Jungkir Balik Dunia Jihan

Jungkir Balik Dunia Jihan
Part-01


__ADS_3

Jihan melangkahkan kakinya masuk ke ruang kelas, suasana masih sangat sepi mengingat ini masih jam 6.30 pagi. Jihan sengaja datang lebih awal karena hari ini ada ulangan matematika ia ingin sedikit mengulang materi yang sebenarnya sudah ia hafal di dalam kepalanya.


"Morning epribadeeh"


Jihan mendongak dilihatnya Endo salah satu teman kelasnya si biang onar memasuki kelas.


"Pagi banget udah dateng Ji.." kata Endo yang langsung merebahkan kepalanya diatas meja


Jihan tak menyahut karena percuma si empu sudah berlayar ke lautan mimpi begitulah Endo, datang ke sekolah lebih banyak dihabiskan untuk tidur .


Jihan kembali berkonsentrasi pada buku didepannya. Satu persatu teman sekelas Jihan mulai berdatangan membuat suasana yang tadinya sepi menjadi riuh.


"Morning my bestie"


Jihan tersenyum saat sahabatnya Tiara yang baru saja datang langsung merangkulnya.


Tiara Salsabila salah satu sahabat terbaik Jihan sejak sekolah menengah pertama gadis semampai dengan wajah cantiknya membuat Tiara di juluki primadona kelas 11 IPA 1.


berbeda dengan Jihan, jika di bandingkan semua orang mengakui Tiara lebih cantik dari Jihan, tapi gadis dengan berlesung pipi itu memiliki daya pikat tersendiri, mata bulatnya yang selalu menatap teduh dan senyum manisnya yang membuat siapa saja nyaman berada didekatnya.


"Morning juga" balas Jihan dengan senyum manisnya


"Ji, nanti istirahat temenin ke kelas ka Anta yuk" kata Tiara dengan puppy eyes-nya menatap Jihan


"Ngapain sih Ra tiap hari nyamperin cowok ga jelas kaya gitu" cibir Jihan


"Ga jelas gimana sih Jihan, ka Anta itu jelas.. udah good looking, tajir dan yang penting dia itu the most wanted di sekolah kita"


Jihan hanya geleng-geleng kepala, "tukang onar kaya gitu kamu bilang good looking,.."


"Kenapa sih Ji, tiap bahas ka Anta kamu tensi banget. Jangan-jangan kamu diam-diam naksir ka Anta lagi"


Jihan langsung mengangkat sebelah tangannya mengetuk kepalanya lalu beralih mengetuk meja, "amit-amit naksir modelan begitu.. sampa matahari terbit di barat, kucing beranak kadal gak bakalan aku naksir sama orang kaya gitu, tukang bolos, tukang tawuran, playboy cap kuda liar gitu.."


"Hati-hati kena karma Ji"


Jihan mendengus kesal menatap Juwita salah satu sahabatnya yang baru saja datang.


Juwita Maharani, kalau kalian mengira Juwi ini spesies gadis cantik nan anggun kalian salah besar, berbeda dengan Tiara yang lemah lembut Juwi terlihat sedikit lebih tomboi dan agak cuek. Sebagian orang yang belum mengenal Juwi akan menilai gadis itu angkuh tapi sebenarnya Juwi gadis berperasaan halus tapi ia menutupi itu dengan sikap angkuhnya. Kata Juwi ia tidak ingin terlihat lemah terutama didepan kaum laki-laki.


"Tau nih Jihan, sensi banget kalo udah bahas ka Anta" timpal Tiara tidak terima kalau lelaki yang ditaksirnya di hina-dina oleh sahabatnya sendiri


"Tapi loe juga ga usah terlalu memuja si Anta juga kali" kata Juwi


"Ihhh.. sirik bilang Bos!!!" Cibir Tiara

__ADS_1


"Dih, sirik sorry ya pacar gue lebih cakep kemana- mana dari pada si Anta" Juwi membanggakan Juna kekasihnya yang merupakan kapten tim Futsal di GHS


"Ih mata kamu udah minus apa katarak, jelas lebih gantengan ka Anta pake kuadrat malah" Tiara tak mau kalah


"Gantengan Juna"


"Juna ganteng tapi kalo di urut mungkin peringkatnya udah sepuluh ke bawah"


Jihan hanya menghela nafas sambil menutup telinganya, ia mencoba fokus menatap bukunya tidak ingin mendengarkan Tiara dan Juwi yang masih berdebat.


"Udah akh capek, "kata Tiara tidak ingin meladeni Juwi, ia merangkul Jihan yang sedang sibuk belajar, "Ji kamu mau kan nemenin aku ke kelasnya ka Anta?" Tiara masih melancarkan aksi merayunya pada Jihan


"Sama Juwi ajalah"


"Ohh No" Juwita menyilang kedua tangannya di dada, "gue ada janji sama pacar gue"


"Tuh kan Ji, ayolah nanti aku traktir bakso urat mang Soleh deh, ya.. ya.. ya.. please..." Kata Tiara


Jihan menatap Tiara sekilas tak bisa menolak keinginan sahabatnya itu"Iya. . Iya..."


"Yesss!!!"


*****


Bel istirahat berbunyi sesuai janji Jihan menemani Tiara pergi ke kelas Antariksa di kelas 12 IPA 3


Jihan yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, tidak habis pikir kenapa Tiara harus se-fanatik itu mengangumi seorang Antariksa. Setiap hari ada saja yang dibawa gadis itu untuk di berikan pada Anta.


Jihan ingat saat Anta berulangtahun beberapa bulan yang lalu, Tiara membelikan hadiah untuk lelaki itu tak tanggung-tanggung Tiara memberikan sebuah jaket keluaran brand ternama untuk Anta, bahkan Jihan di buat tercengang dengan harganya.


Sebenarnya bukan hanya Tiara, sahabatnya itu hanya satu dari sekian makhluk di Galaxy High school atau lebih populer disingkat GHS yang mengagumi pesona seorang Antariksa. Entahlah Jihan tak paham bagian mana dari Anta yang membuat anak gadis berteriak histeris jika bertemu dengan lelaki itu.


Jihan dan Tiara kini berada di lorong menuju kelas dua belas, Tiara yang terlalu senang berjalan mundur sambil ngobrol dengan Jihan.


Brukk!!!!


Tiara hampir jatuh karena menabrak seseorang kalau tidak di pegang oleh Jihan.


"Woy kalo jalan pake mata!!"


Tiara menegang saat tahu yang ditabraknya adalah Anta and the genk dan barusan yang membentaknya adalah Dion salah satu sahabatnya Anta.


"M..maaf kak aku ga sengaja" kata Tiara dengan suara bergetar karena shock


"Maaf loe bilang...."

__ADS_1


"Ion, udah kali kasian tuh dede cantik ketakutan" sela Fajar yang tidak tega melihat Tiara sudah pucat dengan mata memerah menahan tangis


"Ngelunjuak kalo di baikin" Mario mengompori


Dion mendengus kesal sementara ketua genk mereka masih diam saja sama sekali tidak bergeming seolah hal yang terjadi didepannya bukanlah sesuatu yang menarik perhatiannya.


"A..aku minta maaf ka" lirih Tiara lagi


"Loe..."


Jihan yang sedari tadi diam akhirnya tidak tahan lagi ketika melihat Tiara menangis, entah dari mana keberanian itu datang akhirnya ia menyela ucapan Dion, "dia udah minta maaf kali kak ga usah diperpanjang. Lagian jalan tuh pake kaki bukan pake mata"


"Heh loe diem ya!" Dion menatap tajam ke arah Jihan tak suka jika ada yang menyela ucapannya


"Mana bisa aku diem sementara temen aku diperlakukan kaya begitu. Dia ga sengaja nabrak dan dia udah minta maaf, kelar kan??? Lagian yang di tabrak juga bukan kakak, kenapa nyolotnya ngalahin emak-emak komplek sih"


Fajar ingin tertawa mendengar ucapan Jihan sementara Dion mengepalkan tangannya menahan amarah.


"kenapa kak, kesel? sama aku juga"


"Ji, udah Ji ga enak di liatin lagian aku yang salah" Tiara mencoba menarik tangan Jihan tapi ditepisnya


"Iya aku tau kamu salah, tapi ga usah di bentak- bentak juga.." Jihan masih tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu, "dan kamu" ucapnya sambil menunjuk Antariksa yang membuat keempat sahabatnya membelalakan mata tak percaya, baru kali ini ada adik kelas perempuan pula berani menunjuk seorang Antariksa Ravindra, dia ga tau apa siapa Antariksa??


"Ngomong dong jangan kaya patung hidup, kamu yang di tabrak kenapa jadi ajudan kamu yang jadi juru bicara"


"Ji, udah.." Tiara kembali menarik tangan Jihan


"B*ngs**!!! Loe pikir loe siapa berani kaya gitu" Dion meneriaki Jihan tepat didepan muka gadis itu


Jihan mengedipkan matanya beberapa kali tubuhnya menegang ditempat ia paling tidak bisa di bentak.


Sebelah tangan Anta menahan Dion, "Dia urusan gue" kata Anta dengan suara beratnya


melihat Jihan yang sepertinya shock Fajar meminta Tiara untuk pergi "Bawa temennya dede cantik"


"Permisi kak, Ayo Ji" Tiara menarik tangan Jihan, gadis itu pasrah karena masih terlihat sangat shock


"Ion, loe keterlaluan anak orang bisa sawan loe bentak kaya tadi " ujar Fajar yang tidak tega melihat kedua gadis tadi, sebenarnya kejadian tadi hal sepele tapi karena mood Dion lagi kurang bagus jadilah kedua gadis tadi jadi pelampiasan kekesalan Dion


Dion hanya mengangkat bahunya acuh, kelima lelaki itu melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin.


Tiara mengajak Jihan ke taman sekolah, gadis itu masih diam saja sama seperti tadi, "Ji, maafin aku ya.. kamu jangan diem terus kaya gini dong , aku takut ngeliatnya"


Jihan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tangisnya pecah ia paling tidak bisa di bentak, bawaannya pengen nangis aja kalo abis dibentak.

__ADS_1


"udah ya Ji ... Jangan nangis Ji lagi.."


Gimana part pertama, suka? jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2