Kakak Kelas

Kakak Kelas
prolog


__ADS_3

Seorang gadis cantik berlari menuju sekolah barunya. Hari ini adalah hari pertama MOS di SMA Garuda. Ia berlari sambil memasangkan name tag-nya. Sesampainya di gerbang sekolah, ia langsung masuk dan berbaris bersama para siswa baru.


Diandra Evilia Agatha. Gadis cantik yang sering dipanggil Rara oleh keluarganya itu memiliki rambut bergelombang yang membuatnya terlihat sangat cantik. Ia selalu mendapat juara umum di SMP-nya dulu. Akan tetapi, Diandra sangat pendiam dan dingin. Ia sama sekali tidak ingin bergaul. Ia hanya memiliki seorang sahabat, yaitu Kirana, yang kebetulan satu SMA lagi dengannya.


Diandra sedang fokus memperhatikan kakak kelasnya yang sedang berbucara di depan. Orang itu sedang menerangkan berbagai peraturan yang harus ditaati.


"Rara!" panggil Kirana.


"Apa?" sahut Diandra.


"Pemandu OSISlo siapa?" tanya Kirana.


"Gue luga," kata Diandra sambil menyengir.


"Kebiasaan, penyakit jangan dibawa-bawa," ejek Kirana.


"Hei!" Suara bariton terdengar. Diandra pun menoleh.


"Kakak manggil saya?" tanya Diandra.


"Iya, cepet sini!".


Diandra pun berjalan menghampiri orang yang memanggilnya itu.


Ia bernama Davendi Mahendra.Cowok yang lebih akrab dipanggil dave itu terkenal nakal dan playboy. Ia sering sekali keluar masuk BK, padahal ia salah satu anggota OSIS, ia juga sangat tampan, jadi jangan heran jika ia menjadi playboy.


" Ada apa, Kak?" tanya Diandra saat ia sudah berada di depan Dave.


"Lo kelompok siapa? Kenapa masih diam di situ?" tanya Dave dengan nada ketus.


"Saya tadi kurang jelas mendengar penjelasannya," jawa Diandra.


"Bahasa lo jangan baku gitu, 'napa'? Lo masuk kelompok gue aja," ujar Dave.

__ADS_1


"Iya".


Diandra punbergabung dengan beberapa siswa menjadi anggota kelompok Dave


"Adik-adik, perkenalkan nama gue Davendi Mahendra. Gue ketua kelompok ini." Dave memperkenalkan diri.


" Gue Bisma Frendy.Gue wakil kelompok ini," sambung cowok tampan di sebelah Dave.


"Ya udah, gue jelasin sekarang. Kalian disuruh mencari satu botol yang di dalamnya berisi nama pengurus OSIS yang harus kalian dapatkan tanda tangannya," jelas Dave. "Waktunya dimulai dari sekarang sampai jam delapan.Mulai!"


Semua siswa berhamburan mencari apa yang disuruh pemandu mereka.


" Lo kenapa, Dave? Dari tadi cengar-cengir terus," tanya Bisma


" Kayaknya gue udah dapet target berikutnya,"Dave menyeringai


" Siapa?" tanya Bisma.


"Mending lo cari target yang lain. Kayaknya dia polos banget. Kasihan," kata Bisma


"Emangnya kenapa kalau dia polos?" tanya Dave.


"Biasanya sih,orang-orang yang suka mainin cewek, apa lagi cewek polos kayak dia, bakalan kena karma," jelas Bisma.


"Lo percaya aja sama yang begituan."Gue udah ngingetin, kalau lo masih keras kepala, ya terserah," sahut Bisma.


Di kejauhan, gadis cantik yang yang baru saja dibicarakan sudah menemukan apa yang dicarinya. Tapi sulit. Ia melompat-lompat kesusahan mengambil botol yang berada di atas pohon.


Tiba-tiba sebuah tangan mengulur mengambil botol kaca itu. Diandra menoleh.


Seorang cowok tampan berdiri di samping gadis itu.


"Nih, botolnya. Makanya jadi orang jangan pendek," kata Cowok itu sambil tersenyum simpul. Namanya Alex.

__ADS_1


"Terima kasih." Diandra mengambil botol itu dan langsung meninggalkan Alex. Ia paling tidak suka berdekatan dengan cowok.


" Davendi Mahendra",gumam Diandra pelan membaca kertas di dalam botol. Ia berjalan pelan.


" Sudah jam delapan. Cepat cari pengurus OSIS yang namanya berada di botol kalian, lalu minta tanda tangannya." Lesti, ketua OSIS, berseru lantang.


Diandra pun berlari menghampiri seorang cowok yang sedang dikerumuni banyak anak baru. Karena Diandra tidak suka berdesak-desakan, ia menunggu di kursi dekat Dave yang sedang sibuk.


" Lo ngapain di sini?" tanya Dave begitu selesai.


"Mmm__ tadi saya mau minta tanda tangan Kakak, tapi gara-gara ramai banget, jadi saya nunggu dulu," jelas Diandra


"Oohh, lo mau minta tanda tangan gue?" tanya Dave


"Iya."


"Nama lo siapa?" Tanya Dave.


"Nama saya Diandra," jawabnya.


"Gue bakal tanda tanganin buku lo, tapi ada syaratnya," kata Dave.


"Hah?! Syara?" tanya Diandra kaget.


"Iya," jawab Dave santai.


"Kalau ada syaratnya mending nggak usah deh, Kak. Lagian Saya tidak butuh tanda tangan Kakak." Diandra pergi meninggalkan deh Yang cengo.


Terdengar seseorang terbahak di belakang Dave.


"Ngapain lo ketawa?" tanya Dave pada Bisma. Baru pertama kali gue lihat adik kelas ngerendahin harga diri lo," ejek Bisma lalu duduk di sebelah Dave.


"Sialan lo! Pokoknya gimanapun caranya gue bakalan dapetin tu cewek," kata Dave.

__ADS_1


__ADS_2