
Ruang Hampa Tanpa Hukum
Drrrrtttt!
Kedua serangan sekuat tenaga Ren Yuu dan Celestial Emperor mengakibatkan retakan di semua tempat di meteorit tempat mereka bertempur.
Duar!
Karena tidak sanggup menanggung bentrokan kedua kekuatan dahsyat tersebut, Meteorit yang sangat keras itu pun langsung meledak.
Duar!
Di saat itu juga, Ren Yuu dan Celestial Emperor mundur menjaga jarak lalu menyerang lagi.
“Kau tidak akan pernah bisa menang! Matilah!” Teriak Celestial Emperor saat ia melesat layaknya sebuah cahaya.
Ren Yuu menggunakan hukum Takdir semaksimal mungkin karena ia dapat melacak bahwa kekuatan dan kecepatan Celestial Emperor terus-menerus bertambah dari waktu ke waktu tanda bahwa penguasaan Celestial Emperor menggunakan hukum semakin tinggi dalam pertempuran.
Dengan pedang diangkat ke samping, Ren Yuu memfokuskan inderanya semaksimal mungkin lalu menyerang dengan semua kekuatan dan kecepatan yang ia miliki. Ia merasa jika pertempuran semakin berlarut-larut, maka ia mungkin akan kalah.
“Supreme Darkness Art, Heavenly Blade of Darkness!”
Ren Yuu menyerang ke arah titik tertentu dan itu adalah arah yang menurutnya Celestial Emperor menghindar jika ia menyerang dan membelokkan serangannya.
Sraing!
Ren Yuu tampak berubah menjadi Bayangan hitam saat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Celestial Emperor merasakan ancaman bahaya dari serangan Ren Yuu sehingga ia tidak mencoba menerimanya secara lancar. Karena kecepatannya lebih tinggi, ia pun langsung menghindar ke samping sambil terus bergerak.
Tetapi titik tempat Celestial Emperor menghindar adalah titik di mana Ren Yuu ingin membelokkan serangannya. Dari sekian banyak kemungkinan, Ren Yuu bertaruh bahwa Celestial Emperor akan bergerak ke arah tersebut.
Jrezh!
Ketika Celestial Emperor menghindar, wajahnya pucat seketika karena kecepatan Ren Yuu meningkat drastis seolah-olah dia telah mengincar tempat tersebut sedari awal.
Crash!
Darah yang cukup banyak menyemprot saat Ren Yuu melewati Celestial Emperor.
__ADS_1
“Bajingan!” Batin Celestial Emperor. Ia lancarkan menggunakan Keabadian Kehidupan untuk menyembuhkan tubuhnya.
Tetapi Ren Yuu tidak akan mengijinkan hal itu sama sekali. Ia lancarkan berbalik lalu mengayunkan Dark Demon Sword sekali lagi.
”Dark Art, Darkness Breaker!”
Sraing!
Wusssh!
Bilah yang besar menerjang ke tempat Celestial Emperor yang membuatnya harus menghentikan penyembuhan. Inilah kelemahan kemampuan tersebut karena disaat ia berhenti lah kemampuan itu dapat digunakan. Jika bisa digunakan di segala situasi, mungkin dia akan menjadi eksistensi yang tak terkalahkan karena bisa terus-menerus sembuh ketika diserang dengan fatal.
“The Miracle of Speed!”
Zhep!
Celestial Emperor langsung menghindar dan disaat itu juga, ia menyerang dari tempat yang tidak terlalu jauh dari Ren Yuu.
“Time Law Magic Blade!”
Kecepatan serangan balasan Celestial Emperor sangatlah tinggi yang membuat Ren Yuu hampir tidak mampu bereaksi. Jika saja ia tidak memiliki hukum Takdir, ia akan terkena secara telak.
“Spear of Darkness!”
Wusssh!
“Celaka!” Batin Celestial Emperor yang telah melihat tombak berwarna hitam yang sudah tiba depannya, mencoba menikam jantungnya.
Duar!
Ledakan terjadi terlebih dahulu di tempat Ren Yuu yang mencoba bertahan dengan cara menyilangkan pedangnya serta menggunakan kemampuan Kegelapan untuk melemahkan serangan Celestial Emperor.
Jleb!
Sementara itu, Celestial Emperor yang mencoba menghindar, tetap saja tertikam oleh tombak tepat di bahu kirinya lalu membawanya ke tempat yang sangat jauh.
“Kau tidak akan bisa menyembuhkan diri!” ucap Ruby saat matanya bersinar terang lalu mengendalikan Menara Kegelapan, membentuk banyak senjata tajam lalu ia pun mengayunkan kedua lengannya dengan bentuk silang ke arah bawah.
Celestial Emperor yang menyetabilkan tubuhnya, mencabut tombak dari bahunya dengan wajah garang. Ia semakin marah karena ia tidak diberi waktu untuk berhenti dan ia tidak akan bisa menggunakan kemampuan Keajaiban Kehidupan untuk memulihkan luka-lukanya.
__ADS_1
Karena semua senjata itu tercipta dari Menara Kegelapan, tentu saja itu akan tetap memberikan banyak luka jika ia tidak mencoba menghindar. Ini membuat Celestial Emperor tidak akan pernah bisa menyembuhkan diri.
Sementara itu, Ren Yuu yang terhempas, tampak sedikit menyedihkan saat ini. Walaupun ia bertahan, tetap saja serangan Celestial Emperor sebelumnya sangat kuat.
“Ruby, buat dia sibuk dalam waktu satu menit!” ucap Ren Yuu melalui transmisi suara. Disaat itu juga, ia menyilangkan pedangnya di depan wajahnya lalu mengumpulkan semua kekuatan yang ia bisa kerahkan dalam satu serangan.
Tentu saja Ren Yuu telah mempertimbangkan bahwa Celestial Emperor telah menerima banyak luka dan itu tidak disembuhkan, ini membuat kecepatan dan reaksi Celestial Emperor menurun drastis, dan disaat itu juga serangannya akan tepat sasaran jika ia menggunakan semua kekuatannya.
Ruby menangguk kecil dan terus membuat Celestial Emperor sibuk dengan puluhan ribu senjata yang terbang ke sana ke mari menyerang terus-menerus ke arah Celestial Emperor. Walaupun itu menggunakan sangat banyak hukum, ia tetap mencoba menahannya selama satu menit.
“Sialan! Kau tetap saja menyebalkan bahkan ketika kau tidak lagi bersama Dewa Yin-Yang!” ucap Celestial Emperor marah menatap ke arah Ruby dan terus menghindar. Jika saja lukanya tidak parah, ia akan dengan mudah menghindar. Dan ia tidak memiliki waktu menyembuhkan lukanya yang membuatnya semakin marah.
Celestial Emperor terus-menerus mendekat karena ia sudah ingin membereskan Ruby terlebih dahulu. Ia yakin bahwa dalam waktu kurang dari satu menit, ia akan bisa menghancurkan Ruby.
Sementara itu, Ren Yuu terus-menerus mengumpulkan kekuatan, ia menekan sebanyak mungkin aura agar tidak dilacak oleh Celestial Emperor, ini juga dikarenakan jaraknya cukup jauh karena terhempas sebelumnya.
Tetapi untuk Ren Yuu berbeda, ia dapat melihat apa yang Ruby lihat sehingga ia bisa mengetahui di mana Celestial Emperor berada.
Crang! Crang! Crang!
Celestial Emperor terus-menerus mengayunkan pedangnya dan mendekat ke arah Ruby. Ia juga mencoba melacak Ren Yuu semampunya dan tidak menemukan jejak Ren Yuu sehingga ia meningkatkan kewaspadaannya.
Ruby di sisi lain, wajahnya sedikit pucat karena terus-menerus menciptakan senjata dengan hukum, ini menguras sangat banyak hukum karena Celestial Emperor menghancurkannya dengan sangat cepat.
“Tampaknya aku tidak bisa bertahan satu menit!” Batin Ruby dan memasang wajah serius. Ia pun memadatkan Menara Kegelapan, merubah ukurannya ke ukuran utama lalu menerbangkannya ke arah Celestial Emperor.
“Time Freeze!”
Celestial Emperor membeku seketika tetapi ia langsung terbebas karena ia juga pengguna hukum Waktu. Ia pun mengerahkan semua kekuatannya di tinju kanannya lalu mengayunkannya ke arah Menara Kegelapan yang sudah tiba di depannya.
Dang!
Suara benturan keras terdengar, Menara Kegelapan langsung penyok sedemikian rupa lalu melesat ke arah tempat Ruby.
Ruby yang menatap itu, langsung memudarkan tubuhnya lalu tubuhnya masuk ke dalam Menara Kegelapan saat menara tersebut membenturnya.
“Mati!” Teriak Celestial Emperor mengayunkan pedangnya karena ia berniat menghancurkan Menara Kegelapan merepotkan dengan semua kekuatannya, dan jika ia menghancurkan inti Menara Kegelapan, ia yakin Ruby akan tewas juga.
Tetapi pedang Celestial Emperor yang telah diayunkan ke arah atas, tiba-tiba terhenti karena ia merasakan ancaman kematian.
__ADS_1
“Dark Art, God Of Darkness!”