Kakak Kelas

Kakak Kelas
episode 33


__ADS_3

Raihan pov


Maksud dari rohan dan fiyan ini apa?


putri kan sudah ada samuel?


Ah bodoh sekali mereka! Tidak berpihak ke el malah mendukung hubunganku dengam putri.


**keesokan harinya.


author POV**.


Syena pun melajukan mobilnya dengan cepat sangat cepat! Kini air matanya sudah berbinar! Kalut pikirannya. Jika seandainya dulu dia tidak meninggalkan rai untuk om muda yang telah mencampakkan nya demi wanita lain itu.


Bayangan kenangan dengan rai pun mulai bermunculan. Mulai dari mereka di pantai dan rai menuliskan dipasirnya namanya "Alrita Syena Putri ❤"


Tanpa ia sadari dia menabrak gerobak sayur.


"Neng keluar neng" ucap penjual sayur mengetok-ketok pintu kaca mobilnya


Dia pun mengusap pipinya. Membuka sabuk pengamannya dam membuka pintu mobilnya.


"Neng tanggung jawab" ucap penjual gerobak itu kepada syena.


"Iya pak" ucap syena kembali ke mobilnya. Mencari sesuatu yaitu dompetnya. Nihil, dompetnya tidak ada dimobil mungkin ketingalan dirumah.


"Pak maaf, ini dompet saya ketinggalan apakah saya boleh mengambilnya lalu kesini menghampiri bapak?" ucap syena dengan sopan


"Ah kamu pasti alasan nanti ga balik kesini lagi" ucap penjual sayur itu.


"Tapi bener saya ga bawa dompet pak apa bapak ikut dengan saya mengambil dompet saya dirumah?" ucap syena bernegoisasi


"Ah kagak pasti kamu nanti culik saya trus saya dimutilisai dtempat" ucap penjual sayur.


Kini syena sudah seperti syena yang dulu. Syena yang baik dan sopan.


Karena pada hari ini dia bertekad untuk mengubah sifatnya seperti semula.


"kalau begitu saya harus gimana pak?"


"mana saya tahu pokoknya kamu harus ganti rugi!!!"


Seseorang lelaki memarkirkan motornya dipinggir jalan dan menghampiri syena dan penjual sayur itu.


"Ada apa syen?" ucap seseorang lelaki itu

__ADS_1


"Eh fiyan ini aku tadi ga sengaja nabrak bapak ini, dia minta pertanggung jawaban nah ternyata dompet aku ketinggalan dirumah" ucap syena menjelaskan


Ternyata itu fiyan.


"Bapak minta berapa?" ucap fiyan menanyakan kepada bapak itu


"300 ribu mas" ucap penjual sayur yang tadi ditabrak oleh syena


"Oh oke" ucap fiyan merogoh sakunya dan mengambil dompetnya.


"Ini pak" ucap fiyan sambil memberikan uang seratus ribuan tiga lembar.


"Makasih mas" ucap penjual sayur itu dan pergi


"Makasih yan nanti gue ganti ya" ucap syena


"kagak usah di ganti syen kaya siapa aja"


"Gak enak lah yan gue ganti ya" ucap syena


"Lo ganti gue gamau nganggep lo temen" ucap fiyan


"Lo mau kemana?" tanya syena


"Gue ikut ya" ucap syena


"Syen masuk aja lo" ucap fiyan


"Plis yan sekali ini aja plis" ucap syena


"Yaudah. Kita mau kemana" tanya fiyan


"Ke mall aja yuk ngapa kek" ucap syena


"Motor lo gimana?" lanjut syena.


"Biar nanti suruh ambil abang gue" ucap fiyan


"Mana kunci lo" lanjut fiyan


"Nih" ucap syena sambil memberi kunci dari mobil syena.


sesampainya di mall


"Enak ya disini yan"

__ADS_1


"Ya enak lah syen ini kan mall adem gak kaya pasar"


"Terus kita sekarang mau kemana?"


"Hmmm kita ke tongji gimana mau gak yan?" ucap fiyan


"yaudah ayo " ucap Syena dengan bersemangat


"Loh lo beneran mau kesana?"


"kenapa gak ?" jawab syena bingung


"Tongji kan murah-murah makanannya?" ucap fiyan


"Yang penting kan halal ruq" ucap syena


"Lo kok bisa berubah sih?" ucap fiyan


"Berubah gimana?" tanya syena


"Ya gak Sombong lagi kaya kemarin"


"Gue mau berubah aja. Kaya syena dulu. Tapi gue juga ga berharap sama rai terus-terusan kasian dia juga" ucap syena


"Alesannya rai?" ucap fiyan


"Enggak, karena aku juga gak punya temen gak ada yang mau jadi temanku" ucap syena


"Gue mau kok " ucap fiyan


"serius Lo mau?"


"iya serius"


"tapi "


Kini mereka sudah sampai tongji ya. Udah mesan dan mereka duduk.


"tapi kenapa?" ucap fiyan


"putri kaya benci banget sama gue" ucap syena


"putri adiknya El ?" ucal fiyan yang membuat syena kaget.


(Syena udah bener-bener berubah ya berubah kaya dulu, baik lagi)

__ADS_1


__ADS_2