Kakak Kelas

Kakak Kelas
#2#


__ADS_3

Diandra membuka-buka aplikasi Instagram di laptopnya. Dia sebenarnya tidak terlalu suka bermain sosial media, tapi karena ia harus mencari foto pengurus OSIS, ia terpaksa membuka laptopnya.


Setelah lama mencari, ia mengenali satu wajah yang tadi membantunya mengambil botol di atas dahan. Ia mengunduh foto orang itu lalu mencetaknya. Kemudian ia membuat name tag dari karton tebal yang dibungkus kertas manila putih.


Setelah ia selesai menulis nama dan alasannya, Diandra langsung menempelkan foto Alex yang sudah dicetak tadi.


Diandra pun mematikan laptopnya dan menaruh name tagnya di meja. Ia langsung merebahkan diri di tempat tidur yang sedari tadi memanggilnya.


 


Pagi ini Dave bangun jam enam. Ia segera mandi lalu turun ke bawah untuk sarapan. Selesai sarapan ia segera memakai sepatunya, lalu pergi ke sekolah menggunakan mobilnya.


Beberapa menit kemudian, ia telah sampai di sekolah. Ia memarkir mobilnya, lalu berjalan santai menuju kelasnya.


Sesampainya di kelas, Dave langsung menaruh tasnya. Lalu ia turun ke bawah untuk mengikuti MOS hari kedua.


"Sayang," panggil seorang gadis dengan nada manja yang membuat Dave geli.


"Apaan sih lo? jijik gue denger lo ngomong kayak gitu," ujar Dave.


Bella Gravita. Cewek cantik dan juga seksi yang selalu memakai baju ketat ke sekolah. Ia adalah salah satu mantan Dave yang terkenal dengan julukan 'Si Ratu Cabe'.


"Sayang, jangan gitu dong." Bella bergelayut manja di lengan Dave yang kekar.


"Lepas!" bentak Dave sambil menarik tangannya.


"Sayang, kamu kenapa sih?" tanya Bella setelah melepas tangannya dari lengan Dave.


"Sayang, sayang. Kita udah putus, jadi lo enggak boleh manggil gue kayak gitu lagi!" kata Dave ketus.


"Kan aku belum mau putus sama kamu," rengek Bella yang terdengar menjijikkan di telinga Dave.


"Gue enggak mau tau. Mulai hari ini lo enggak boleh deket-deket gue, apalagi sampai nyentuh gue," kata Dave lalu pergi meninggalkan Bella yang masih memanggil-manggil Dave dengan nada yang membuatnya ingin muntah.


 


Di depan gerbang sekolah Diandra turun dari mobil yang dikemudikan oleh kakaknya.

__ADS_1


Antonio Prasatya. Cowok yang lebih akrab di panggil Satya ini sudah berumur 19 tahun. Menurut Diandra , kakaknya ini sangat menyebalkan. Walaupun sangat menyebalkan, kakaknya juga sangat perhatian terhadap Diandra.


" Hai, cantik!? goda segerombolan cowok saat Diandra melewati mereka. Diandra hanya berjalan dalam diam.


"Hai, Ra!" seru Kirana sambil melambaikan tangannya lalu berlari ke arah Diandra.


"Apaan sih, Na?" tanya Diandra.


"Gue kangen sama lo," kata Kirana.


"Lebay lo! Udah sono pergi, gue mau masuk kelas," usir Diandra.


"Ah! Lo mah gitu, temen lo yang cantik nan imut sepanjang masa ini kangen sama lo, tapi lo malah ngusir." Kirana mengerucutkan bibirnya lalu pergi dengan wajah cemberut.


Diandra yang melihat itu pun hanya tertawa pelan. Ia kemudian berjalan menuju kelasnya untuk menaruh tasnya.


Setelah itu Ia turun ke bawah lalu memakai name tag-nya. Diandra pun berbaris dengan kelompoknya.


"Lan!" panggil seseorang.


"Apa?" tanyanya sinis.


"Sinis amat, Neng," canda Dave.


"Enggak lucu," ujar Diandra datar.


"Gue kan bukan anaknya Sule, jadi gue enggak berbakat ngelucu," kata Dave.


"Tapi kok mirip?" ejek Diandra.


"Gue yang ganteng gini cocoknya mirip Niall-nya 1D," kata Dave.


"Semerdeka lo aja deh!" tukas Diandra.


"Kan lupa deh gue ke sini mau ngapain," kata Dave.


"Lo pakai foto siapa di name tag?" ia mengamati name tag Diandra yang terbalik. "Lo banyak nanya," tukas Diandra.

__ADS_1


"Foto siapa sih yang lo pakai?" tanya Dave sambil membalik name tag milik Diandra. "Fotonya Kakumm, Kak siapa ya gue lupa," kata Diandra sambil mengingat-ingat.


"Alex?" tanya Dave saat melihat foto di name tag Diandra.


"Nah, itu loh tahu. Udah ah, gue mau cabut dulu. Enggak guna ngomong sama kakak kelas yang SKSD." Diandra melangkah ke halaman sekolahnya yang luasnya nggak usah ditanya lagi. Ia dan siswa lainnya pun berbaris rapi.


"Adik-adik, sekarang waktunya permainan. Jadi permainan ini untuk panitia OSIS dan adik-adik. Panitia OSIS diwajibkan memilih salah satu adik kelas sepuluh. Permainannya adalah membawa uang koin dari buah semangka itu kemeja. Satu koin di bawa berdua menggunakan mulut," jelas Cindy.


"Yang ikut permainan adalah Alex, Bisma,Ryo" Lesti perpikir, "Dave! Silahkan kalian pilih, harus cewek."


Mereka semua langsung ribut.


"Gue milih lo," kata Rio sambil menunjuk jawab setengah bule bernama Ghrita.


"Cieee....," sorak beberapa siswa.


"Gue lo aja." Bisma menarik cewek berkacamata yang tampak manis. Namanya Laura.


"Gue yang di sana," Dave dan Alex kompak menunjuk Diandra.


"Hah?!" Saking terkejutnya Diandra tidak tahu harus berkata apa.


"Cieee...."


"Gue yang milih duluan!" kata Dave.


"Gue, kali. Lo aja yang ikut-ikutan," sahut Alex.


"Jijik gue ngikutin lo!"


"Gue apalagi," timpal Alex.


Mereka berdua pun beradu bacod di depan. Sedangkan yang lainnya hanya menonton tayangan gratis itu.


"Udah, udah, kalian berdua suit aja, yang kalah cari pasangan lain," kata Lesti.


Mereka pun mengikuti perkataan Lesti. Dan yang menang adalah___

__ADS_1


__ADS_2