Kakak Kelas

Kakak Kelas
episode 34


__ADS_3

(Syena udah bener-bener berubah ya berubah kaya dulu, baik lagi)


"Hah adiknya el?" ucap syena sedikit kaget


"Iya adik Samuel kok lu sedikit kaget lu nyesel ya dulu nolak samuel?" ucap fiyan menggoda syena.


"Enggak kok. Tapi dulu distarbuck kata samuel putri pacarnya" ucap syena.


"Oh itu, mungkin el menghindari pembullyan yang lo lakuin ke putri kali" ucap fiyan santai.


"Ih pakai bohong segala" ucap syena sedikit kesal.


"Ehm syen, jadi gimana om muda itu?" tanya fiyan


"Oh mas reno iya dia ninggalin aku demi wanita lain mungkin karma sih buat aku" ucap syena


"semacam karma?" ucap fiyan


"Iya aku dulu ninggalin rai demi dia. Aku nyesel. Tapi sekarang aku relain dia buat orang lain aja yang penting dia bahagia. Pasti kalau aku bisa bantu dia sama orang yang disukainnya pasti aku sangat bahagia" ucap syena


"Rai memang sulit ditebak kalau dia sedang mengaggumi seseorang. Kaya waktu itu dia mengaggumi lo.tiba tiba aja jadian. Pdkt nya ga bilang sama kita lagi." ucap fiyan.


"Tapi tunggu aku masih kepo deh" ucap syena


"Kepo apa?"


"Kok putri kaya benci banget sama aku" ucap syena


"Iya sih, setau ku putri anak yang lucu punya banyak teman bisa bergaul. Baru tau aku dia bisa membenci orang" ucap fiyan


"Apa gara-gara gue nolak abangnya" ucap syena menebak-nebak


"Gak lah, lo kan ga nyakitin abangnya. Lagian kalo Samuel cerita pasti ceritnya sesuai dengan kejadian nyatanya" ucap fiyan santai


"Tapi kalau yang gue sakitin rai hubungannya dia benci sama gue apa coba"ucap syena


"Kayaknya dia suka sama rai" ucap fiyan


"Terus Rai suka sama dia?"


"kenapa ? Lo cemburu"


"Enggak kan gue udah bilang gue bakal bantuin rai dapetin yang dia mau walaupun itu bukan gue" ucap syena

__ADS_1


"Gak tau sih rai orangnya susah ditebak" ucap fiyan


"Lo kan Deket sama dia"


"Lagian kan lo dulu jadi agen pengintaian kenapa ga lo coba mengintai" lanjut fiyan.


"tapi dari yang kita liat si mereka saling suka cuma Rai terlalu jual mahal makanya begitu" lanjut fiyan


"hmm oke gue coba" ucap syena


**keesokan harinya.


author POV**.


"Gue boleh duduk disini ga?" ucap syena pada gadis berkepang yang duduk paling depan.


"G-gue?" ucap gadis itu menunjuk dirinya.


"Boleh ga?" lanjut syena


"Boleh" ucap Agatha, cewek nerd yang selalu berkepang.


Syena pun duduk disebelah Agatha.


Syena pun menarik tangan rai.


"Rai maaf gue pindah ya" ucap syena


"Hm" ucap rai lalu pergi ke arah bangkunya.


tumben Itu anak kenapa batin rai.


Raihan POV.


Rohan dan rio pun datang dan langsung menghampiriku.


"Eh rai itu kenapa syena pindah deket cewek nerd itu ya?" ucap rio


"Gak tau" ucap gue sambil menautkan alis.


**pelajaran dimulai.


kelas matematika**.

__ADS_1


"Nah anak-anak bisa dikerjain ini kalau gatau bisa ditanyakan kebapak" ucap pak yoga lalu duduk dikursi guru.


Gue pun sibuk mengerjakan soal matematika yang diberi pak yoga tadi.


"Rai" bisik rio disebelahku. Lebih tepatnya sebelah mejaku.


Gue pun menoleh dan memasang muka bertanya ada apa tanpa mengeluarkan suara.


"bolos yuk"


"Kagak ah" ucap ku lalu kembali sibuk menatap jawaban matematika ku tadi.


"ayo lah Rai "


"gak mau"


"Yaudah bolos sendiri aja yok" ucap rian


"Lo bolos gue bilangin stella" ucap ku masih sambil menatap jawaban matematikaku.


"Ah rai kagak asik sekarang" ucap rohan


"Lagian kalian udah punya pacar harusnya semangat belajar" ucapku melirik mereka.


"Lah elo? Dua sekaligus lagi stefany sama syena" ucap rian


"Eh geblek putri punya el" ucapku


"Hah? Hahahaha" ucap mereka tertawa barengan.


Entah apa yang mereka ketawakan.


Pak yoga pun melempar penghapus kearah mereka.


"aduh " ucap Rian


Yang keliatannya terkena oleh rian.


"Jangan berisik makanya" ucap pak yoga didepan sana.


Rohan pun yang disebelahnya tertawa.


"Kena penghapus lagi" ucap rian kesal.

__ADS_1


Bel pulang sekolah pun berbunyi


__ADS_2