
Melihat kesempatan yang muncul didepan matanya, Song Xiowen mengumpulkan kekuatan yang dia siapkan dalam bayangan . Dan dengan bantuan klan Yang dia memulai pemberontakan untuk merebut kendali atas klan Song. Dengan syarat Song Xiowen menangkap putri Song Xiaotan untuk dijadikan selir tuan muda klan Yang mereka. Inilah juga yang menyebabkan perselisihan hebat yang pada akhirnya mengakibatkan terlukanya Song Xiaotan dan beberapa tetua.
Setelah menceritakan semua yang dia tau, pria itu menatap bocah itu dengan pandangan ketakutan dan memelas. Sambil menggigil bertanya,
" Tuan Muda , itu adalah semua yang rendahan ini miliki untuk disampaikan. Apakah rendahan ini dapat pergi sekarang ?"
" Humh, baiklah cepat enyah dari hadapan Tuan muda ini !"
" Terima kasih Tuan muda! Terima kasih Tuan muda!"
Sambil menahan perih di dadanya dia membungkuk berulang-ulang, pria itu membawa teman nya yang pingsan dan sekarat berlari pergi dengan cepat ,takut monster kecil itu akan berubah pikiran.
Melihat para pengejar itu lari jauh , Yu Shui berbalik melihat wanita di dalam goa itu.
"Sungguh keberuntungan yang diberikan oleh surga untuk bertemu Tuan muda ini!" . Sambil tersenyum Yu Shui mulai mendekati wanita itu sambil merogoh-rogoh sesuatu dari dalam tas nya.
Setelah beberapa saat Yu Shui mengeluarkan sebuah salep dan mulai mengoleskan pada luka-luka wanita itu.
Melihat sekujur tubuh wanita itu. Banyak luka memenuhi tubuh wanita cantik itu. Terutama bagian dada itu , ada bekas garis miring dan sudah penuh dengan noda darah menutupi pakaian wanita itu.
Melihat pakaian yang penuh dengan darah . Yu shui menghela napas sambil bergumam,"Jangan salah kan Tuan muda ini! "
Dengan perlahan Yu shui mulai menanggalkan pakaian atas wanita itu, dan mulai mengoleskan salep pada dada wanita itu tanpa jejak nafsu sedikit pun .
Jika pria lain melihat wanita cantik tak berdaya telanjang dada didepan mereka. Mereka mungkin sudah terdorong kedepan oleh nafsu.
Tapi Yu shui berbeda, sebagai mantan pembangkit listrik tiada tara. Wanita cantik mana yang belum dia lihat sebelumnya. Malaikat, Peri-peri surga , Roh-roh yang menggoda, dan Dewi-Dewi yang tiada tara. Dengan satu panggilan mereka akan dengan senang hati rela menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada nya.
Namun tidak ada satupun yang beruntung memenuhi hak untuk memegang sepatu nya.
Setelah selesai mengoleskan salep , Yu shui melepas pakaian atas nya dan menutupi tubuh menggairahkan wanita itu dengan bajunya.
Berjalan keluar dari goa Yu shui mengumpulkan kayu dan berburu beberapa kelinci. Kembali ke goa Yu Shui menyalakan api dan mulai memanggang kelinci buruan nya . Menabur beberapa bumbu dan herbal aroma wangi daging panggang mulai memenuhi goa .
__ADS_1
Mencium aroma wangi daging . Wanita cantik itu mengerutkan kening perlahan-lahan membuka matanya.
Mengendus-endus mencari aroma nikmat itu , sambil memperhatikan lingkungan sekitar nya .
Dia berteriak kaget melihat dirinya berada dalam sebuah goa dengan seorang bocah laki-laki sedang memanggang daging yang tak jauh darinya.
Melihat tubuh nya sendiri yang telanjang dada dengan selembar pakaian menutupi tubuh atasnya , rona merah mulai merayapi wajahnya yang cantik.
Menggerakkan perlahan tubuh nya ,dia kaget menemukan bahwa tubuh nya tidak merasakan sakit sama sekali. Melihat salep di tubuh nya sebuah pemikiran melintas di benak nya .
"Jadi begitu!"
Sambil melihat bocah laki-laki itu, dia berkata dengan penuh terima kasih,
" Terimakasih Adik kecil! Karena telah menyelamatkan Putri ini. Nama Putri ini Song Mei! Putri ini akan selalu ingat hutang ini!"
Menoleh Yu shui menjawab," Tidak perlu berterima kasih tentang hal sederhana ini . Bertemu Tuan Muda ini anggaplah sebagai sebuah keinginan Surga . Nama Tuan Muda ini Yu Shui! Jika lapar datang lah untuk makan bersama Tuan Muda ini!"
Sambil mendorong kelinci panggang yang matang menuju Song Mei.
Melihat daging kelinci panggang yang kecoklatan serta aroma yang menggugah selera. Sedikit air liur mulai keluar. Tapi dengan cepat diusap oleh Song Mei .
Perlahan menjulurkan tangannya mengambil kelinci panggang itu dari Yu Shui.
Mencium aroma yang begitu nikmat, Song Mei tidak menahan lagi langsung memakan kelinci itu dengan rakus. Tanpa memperhatikan sikap seorang Putri.
Melihat di samping Yu Shui hanya tersenyum dan mulai menikmati daging panggang lain di tangannya dengan perlahan.
Tanpa sadar daging ditangan nya habis tinggal tulang. Tertangkap basah, mengingat penampilannya yang tanpa keanggunan, Song Mei memiliki dorongan untuk bersembunyi dalam sebuah lubang.
Tapi mengingat daging panggang yang begitu menggoda sedikit air liur mulai menetes lagi .
Melihat daging panggang lain di dekat api keinginan untuk makan mulai muncul lagi dibenak nya. Mengingat kembali, itu bukan milik nya, dan penampilan yang acak-acakan saat makan perasaan malu menekan keinginan itu. Ekspresi pertentangan mulai tertulis di wajah Song Mei. Tapi bau yang menggoda menyalakan lagi nafsu dihatinya .
__ADS_1
Sebagai seorang Putri dari sebuah klan besar, makanan seperti apa yang belum pernah dia rasakan. Akan tetapi melihat daging panggang didepannya , Song Mei memiliki dorongan untuk makan semua didepan nya tanpa menahan diri.
Tidak sepenuhnya disalahkan pada nya . Keterampilan memasak Yu Shui memang sangat menakjubkan. Siapapun yang mencium aroma masakan nya , akan memiliki dorongan untuk mengisi sepenuhnya ke depan tanpa peduli.
Melihat ekspresi Song Mei yang berubah-ubah. Yu Shui tidak bisa menahan tawa.
" Hahahaha..."
Mendengar tawa Yu Shui, rona merah mulai menyala diwajah Song Mei. Dia benar-benar malu dengan perilaku nya sendiri.
Sebagai seorang Putri dia harus nya mempertahankan sikap menahan diri dan anggun. Tapi sekarang dia benar-benar menghancurkan kesannya sendiri didepan orang lain.
"Tidak perlu malu didepan Tuan muda ini. Jika Anda ingin, ambil saja! Tidak perlu sopan!"
"Ba..Baik!"
Dengan sedikit malu Song Mei menjawab, tapi tangan nya mengkhianati ekspresi wajah nya, dengan semangat mengambil daging panggang didepannya.
"Hahahaha..."
Suara tawa Yu Shui mulai terdengar lagi .
Dengan begitu suasana goa menjadi begitu hidup.
*** *****
Suasana suram menyelimuti klan Song. Saat ini banyak orang berkumpul di ruang utama klan. Banyak Panatua-panatua yang hadir, dengan seorang pria paruh baya yang duduk di kursi Ketua Klan. Ini tepatnya adalah Song Xiowen.
Dan didepan mereka ada pria berbaju hitam dengan wajah ketakutan berlutut,. Pria ini merupakan orang yang selamat dan melarikan diri dari Yu Shui.
Dengan wajah suram Song Xiowen bertanya,
" Dimana Putri Song Mei?! "
__ADS_1
Sedikit bergetar pria hitam itu bersujud dan menjawab,
" Maaf Kepala Klan! Yang rendahan ini gagal dalam misi! Mohon hukum hamba!"