
Lapisan Ketujuh Alam Sage, Klan Jin
“Ren Yuu...” Sheng Mei bergumam kecil ketika melihat sosok yang berada diluar sel. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang yang datang kepadanya adalah seseorang yang tidak ia harapkan sama sekali.
Melihat keadaan Sheng Mei, Ren Yuu merasa sedih. Sangat terlihat bahwa kekuatan spiritual Sheng Mei terus-menerus disedot.
Sangat terlihat bahwa Sheng Mei memang dibuat menjadi sangat lemah agar mengambil kekuatan sejatinya untuk di transfer ke orang lain dengan keberhasilan tinggi.
“Xian Ying, hancurkan susunan formasi pada sel ini.” ucap Ren Yuu setelah menarik nafas dalam-dalam. Ia mencoba menenangkan dirinya saat ini.
Xian Ying yang berada di sebelah Ren Yuu, mengangguk kecil. Ia sangat penasaran dengan Sheng Mei yang membuat Ren Yuu harus berlarian dari Galaxy Primordial ke Tujuh Galaxy lalu menyusup ke Alam Sage.
Perlakukan seperti ini pasti akan membuat siapapun tersentuh. Bisa dikatakan, Sheng Mei diperlakukan seperti seorang putri.
Tanpa membuang waktu, Xian Ying pun langsung menghapus susunan formasi di sel tempat Sheng Mei di tahan.
Ren Yuu hanya diam dan menatap ke arah lainnya dengan seksama. Di dalam sana, banyak jiwa yang disegel. Mereka semua tampaknya telah kehilangan pikiran rasional mereka masing-masing.
Dan tatapan Ren Yuu tertuju ke arah altar dengan kolam kecil berisi Mata Air Abadi. Hanya melihatnya sekilas, ia langsung paham bahwa tempat ini adalah Sumber Asal Mata Air Abadi.
Sheng Mei yang berada di sel hanya diam, ia menatap ke arah Xian Ying dengan tatapan penasaran lalu menatap ke arah Ren Yuu.
Kekuatan Ren Yuu saat ini juga membuatnya terkejut karena itu telah mencapai Tier Divine God Early. Namun, yang membuatnya semakin bingung, bagaimana bisa Ren Yuu dengan level kekuatan seperti itu menembus Klan Jin.
Sheng Mei tau dengan jelas seperti apa kekuatan Patriak Klan Jin, itu adalah puncak Tier Divine God, bukan sesuatu yang dapat dilawan oleh jutaan eksistensi Tier Divine God Early.
Semakin Sheng Mei melihat Ren Yuu, semakin ia merasa rumit. Dahulu sebelum ingatannya kembali, ia terobsesi dengan Ren Yuu dan mencoba mengambil garis keturunannya karena hanya dengan itu Jin Xan bisa dikalahkan.
Namun setelah ingatannya kembali ketika ia memasuki Alam Sage, Sheng Mei merasa bahwa pemikirannya saat itu sangat dangkal. Tetapi, ia tidak menyesal sama sekali karena kehadiran putranya. Mungkin penyesalan terbesarnya saat ini adalah ia tidak bisa bertemu kembali dengan Ren Jie.
Wusssh!
Aura tak kasat mata menyebar ke segala arah saat susunan formasi di sel itu dilenyapkan oleh Xian Ying dalam waktu singkat.
Ren Yuu mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu Kekuatan Kehancuran muncul dan itu langsung memusnahkan pintu masuk sel. Ia perlahan berjalan ke arah dalam.
__ADS_1
Setelah itu, Ren Yuu langsung mengarahkan pandangannya ke rantai spiritual yang sangat kuat. Tetapi, dengan kekuatan Jiwa Abadi miliknya, bukan masalah sulit menghancurkan rantai spiritual tersebut.
Sebuah palu muncul di tangan kanannya lalu ia mengayunkannya ke arah sudut ruangan, tempat asal rantai yang melilit Sheng Mei.
Bam!
Trang!
Ketika salah satu rantai dihancurkan, rantai yang lainnya juga langsung hancur menjadi aura spiritual.
Sheng Mei yang merasakan tubuhnya terlepas dari segel, langsung terjatuh ke arah bawah karena sedari awal ia memang tidak lagi memiliki kekuatan apapun untuk berdiri. Bahkan bisa dikatakan kekuatan spiritual miliknya hanya tersisa setetes saja, itu hanya untuk membuat jiwanya terus hidup.
Menatap Itu, Ren Yuu dengan lembut memegang Sheng Mei. Walaupun Sheng Mei saat ini hanyalah jiwa, tubuhnya telah dipadatkan sedikit.
Ketika Ren Yuu menggendong Sheng Mei dengan gaya menggendong seorang putri, Xian Ying yang berada di belakang pun berbicara, “Ren Yuu, apakah kita akan melepaskan semua jiwa yang ada di sini?”
“Ya, mungkin mereka masih bisa mengembalikan pikiran rasional mereka masing-masing.” ucap Ren Yuu saat berbalik dan berjalan ke arah luar sel.
Sementara itu, Sheng Mei hanya diam karena ia juga tidak tau harus berkata apa. Mengucapkan terima kasih juga tampaknya ia sangat enggan saat ini.
Ren Yuu terus berjalan ke arah Sumber Asal Mata Air Abadi membawa Sheng Mei bersamanya sementara untuk Xian Ying, dia bekerja untuk mengeluarkan semua jiwa yang di penjara di sana.
Ketika mencapai Sumber Asal Mata Air Abadi, Ren Yuu masuk ke dalam lalu meletakkan Sheng Mei di kolam kecil yang berisi sangat sedikit air.
“Ren Yuu.. aku...” Sheng Mei ingin berbicara dan juga ingin bertanya tentang Ren Jie tetapi Ren Yuu memotongnya.
“Kita bisa berbicara banyak hal nanti. Saat ini yang harus dilakukan adalah memulihkan kekuatanmu dan juga membentuk tubuhmu.” ucap Ren Yuu saat mengeluarkan beberapa benda.
Sheng Mei yang awalnya bingung, menaikkan sedikit alisnya ketika melihat herbal-herbal yang dikeluarkan oleh Ren Yuu karena tentu ia tau apa fungsi semua benda itu.
“Seraplah herbal ini. Aku akan membantumu.” ucap Ren Yuu saat ia berjalan ke arah belakang Sheng Mei.
Sheng Mei yang sudah merasakan hukum Samsara Kehidupan dan Kematian pada Ren Yuu, langsung tau apa yang ingin dilakukan oleh Ren Yuu.
Sampai saat ini, Sheng Mei masih terkejut dengan semua pencapaian yang telah diraih oleh Ren Yuu. Harus diketahui bahwa hukum Samsara Kehidupan dan Kematian hanya memiliki kemungkinan 0,01% untuk dapat dipelajari.
__ADS_1
Ren Yuu menyentuh punggung Sheng Mei yang membuat Sheng Mei membeku sementara waktu lalu menenangkan dirinya. Ia pun perlahan menyerap herbal yang diberikan oleh Ren Yuu.
Ren Yuu juga langsung menyalurkan hukum Samsara Kehidupan ke tubuh jiwa Sheng Mei. Dengan kekuatan Sheng Mei saat ini, hanya ketika Sheng Mei selesai menyerap herbal ia juga akan selesai menyalurkan hukum Samsara Kehidupan.
Waktu terus berlalu, ketika waktu berlalu selama kurang dari setengah jam, Xian Ying juga telah selesai melepaskan semua jiwa yang terkurung di sana. Tetapi tidak satupun dari mereka yang dapat berpikir, mereka seperti jiwa tanpa pikiran saat ini.
“Tampaknya sulit untuk semua jiwa ini kembali ke kondisi semula.” Xian Ying menggelengkan kepalanya lalu menatap ke arah Ren Yuu dan Sheng Mei.
Untuk Sheng Mei, tubuhnya memadat kembali dengan bantuan hukum Samsara Kehidupan. Dan tidak lama kemudian, herbal yang ia serap pun habis dan Ren Yuu juga menghentikan penyaluran hukum Samsara Kehidupan.
Sheng Mei yang telah hidup kembali, tampak sangat pucat. Hidupnya seperti bisa hilang kapan saja karena sumber jiwa miliknya memang hampir padam di bawah penyerapan kekuatan jiwa dari waktu ke waktu.
Duar!
Ledakan besar terjadi yang membuat Ren Yuu, Sheng Mei dan Xian Ying memasang ekspresi serius. Ledakan itu terdengar dengan jelas yang artinya ledakan itu terletak di atas ruang bawah tanah tersebut.
“Apakah tidak mungkin untuk memulihkan kekuatan Sheng Mei saat ini? Kekuatannya bahkan tidak mencapai Tier God Exalt.” Batin Ren Yuu dan memeras otaknya untuk berpikir.
“Sheng Mei, saat ini ibu juga berada diluar. Dia sedang bertempur dengan Patriak Klan Jin. Namun, mendengar ledakan sebelumnya, bisa dipastikan bahwa mereka dalam keadaan kesulitan saat ini.” ucap Ren Yuu.
“Ibu?” Mata Sheng Mei melebar dan menatap ke arah Ren Yuu dengan wajah pucat. Walaupun ia telah bereinkarnasi beberapa kali, ia selalu mengakui ibunya. Dan kali ini, Sheng Yin adalah ibunya yang membuatnya terkejut karena yang ia ketahui, ibunya sudah mati sangat lama.
Selain dari itu, Sheng Mei juga tidak pernah mendengar kabar tentang jiwa ibunya.
“Ya, ibumu yang bernama Sheng Yin. Kami datang ke Lapisan Ketujuh Alam Sage bersama-sama hanya untuk membawamu kembali.” ucap Ren Yuu.
Sheng Mei merasa sangat tersentuh saat ini. Ia pun melihat ke arah Sumber Asal Mata Air Abadi dan wajahnya tampak dipenuhi oleh tekad kuat saat ini. Ia ingin pergi menemui ibunya dan juga putranya, jadi ia tidak bisa berhenti di sini.
“Ren Yuu, tolong bantu aku kali ini.” ucap Sheng Mei dan membuat gerakan tertentu dengan lengan kanannya seorang membentuk sebuah lingkaran.
“Apa yang...” Sebelum Ren Yuu menyelesaikan kata-katanya, kekuatan Waktu yang teramat dahsyat meledak. Itu langsung membekukan semua yang ada di sana.
Tempat yang dibekukan oleh Sheng Mei juga langsung diselimuti oleh aura putih yang akhirnya memadat membentuk kepompong, dan itu menyerap Mata Air Abadi dengan Kecepatan yang sangat tinggi.
Ren Yuu yang melihat semuanya lambat, hanya dapat merasakan bahwa kekuatan yang sangat besar memasuki tubuhnya dan itu sangat tidak terkendali. Dan hal yang sama juga terjadi kepada Sheng Mei.
__ADS_1
Tentu saja menyerap semua Mata Air Abadi bukan sesuatu yang sederhana. Dan Ren Yuu langsung tau apa yang dimaksud oleh Sheng Mei dengan meminta bantuan.