
Alam Neraka Galaxy Cahaya Suci
“Aku tidak pernah menyangka bahwa akan ada bintang roh sekuat ini tetapi tidak mengembangkan kecerdasan seperti manusia!” ucap Jiang Xuanyu terkejut saat melihat ke arah Macan Putih yang tampak sangat marah.
“Senior Jiang Xuanyu! Jangan terganggu!” Teriak Iblis Darah saat merasakan kekuatan Macan Putih langsung mengakibatkan ruang rontok seketika.
“Roar...!”
Macan Putih meraung ke arah langit, di saat itu juga qi dan konsep Cahaya meledak dari dalam tanah, membentuk cakar raksasa tak terhitung jumlahnya lalu berayun kembali ke arah bawah dan targetnya tentu saja adalah Ren Yuu, Jiang Xuanyu dan Iblis Darah.
“Brengsek!” Teriak Jiang Xuanyu dan langsung menggunakan Domain Pedang serta membuat banyak pedang di sekitarnya lalu melesat ke arah cakar raksasa tersebut.
Di sisi lain, Iblis Darah yang menyetabilkan Ruang, mengayunkan God's Blood Sword ke arah udara berkali-kali.
Dan untuk Ren Yuu, ia juga langsung menyerang ke arah udara sekuat yang ia bisa sekaligus menggunakan Menara Kegelapan untuk melindungi dirinya.
Blar! Blar! Blar!
Ledakan besar terjadi di tempat tersebut, menyapu semua yang ada sejauh puluhan mil tanpa tersisa.
Tabrakan dari serangan eksistensi sekuat mereka pasti akan menyebabkan bencana alam. Tetapi Untungnya Planet Dewi Cahaya sangat kuat sehingga bisa dengan mudah menanggung ledakan kekuatan Tier Divine God Late.
Di istana tempat keluarga Ren Yuu berada, Wu Qiu yang sedang bermeditasi pun membuka matanya lalu menatap ke arah ledakan terjadi. Walaupun tempat itu sangat jauh, sebagai pemilik dari Planet Dewi Cahaya, tentu saja ia dapat melacak semua yang ada di dunia tersebut jika ia memusatkan qi-nya ke seluruh permukaan dunia.
“Qiu’er.. apa kau merasakannya?” Feng Xuer pertama muncul di samping Wu Qiu lalu bertanya dengan nada sedikit berat. Sebagai pengguna kekuatan spiritual paling luar biasa diantara keluarga Ren, ia tentu saja langsung dapat melacak pertempuran di tempat yang sangat jauh.
“Ya, ibu.. aku dapat merasakannya.” Wu Qiu mengangguk tetapi tidak ada kepanikan di wajahnya, melainkan senyum kecil.
Feng Xuer menyadari bahwa Wu Qiu tampak gembira saat ini.
Sebelum ada yang berbicara, Hao Yue juga muncul di sana bersama dengan Chen Fan dan Mythical Ancient Dragon God yang memutuskan untuk ikut menjelajahi Tujuh Galaxy.
__ADS_1
“Ledakan aura sebelumnya sangat luar biasa! Aku yakin bahwa itu adalah salah satu penguasa wilayah benua itu, yaitu Macan Putih yang memiliki atribut cahaya terkuat!” Mythical Ancient Dragon God berkata dengan nada serius karena ia sudah pernah melihat bagaimana Macan Putih bertempur dengan binatang roh setingkat lainnya.
“Jika tidak salah, kekuatan ini pasti Tier Divine God Peak dan Late!” ujar Hao Yue.
“Tetapi qi ini bukan milik binatang roh! Yang artinya, seseorang telah datang ke dunia ini!” Lanjut Chen Fan.
Saat mereka berdiskusi, anggota keluarga Ren lainnya juga datang dan mendengarkan diskusi orang-orang terkuat itu.
“Kalian tidak perlu khawatir.” ucap Wu Qiu menenangkan semua yang ada di sana.
“Apa maksudmu, Qiu’er?” Tanya Ren Douzi dengan alis sedikit terangkat.
“Tentu saja itu dikarenakan yang datang ke dunia ini adalah dia..” Balas Wu Qiu saat ia perlahan berdiri dari posisi bermeditasi.
“Ayah..” Ren Yui adalah yang pertama menyadari siapa yang disebut dia oleh Wu Qiu.
“Guru? Benarkah dia sudah datang?” Yu Ling Er langsung bersemangat seketika.
“Hmp! Ayah pasti lebih kuat darimu!” Ren Xie’er mendengus ke arah Kun-Peng.
Untuk Ren Zi dan Ren Xiu, keduanya tentu bersemangat tetapi hanya diam mendengarkan sama seperti semua istri Ren Yuu lainnya.
Sedangkan Xue Ling Long dan Mei, keduanya juga tampak sangat gembira dan ingin bertemu dengan Guru mereka.
“Jika dia sudah sampai di sini, maka ayo pergi untuk menemuinya!” Xiao Bai berkata dengan senyum diwajahnya. Ia juga ingin melihat seperti apa perkembangan garis darah Black Dragon Of Destruction milik Ren Yuu. Apakah itu lebih tangguh dari pada Kirin sejati miliknya atau tidak.
“Ayo pergi.” Wu Qui tidak menjelaskan apapun lagi dan langsung menghilang seketika diikuti oleh semua keluarganya menemui Ren Yuu.
**
Sementara itu, di tempat pertempuran terjadi, terlihat Ren Yuu, Iblis Darah dan Jiang Xuanyu yang memasang wajah sedikit jelek karena mereka bertiga menerima luka walaupun itu tidak serius.
__ADS_1
Yang paling marah saat ini adalah Jiang Xuanyu karena rambut putih indah miliknya berubah menjadi keriting seperti sebuah bola di kepalanya.
Iblis Darah wajahnya berubah hitam akibat ledakan sebelumnya. Ini sangat melukai harga dirinya dan bersumpah akan memanggang daging Macan Putih lalu melahapnya dengan cara perlahan-lahan.
Sedangkan Ren Yuu, ia terlihat seperti pemulung saat ini dengan pakaian robek.
Untuk Macan Putih, itu lebih keterlaluan karena banyak luka gosong di bulu-bulu putihnya yang semula sangat rapi dan halus serta darah menetes di banyak tempat.
“Bajingan! Aku akan mencabik-cabik mu!” Ren Yuu, Iblis Darah dan Jiang Xuanyu berteriak keras dan menyerang dengan gila ke arah Macan Putih bersama-sama.
Macan Putih yang terluka, merasakan hawa dingin mengerikan di punggungnya. Instingnya mengatakan bahwa dirinya telah memprovokasi musuh yang salah kali ini.
Bom! Bom! Bom!
Ledakan besar terus-menerus terjadi dalam waktu hampir 20 menit. Di saat itu juga, tangisan Macan Putih terdengar tidak berhenti sama sekali karena Ren Yuu, Jiang Xuanyu dan Iblis Darah menyiksanya habis-habisan.
“Kucing bodoh! Tidak berotak! Makan ini!” Teriak Jiang Xuanyu saat menggunakan bilah seperti jarum tak terhitung jumlahnya lalu menusuk ke arah alat kelamin Macan Putih.
Ratapan menyedihkan terdengar tanpa henti.
Di saat itu juga, Iblis Darah mengendalikan darah yang menetes di luka Macan Putih, itu membuatnya memutar darah itu di dalam tubuh Macan Putih tanpa henti, memberikan rasa sakit luar biasa.
“Aku akan mengulitimu tanpa henti!” Teriak Ren Yuu lalu menggunakan konsep Ketiadaan yang cukup ringan, menghapus semua kulit Macan Putih.
Macan Putih hanya bisa meratapi nasibnya dengan raungan memilukan yang membuat semua binatang roh kuat di sana ketakutan karena salah satu Raja Hutan menangis seperti memohon minta ampun.
Dan ketika Macan Putih diambang kematian, Ren Yuu, Jiang Xuanyu dan Iblis Darah menikam Macan Putih bersamaan di tempat paling fatal hingga membuatnya tewas.
“Kucing sialan! Inilah yang kau dapat karena mencoba memprovokasi kami! Ren Yuu, Senior, ketika aku menyerap esensi darah yang penting dari binatang tak berotak ini, kita akan membakar dagingnya lalu memakannya!” ucap Iblis Darah yang masih jengkel karena noda hitam di wajahnya sulit dihapuskan. Ini adalah efek dari hukum Cahaya yang meledak di wajahnya.
Ren Yuu dan Jiang Xuanyu yang masih jengkel, langsung setuju dan setelah Iblis Darah menyerap esensi penting Macan Putih, mereka pun memanggang Macan Putih setinggi 15 meter tersebut.
__ADS_1