
Lapisan Keenam Alam Sage
“Sial!”
Chu Yuan mengutuk semua orang yang menggunakan kemampuan waktu karena itu sangat sulit dilawan. Ia bisa melepaskan diri dari kemampuan penghentian waktu Ren Yuu. Tetapi itu membutuhkan waktu 0,3 detik. Namun dalam waktu itu, serangan yang mengarah padanya di percepat sehingga ia tidak bisa bereaski sama sekali.
Bom! Bom! Bom!
Ren Yuu menatap ratusan ribu serangan yang diarahkan kepada Chu Yuan. Sekuat apapun Chu Yuan, dia pasti akan terluka parah menerima semua serangan itu secara langsung hanya mengandalkan armor api yang dia padatkan.
Di tangan kanan Ren Yuu, Soul God Hammer muncul. Ini adalah rencananya yang sebenarnya karena ia tau bahwa Chu Yuan tidak akan tewas hanya dengan serangan seperti itu.
Semua kekuatan spiritual yang bisa ia tarik dari Jiwa Abadi miliknya disalurkan ke dalam palu yang membuat palu tersebut memancarkan sinar seperti sebuah pilar cahaya ke arah langit.
Ruby yang sudah tau apa yang hendak dilakukan oleh Ren Yuu, mengendalikan Menara Kegelapan dan membuat Armor Dark Knight untuk Ren Yuu menggunakan kekuatannya.
“Dark Hole!”
Deg!
Ren Yuu muncul di dalam ledakan dan semua bekas ledakan tentu mengenai tubuhnya. Namun dengan Armor Dark Knight, ia masih dapat menahannya.
“Soul Breaking Hammer!”
“Soul Summon!”
Ren Yuu yang muncul tepat di depan Chu Yuan yang terluka, langsung mengayunkan palunya sekuat tenaga. Hanya dengan cara ini ia akan dapat dengan mudah membunuh Chu Yuan bersama dengan kelompoknya, yaitu dengan guncangan jiwa.
Chu Yuan yang sedang terluka parah, masih menyilangkan kedua lengannya untuk bertahan. Ia melihat kedatangan Ren Yuu tetapi ia hanya bisa bertahan karena merasa serangan Ren Yuu hanya akan sekuat salah satu dari Tier Divine God Mid, dan ia yakin jika itu hanya satu serangan, itu tidak akan mengancam nyawanya.
Blar!
Ketika Soul God Hammer mengenai tubuh Chu Yuan, ia merasakan sesuatu yang mengerikan. Jika ia tau bahwa Ren Yuu memiliki Jiwa Abadi, ia tidak akan berani menahannya secara langsung.
Tetapi itu semua sudah terlambat. Saat guncangan jiwa terjadi, Jiwa Bai Gon langsung menembus ke dalam kepala Chu Yuan.
Karena adanya guncangan jiwa yang dialami oleh Chu Yuan, tidak sulit bagi jiwa Bai Gon melakukannya.
__ADS_1
Wusssh!
Jiwa Bai Gon langsung menembus kepala Chu Yuan. Itu membuatnya membatu di tempat dan tampak seperti orang idiot.
Wusssh!
Dari segala arah yang berbeda, lima eksistensi Tier Divine God Mid muncul dan langsung menyerang ke arah Chu Yuan menggunakan pedang bersama-sama karena mereka hanya memiliki satu kesempatan yang diberikan oleh Ren Yuu.
“Mati!”
Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!
Kelima pedang menusuk di tempat yang berbeda, kepala, jantung, hati, inti iblis dan yang terakhir adalah sekitar perut, yaitu saluran utama meridian.
Chu Yuan tersadar dari guncangan jiwa dan merasakan sakit di banyak tempat. Ia bahwa dalam waktu beberapa detik lagi ia akan tewas. Ia juga tidak bisa meledakkan diri karena jantung, inti dan hatinya telah di tikam.
“Kalian.. akan tewas di tangan Klan... Jin!”
Saat mengatakan itu, Chu Yuan kehabisan daya hidupnya.
Ren Yuu langsung mengarahkan Soul God Hammer ke arah tubuh Chu Yuan dan menarik jiwa Chu Yuan secara paksa ke dalam Soul God Hammer.
Dung!
Soul God Hammer bersinar kembali dan perlahan menyusut sedikit. Ini seperti mengkompres palu tersebut, daya ledak serangan yang akan diberikan meningkat lebih besar dari yang seharusnya.
“Kekuatan jiwaku meningkat lagi dan hampir mencapai puncak Tier Divine God Mid.” Batin Ren Yuu. Ia tentu senang dengan peningkatan kekuatan spiritualnya. Jika ia bisa menyerap satu eksistensi seperti Chu Yuan sekali lagi, bisa dipastikan bahwa ia bisa menekan eksistensi Tier Divine God Mid dengan menggunakan kekuatan spiritual.
Untuk jiwa Bai Gon pun, itu telah mencapai Tier Divine God Mid normal, yang artinya, dia bisa bertarung dalam waktu yang cukup lama melawan eksistensi Tier Divine God Mid biasa.
“Kami menang?”
“Bagus!”
“Kita akhirnya menjatuhkan Lapisan Keenam Alam Sage!”
Para jiwa bersorak keras dan langsung menatap ke arah semua iblis yang tersisa. Jumlah mereka tidak lagi menxlaia angka 10.000 dan tidak akan sulit menjatuhkan mereka semua.
__ADS_1
“Bunuh!” Salah satu jiwa Tier Divine God Early langsung berteriak lalu menerjang ke arah para iblis. Jiwa lainnya langsung bereaksi dan menyerang ke arah para iblis karena mereka harus membereskan semua iblis tanpa tersisa.
Ren Yuu menatap hal itu dengan tatapan acuh tak acuh. Ia sangat kelelahan saat ini. Mungkin butuh waktu lama agar qi, hukum dan mentalnya pulih.
“Ayo beristirahat untuk beberapa waktu. Rencana untuk menjatuhkan Lapisan Ketujuh Alam Sage akan dilakukan setelah aku memasuki Menara Kebangkitan Kaisar Jiwa.” ucap Ren Yuu dengan nada lelah.
“Ya, pergilah ke sana. Aku akan pergi ke Soul Prison bersama dengan Sui Meiyin dan yang lainnya untuk merekrut semua jiwa serta memberikan Mata Air Abadi kepada Sui Meiyin. Dengan begini, kekuatan tempur kita akan lebih meningkat lagi.” ujar Liao Di.
Ren Yuu mengangguk kecil dan langsung turun ke permukaan tanah untuk memulihkan sedikit kekuatannya terlebih dahulu dan setelah itu ia berencana pergi ke Menara Kebangkitan Kaisar Jiwa untuk mempelajari pecahan hukum Samsara Kehidupan dan Kematian.
Liao Di yang masih memiliki kekuatan, memimpin banyak jiwa bersama dengan Sui Meiyin untuk pergi ke Soul Prison. Sementara yang lainnya memulihkan kekuatan masing-masing.
Para informan tidak berani lagi mendekat karena mereka tau bahwa salah satu dari mereka telah di tangkap sehingga tidak ada yang tau apa yang terjadi di Lapisan Keenam Alam Sage.
**
Permukaan Alam Sage
“Mati!”
Jleb!
Sebuah pedang menebus tubuh salah satu iblis. Ia ingin meledakkan diri ketika di tikam tetapi ia ketakutan karena semua esensi darahnya dan juga yang berasal dari inti tubuhnya diserap dengan kecepatan tinggi.
“Ingin meledakkan diri? Kau tidak akan bisa melakukannya.” ucap sosok pria yang diselimuti oleh kabut hitam. Ia tidak lain adalah Iblis Darah yang memburu Nie En. Dan iblis yang di tikam olehnya tentu saja adalah Nie En.
“Kau.. Raja Iblis tidak akan membiarkanmu pergi!” ucap Nie En dingin dan kekuatan hidupnya perlahan pudar.
Iblis Darah mendengus jijik lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah kepala Nie En.
“Ruang Kehancuran!”
Blar!
Pusaran merah muncul dan itu langsung menarik jiwa Nie En lalu meledakkannya.
“Raja Iblis? Tuan inilah yang menjadi Raja Iblis yang sebenarnya!” ucap Iblis Darah dengan seringai kejam diwajahnya. Ia pun menatap ke arah tempat jauh setelah melempar mayat kering Nie En.
__ADS_1
“Waktunya memasuki Lapisan Pertama Alam Sage!”