
Lapisan Keenam Alam Sage, Soul Prison
“Soul Breaking Hammer!”
Blar!
Sebelum jiwa Tier Divine God Mid tersebut mampu bereaksi, palu Ren Yuu langsung menghantam tepat di tubuhnya.
Ren Yuu yang sedang dalam suasana hati buruk ketika memikirkan Lapisan Ketujuh Alam Sage dan Sheng Mei, tentu tidak akan berbelas kasih saat ini. Selain dari itu, jika ia memberikan keringanan, maka jiwa lainnya pasti akan menuntut banyak hal darinya nantinya.
Inilah yang dipikirkan oleh Ren Yuu, ia harus menunjukkan dominasinya kepada bawahannya agar mereka patuh. Ia tidak akan kejam dengan bawahan yang dapat dipercaya, ia bahkan akan membantu mereka mencapai puncak dan semua kebutuhan mereka semampunya. Namun, jika mereka terlalu banyak meminta bahkan sebelum memberikan sesuatu, lebih baik menyingkirkan bawahan seperti itu karena sudah pasti suatu hari nanti dia akan melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan.
“Black Vortex!”
Dung!
Kekuatan kegelapan langsung menarik jiwa tersebut ketika Ren Yuu mengarahkan telapak tangannya ke jiwa yang mencoba menyerangnya.
Tap!
Blar!
Dengan kejam, Ren Yuu langsung membenturkan kepala jiwa yang ia pegang ke arah permukaan lantai yang membuat Soul Prison berguncang keras karena Ren Yuu tidak menahan diri sama sekali.
“Samsara Of Death!”
Dung!
Aura berwarna emas bercampur merah langsung menutupi kepala jiwa tersebut.
“Arrrrgggh!”
__ADS_1
“Tolong! Lepaskan aku! Aku tidak akan melakukan ini lagi!”
Jiwa itu berteriak keras saat merasakan jiwanya tampak hendak pudar, dan itu adalah inti jiwanya sendiri.
Bahkan tubuhnya yang telah dipadatkan menua dengan kecepatan yang dapat dilihat dengan mata telanjang.
Ren Yuu tidak merespon sama sekali terhadap permohonan jiwa tersebut. Ia harus melakukan hal ini agar jiwa lainnya tidak mencoba menantangnya dan menyerangnya ketika ada kesempatan. Dengan menggunakan satu contoh, sudah pasti jiwa lainnya akan berpikir dua kali untuk mencoba melawannya atau mengkhianatinya.
Tidak sampai sepuluh detik kemudian, tubuh jiwa itupun sudah tua dan kehabisan nafasnya. Dan jiwanya langsung dihancurkan oleh kekuatan Samsara Kematian.
Peristiwa itu disaksikan oleh semua jiwa tingkat tinggi di dalam ruangan. Banyak dari mereka yang memiliki kekuatan Tier Divine God Mid tetapi mereka semua menelan ludah masing-masing ketika melihat apa yang dilakukan oleh Ren Yuu.
Bahkan untuk beberapa jiwa yang awalnya tidak puas langsung menutup mulut dengan patuh karena mereka menyadari bahwa Ren Yuu bukanlah sesuatu yang bisa mereka provokasi.
Berapa banyak eksistensi Tier Divine God Mid yang mampu membunuh eksistensi setara dengannya dalam waktu kurang dari setengah menit? Mereka semua hampir tidak pernah melihatnya.
Dan kini Ren Yuu dengan tingkat kultivasi Tier Divine God Early mampu menghabisi satu jiwa Tier Divine God Mid dalam waktu singkat. Itu menandakan bahwa Ren Yuu memang sangat mengerikan dan ketika mencapai Tier Divine God Mid, mereka yakin bahwa Ren Yuu dapat membunuh eksistensi Tier Divine God Mid layaknya membunuh seekor semut.
Semua jiwa Tier Divine God Mid merasakan jiwa mereka bisa rusak kapan saja. Saat ini mereka semakin takut dengan Ren Yuu karena mereka langsung bisa melacak bahwa Ren Yuu adalah pemilik Jiwa Abadi yang artinya, kecil kesempatan mereka untuk bisa menghabisi Ren Yuu.
Walaupun mereka memang, jika jiwa Ren Yuu berhasil melarikan diri, mereka harus menunggu balas dendam dari Ren Yuu. Itupun jika mereka bisa mengalahkan Ren Yuu saat ini.
Ren Yuu menatap mereka semua satu persatu dan tidak ada yang berani berbicara karena mereka tidak ingin tewas seperti jiwa Tier Divine God Mid sebelumnya yang dengan arogan mencoba menantang Ren Yuu.
Karena tidak ada yang keberatan, Ren Yuu menarik kekuatan spiritual miliknya dan perlahan berjalan kembali ke arah kurismya dengan santai seolah-olah tidak ada yang terjadi sama sekali.
“Begitu mendominasi Ren Yuu!” Dengus Nie Xi Wu.
Ren Yuu yang duduk di kursinya terkekeh kecil.
Sementara Liao Di, Xian Ying, Sui Meiyin dan yang lainnya kenal dengan Ren Yuu hanya bisa tersenyum lebar karena tampaknya apa yang dilakukan Ren Yuu sangat efektif untuk menundukkan pasukan yang baru saja bergabung dengan mereka.
__ADS_1
“Jadi, apakah ada alasan kalian menungguku di ruang pertemuan?” Tanya Ren Yuu langsung ke intinya karena ia ingin membahas tentang Lapisan Ketujuh Alam Sage.
“Ya, ini tentang satu jiwa yang masih dipenjara di Soul Prison. Dan kekuatannya berada di Tier Divine God Peak!” Liao Di berkata dengan nada dalam. Ia hampir saja dibasmi oleh jiwa tersebut saat masuk ke dalam selnya.
Tidak ada yang berani mendekat ke dalam sel tersebut, bahkan Nie Xi Wu tidak mau karena kekuatan Tier Divine God Peak sangat mengerikan.
Jika mereka bertempur kembali, pasukan mereka akan jatuh dalam jumlah yang sangat besar hanya untuk menundukkan satu jiwa. Inilah mengapa mereka membiarkan jiwa tersebut untuk saat ini.
Semua yang ada di sana menunggu keputusan Ren Yuu.
“Apakah dia telah memadatkan tubuhnya?” Tanya Ren Yuu karena inilah yang terpenting saat ini. Walaupun itu adalah jiwa Tier Divine God Peak paling lemah, ia masih tidak bisa mengalahkannya seorang diri. Bahkan dengan bantuan semua pasukannya, mereka harus membayar harga mahal untuk menjatuhkannya. Dan itu sama sekali tidak berbanding dengan keuntungan yang mereka peroleh.
“50% pemadatan tubuh.” jawab Liao Di.
“Oh? Aku akan mengurusnya! Bawa aku ke sel pria besar itu!” ucap Ren Yuu dan perlahan berdiri tetapi ia hampir tersandung ketika mendengar bisikan Liao Di yang hanya bisa di dengar oleh Nie Xi Wu, Xian Ying dan Sui Meiyin.
“Dia seorang wanita.”
Ren Yuu terdiam untuk beberapa saat lalu berkata, “Ayo, bawa aku ke tempatnya berada.”
Liao Di mengangguk dan berdiri lalu pergi memimpin Ren Yuu ke tempat sel jiwa tersebut berada.
Tidak ada yang berbicara dan mereka semua juga penasaran bagaimana cara Ren Yuu akan menaklukkan jiwa tersebut. Mereka semua juga mengikuti dalam diam tanpa suara sama sekali.
Nie Xi Wu, Xian Ying dan Sui Meiyin juga langsung mengikuti karena mereka tentu ingin melihat seperti apa cara Ren Yuu menaklukkan jiwa Tier Divine God Peak.
**
Di sel terdalam Soul Prison Lapisan Keenam Alam Sage, satu sosok jiwa tampak bermeditasi di sel tempat ia di tahan.
Matanya perlahan bergetar sedikit lalu ia pun membuka matanya sambil bergumam, “Apakah mereka berencana melawanku dengan semua pasukan itu?”
__ADS_1
Sosok jiwa wanita tersebut yang telah memadatkan tubuhnya 50% dapat dengan jelas merasakan bahwa banyak aura kuat datang ke arahnya. Ia tetap tenang dan ingin melihat apa yang akan mereka lakukan untuk melawannya.