Kaisar Surgawi

Kaisar Surgawi
Menuju Gerbang Lapisan Kedua Alam Sage


__ADS_3

Lapisan Pertama Alam Sage


“Apa tujuanmu yang sebenarnya?” Tanya Nie Yuu menatap ke arah wanita tersebut.


Sebelum wanita tersebut menjawab, Xu Han yang keluar dari dalam tanah pun berteriak keras saat menerjang ke arah wanita tersebut.


“Bajingan sialan! Kau akan membayarnya!” Teriak Xu Han saat menerjang ke arah wanita tersebut sambil mengerahkan semua hukum Kebanggaan yang dapat ia gunakan.


Wajah Nie Yuu berkedut keras ketika menatap muridnya yang tidak dapat menilai dirinya sendiri.


Wanita tersebut juga memasang wajah semakin jengkel saat ini. Ia pun mengarahkan tangannya ke arah Xu Han yang telah tiba di depannya.


“Segel!”


Aura berwana merah pun langsung menyelimuti Xu Han yang membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.


“Bocah cilik! Namaku bukan bajingan! Aku adalah Nie Xi Wu, ingat ini bocah!” ucap Nie Xi Wu dengan nada jengkel.


Xu Han juga semakin marah, tetapi ia sama sekali tidak bisa bergerak ataupun berbicara. Ia telah di segel sepenuhnya tanpa bisa melakukan apa-apa. Ia sangat paham bahwa celah antara dirinya dan Nie Xi Wu sangatlah lebar. Tetapi ia tidak dapat menahan diri untuk melawan karena seperti itulah sifat aslinya.


Karena tau bahwa Nie Xi Wu tidak memiliki niat jahat sama sekali, ia mencoba memercayainya untuk saat ini. Ia pun menatap ke arah Liao Di, Cang Li, Huo Tian dan Huo Peng.


“Bawa aku ke Gerbang Lapisan Kedua Alam Sage!” ucap Nie Yuu.

__ADS_1


Liao Di yang juga mencoba mempercayai Nie Xi Wu pun mengangguk kecil. Ia tidak membuang waktu sama sekali dan langsung terbang ke arah tertentu, yaitu tempat gerbang Lapisan Kedua Alam Sage berada.


Nie Yuu, Zi Ling, Cang Li, Huo Tian dan Huo Peng melirik sekilas ke arah Nie Xi Wu lalu langsung terbang mengikuti Liao Di.


Melihat mereka semua pergi, Xu Han ingin berteriak memanggil mereka. Ia tidak menyangka bahwa bahkan Gurunya pergi meninggalkannya bersama dengan wanita menyeramkan yang saat ini sedang menyegelnya.


“Bocah cilik, tampaknya Gurumu meninggalkanmu, apakah kau tertarik pergi bersamaku?” Tanya Nie Xi Wu dengan senyum menawan diwajahnya.


Wajah Xu Han sangat gelap. Dari tatapan matanya, siapapun tau apa jawaban yang ia berikan kepada Nie Xi Wu.


“Cih! Tampaknya kau sudah sangat menghormati Gurumu.” Nie Xi Wu berdecak kesal. Ia tau bahwa ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Jika ia membawa Xu Han secara paksa, maka bisa dipastikan bahwa Xu Han tidak akan pernah memaafkannya seumur hidupnya. Oleh karena itu, ia pun terbang mengikuti kelompok Nie Yuu dengan membawa Xu Han bersamanya yang saat ini masih dalam keadaan tersegel.


**


Kelompok Iblis tersebut tidak lain adalah kelompok Nie En. Karena telah mendapat pesan dari Duan Mingho, Nie En pun langsung bergegas ke gerbang menuju Lapisan Kedua Alam Sage.


“Apakah Duan Mingho adalah seseorang yang bisa dipercaya Tuan?” Tanya Nie Lang yang telah tiba juga di tempat tersebut. Ia berbicara dengan nada yang sangat ramah saat ini karena takut Nie En akan menghukumnya karena masalah sebelumnya ketika berada di Permukaan Alam Sage.


“Dapat dipercaya atau tidak, kita tidak bisa membuktikannya. Jika benar bahwa bocah itu akan datang ke tempat ini, maka kita lebih baik berjaga-jaga. Aku juga telah mengirim banyak anggota Klan ke tempat gerbang menuju Permukaan Alam Sage untuk berjaga-jaga. Semuanya memiliki kekuatan Tier God Exalt Late, sekuat apapun dia, tidak akan bisa mengalahkan mereka semua dan kita memiliki waktu yang cukup untuk kembali ke sana.” ujar Nie En. Ia sangat bijak, jika tidak, ia tidak akan bisa menjadi salah satu Jendral Iblis di tingkat kultivasinya saat ini.


Mendengar itu, Nie Lang hanya mengangguk dengan serius. Ia tidak berani berkomentar apa-apa.


Tidak lama kemudian, Empat sosok pun mendekat ke arah gerbang Lapisan Kedua Alam Sage yang membuat Nie En mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Duan Mingho!” Batin Nie En dengan wajah sedikit dingin. Walaupun Duan Mingho telah mengatakan bahwa Nie Yuu akan datang ke tempat tersebut, ia masih tidak ingin bekerja sama dengan Duan Mingho karena ia tau bahwa Iblis tersebut pasti memiliki rencana yang pasti membuatnya dan para anggota Klan Nie merasa tidak senang.


Ketika Duan Mingho mendarat tepat di depan Nie En, ia memandang Nie En dengan wajah dingin lalu berbicara, “Aku telah memberikan informasi yang kau inginkan! Setelah ini, bawa anggota Klan Nie kembali ke permukaan!” Perintah Duan Mingho. Rencana yang ingin ia lakukan telah gagal sepenuhnya, dan saat ini, ia hanya berharap bahwa Nie En bersama dengan anggota Klan Nie lainnya pergi secepatnya dari Lapisan Alam Sage.


Nie En hanya mendengus dingin. Ia sedikit yakin bahwa Duan Mingho memang mengatakan yang sebenarnya. Tetapi pasti masih ada sesuatu yang tersembunyi sehingga Duan Mingho tidak langsung pergi setelah mengatakan hal itu.


Sebagai rubah tua yang telah hidup dalam waktu yang sangat lama, Duan Mingho tentu akan membiarkan Nie En mendapatkan Nie Yuu. Tetapi, jika ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang ia pikirkan agar rencananya tetap berjalan, kenapa ia harus pergi dari tempat itu?


Kedua kelompok hanya diam menunggu kedatangan kelompok Nie Yuu. Untuk Nie En, ia juga membuat penangkal untuk menahan kemungkinan rencana yang dilakukan oleh Duan Mingho walaupun ia tidak terlalu yakin tentang hal itu.


Tidak sampai lima menit kemudian, Duan Mingho, Nie En dan Nie Lang pun memaksakan beberapa aura yang mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah tempat mereka berada.


“Bersiaplah! Tangkap bocah itu dengan segala cara dan bunuh yang lainnya!” Perintah Nie En kepada semua bawahannya.


Para bawahan Nie En termasuk Nie Lang langsung bersiap-siap untuk bertarung. Sedangkan untuk Duan Mingho, dia terlihat santai karena memikirkan rencana sendiri. Jika gagal, maka ia hanya perlu mengusir Nie En dari Lapisan Pertama Alam Sage.


Liao Di yang sedang memimpin jalan pun telah melacak keberadaan musuh yang tangguh. Ia tidak membuang waktu sama sekali dan langsung menyerang sekuat tenaga yang ia bisa dari kejauhan untuk mengurangi pasukan musuh.


“Serang bersama!” Perintah Liao Di.


Nie Yuu, Zi Ling, Cang Li, Huo Tian dan Huo Peng pun langsung mengeluarkan senjata masing-masing lalu menyerang menggunakan teknik kuat mereka masing-masing ke arah tempat pasukan musuh berada.


Sraing! Sraing! Sraing!

__ADS_1


__ADS_2