
Jihan, loe pacaran ya sama kak Dion?"
Jihan menatap Ira teman sekelasnya, gosip dari mana tuh bocah, fitnah tuh!!! boro-boro pacaran ketemu aja Jihan takut.
"Kenapa Ra?" Tanya Tiara
"Itu kak Dion di depan nyariin si Jihan" jawab Ira
Jihan melotot seketika, begitu juga dengan Tiara dan Juwi yang saling pandang tidak percaya
"Ji"
"Sumpah aku ga ada apa-apa sama kak Dion"
"Santai Ji, kita tau kok. Udah gih temuin" kata Juwi
"Tenang kita pantau dari jauh" lanjut Tiara
Jihan mengangguk pasrah, setelah merapalkan doa keselamatan ia bangkit dari tempat duduknya lalu keluar kelas menemui Dion.
Dion bersandar di dinding dekat pintu, la langsung merubah posisinya saat melihat Jihan keluar.
"Kakak nyari saya?" Tanya Jihan hati- hati biar bagaimanapun hubungan mereka sebelumnya kurang baik
"Emangnya di kelas 11IPA1 ada berapa orang yang namanya Jihan Arsylla?"
"Eh-" Jihan kaget bagaimana lelaki didepannya itu bisa tau nama panjangnya
"Ga usah kaget gitu." Kata Dion yang tersenyum pada Jihan ia gemas sekali melihat ekspresi kaget gadis itu
"Ada perlu apa ya kak?" Tanya Jihan ia tidak ingin berlama- lama berada di dekat Dion apalagi banyak tatapan mata julid yang sedari tadi melihat ke arah mereka.
"Ga ada, cuma mau liat loe doang"
"Hah?"
Dion semakin gemas melihat gadis didepannya itu, benar kata Fajar kali ini ia setuju dengan panggilan yang disematkan oleh sahabatnya itu pada Jihan yaitu 'dede gemes' karena memang se-menggemaskan itu ekspresinya
Jihan dibuat bingung dengan sikap Dion yang aneh dari biasanya, " Oh ya sebelumnya aku mau ngucapin makasih kakak udah nolongin aku waktu itu"
"Makasih doang nih?"
"Hah?"
__ADS_1
Astaga gadis ini kenapa dari tadi hobinya kaget terus sih, mana ekspresinya lucu banget lagi jadi pengen dikarungin kan.
"Ma-maksud kakak?" Tanya Jihan gugup ia takut jika lelaki didepannya menuntut balas budi, balas jasa ataupun balas tenaga karena sudah menggendong Jihan waktu itu lumayan kan dari gudang belakang ke UKS apalagi Jihan mayan berat sekitar 46kg lah belom termasuk dosanya.
"Loe mau bilang makasih kan karena gue udah nolongin loe?"
Jihan mengangguk
"Kalo gitu loe harus traktir gue makan di kantin."
"Hah?"
Jihan yang belum sempat menyetujui permintaan gila lelaki itu di buat makin shock saat tangan kekar milik Dion menariknya mengajak Jihan ke kantin
Ya gusti!!! Drama apalagi ini, batin Jihan
****
Jihan masih terbengong-bengong di kantin, bagaimana bisa ia ditarik paksa oleh Dion, dan yang bikin tambah aneh adalah sikap lelaki itu jadi berubah drastis padanya dari yang kalo ketemu pengennya nerkam Jihan sekarang malah jadi SKSD begini. Haduh nii orang lupa minum obat kali ya
Situasi ini benar- benar membuat Jihan tidak nyaman, ia merasa seperti di kuliti hidup- hidup oleh puluhan bahkan ratusan pasang mata yang melihatnya duduk berdua dengan Dion di kantin. Entah siapa lagi yang akan melabraknya nanti
"Loe mau pesen apa?" Tanya Dion karena sedari tadi Jihan hanya diam
"Gue perhatiin loe sering beli bakso urat kayanya itu makanan favorit loe deh, bentar ya gue pesen dulu." Dion berdiri menghampiri kedai bakso mang Soleh, bakso urat best seller di GHS
Tak lama Dion kembali dengan dua gelas Jus melon ditangannya lalu menyodorkan salah satunya pada Jihan, "ma-makasih kak"
Dion tersenyum pada Jihan, "gue mau minta maaf selama ini gue selalu bersikap kasar sama loe"
Jihan membulatkan matanya, kenapa dari kemaren banyak yang minta maaf padanya perasaan lebaran masih lama deh.
Karena bingung Jihan hanya mengangguk saja.
"Anjir!!!!!! Bang Dion ngakunya ke toilet taunya berduaan sama cewek, dede gemes lagi"
Keduanya menoleh saat Fajar dan yang lainnya menghampiri meja mereka.
Jantung Jihan berdebar kencang saat mendengar suara Fajar tadi, sudah pasti kalau ada Fajar pasti ada Anta dan antek- anteknya di sana. Tapi kenapa cuma ada Fajar, Kevan dan Mario. Terus Anta dimana?
Lega
itulah yang dirasakan Jihan saat ini, ia merasa lega saat tidak melihat Anta diantara gengnya. Kenapa kesannya Jihan kaya lagi selingkuh ya, tapi itulah yang Jihan rasakan sekarang ia takut Anta melihat dirinya duduk berduaan dengan Dion walaupun sekarang bukan lagi berduaan tapi udah berlimaan.
__ADS_1
entahlah Jihan tidak mengerti mengapa ia tidak ingin Anta melihat dirinya bersama lelaki lain ya walaupun itu teman- teman Anta sendiri. Rasanya Jihan takut Anta salah paham padanya. ya walaupun Jihan sadar bukan dirinya yang ada di hati lelaki itu tapi Jihan ingin menjaga perasaan Anta terlepas apapun statusnya bagi lelaki itu
Sebelah tangan Jihan sibuk mengetik pesan di ponselnya meminta bala bantuan teman-temannya supaya bisa segera pergi dari sini.
Sumpah Jihan sudah tidak tahan lagi jadi orang beruntung yang berada disekitar Dion cs. Bukannya tidak bersyukur tapi hidupnya kini sudah tak sedamai dulu.
"Gercep bro" ujar Kevan
"Giman kabarnya Ji?" Tanya Fajar basa basi
"Ba-baik kak"
"santai aja kali Ji, ga usah gugup gitu" kata Fajar yang melihat gelagat aneh adik kelasnya itu, Fajar menduga Jihan pasti masih takut dengan Dion mengingat bagaimana sikap sahabatnya itu beberapa waktu lalu pada gadis disebelahnya ini. wajar kalau Jihan merasa tidak nyaman
Jihan hanya tersenyum samar pada Fajar, bagaimana bisa santai kalau keadaannya begini. Jihan terus menoleh ke segala arah takut tiba-tiba Anta datang ke kantin
Astaga, Jihan mau gila rasanya. Kenapa jadi begini sih. Ya Allah Juwi sama Tiara mana sih
"Ji, kamu di panggil bu Ina.." kata salah satu teman kelas Jihan yang lewat dekat didepannya
"Serius? Okeh aku ke sana sekarang!!" Sahut Jihan bersemangat terlepas itu benar atau tidak yang penting sekarang waktunya kabur.
"Kak, aku duluan ya.." pamit Jihan yang langsung bangkit
"Tapi loe belom makan" kata Dion
"Gampang kak, aku dicari bu Ina. Duluan ya semuanya" dengan langkah lebar Jihan langsung pergi ke luar tanpa menanggapi panggilan Dion Cs.
"Hati- hati dede gemes" teriak Fajar yang langsung menoleh pada Dion yang kini menatap kesal padanya, "ngape?"
Dion tak menggubris tapi terlihat dari raut wajahnya lelaki itu sepertinya sedang kesal .
"kalo mau deketin anak orang tuh ya slowly but sure jangan langsung frontal begini bro, loe nakutin anak orang tau ga" ujar Fajar
Dion menatap Fajar sekilas tak mengerti maksud ucapan sahabatnya itu.
"Lah loe mau kemana Ion?" Tanya Kevan saat Dion bangkit hendak pegi
"Ganggu loe"
"Dih baperan loe ion" sahut Mario yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya melancarkan aksi pedekatenya sama Tiara
"Pergilah kasih kejarlah dede gemesmu..." teriak Fajar yang langsung mengundang tawa teman- temannya sementara Dion hanya mendengus kesal.
__ADS_1
Punya temen laknat amat ya mulutnya.