu Ji, suami sendiri dilupain"


Jihan membulatkan matanya, "mama ngajak Anta.."


"Ji, dia suami kamu, anak mama sama papa juga, dia udah jadi bagian keluarga kita sayang"


Jihan menghembuskan nafasnya , suka tidak suka itu kenyataannya.


"Nah itu Anta.." kata Ardi


Jihan mengikuti arah pandang sang papa mendapati seorang laki-laki masuk ke dalam restoran berjalan ke arah meja mereka.


Mata Jihan tak berkedip melihat Anta, jika biasanya lelaki itu cukup dengan setelan kaos dan jaket tapi malam ini Anta mengenakan kemeja slim fit berwarna Navy lengkap dengan jeans dan sneaker berwana putih. Terlihat lebih tampan dari biasanya.


"Ngeliatinya biasa aja dong Ji" goda Jovan


Jihan mengumpat pelan, ini rasanya menjitak kepala abangnya itu dari dulu ga pernah berubah senang sekali menggodanya.


"Mah, pah.." Anta menyalimi tangan kedua orangtua Jihan dan bertos ria dengan Jovan.


"Ehem, kita doang nih.. Jihan enggak salim gitu?" Goda Jovan yang langsung dapet tatapan permusuhan dari Jihan.


Jihan mendadak gugup saat Anta mengulurkan tangannya, mau tidak mau Jihan meraihnya dan menempelkannya di pipi.


Saat Jihan hendak melepaskan tangannya, Anta justru menarik Jihan dan mendaratkan kecupan singkat di pucuk kepala gadis itu.


Perlakuan Anta membuat tubuh Jihan lemas seketika. Degub Jantungnya sudah tidak karuan, jangan lupakan pipi Jihan yang sudah merah padam ngalahin merahnya udang rebus yang ada di meja makan.


Allahuakbar Anta!!!! Bisa ga sih ga bikin anak perawan orang baper


"Anjir!!!! Woy liat-liat dong ada jomblo disini" kata Jovan


"Aaaaa mama jadi baper" ujar Sylla sambil menatap suaminya yang tersenyum senang melihat kemesraan anak dan menantunya itu sementara Jovan mesem-mesem nyesel ga ngajak gebetan.


"bajunya juga couple lagi" ledek Ardi


Jihan melirik sekilas , benar ucapan papanya mereka sama-sama menggunakan baju berwarna Navy yang membuat mereka terlihat seperti pasangan serasi padahal janjian juga enggak.


"cieeeeee..., Jantung aman Ji?" Ledek Jovan yang ingin sekali mentertawai keadaan adiknya yang sungguh sangat lucu menurutnya.

__ADS_1


Jihan mendelik kesal, tidak tahukan Jovan saat ini jantung Jihan masih ajeb- ajeb, pipinya panas, dan yang paling parah Jihan jadi salah tingkah gara- gara perlakukan Anta tadi.


Kalo begini caranya Jihan jatuh cinta beneran kan jadinya.


__ADS_2