
aneh cuma belajar drama tapi sampe nonjok pipi gue segala bahkan sampe kaya lagi ngelampiasin emosi nya ke gue? apa bener dia cuma latihan drama? ucap batin Samuel
"oh ya El gue minta maaf soal pipi Lo" ucap Rai
kini mereka masuk kedalam mobil untuk kembali kerumah masing-masing.
rumah Raihan.
"ahhh gue kenapa bodoh si, kalo Samuel nanti mikir gue cemburu sama dia gimana! Rai Rai kenapa Lo gak berfikir dulu sebelum Lo bertindak si" ucap Raihan didalam kamar.
keesokan harinya.
sekolah dibebaskan, dikarenakan besok sudah libur semester,
jadi semua kelas dikosongkan mata pelajaran nya.
author POV.
"put Lo kenapa?"
"eh stell gue gapapa kok"
"hmm masa yakin Lo gapapa, kok gue gak yakin"
"iya-iya gue lagi cemas kemarin gue liat pipi ka El lebam kaya abis ditonjok gitu" ucap putri.
" hah kok bisa ?"
"gue juga gak tau dia gak jawab apa-apa pas gue tanya"
"gimana kalo kita tanya sama temen-temen nya siapa tau ka samuel cerita ke mereka kan mereka sahabat nya"
"hmmm"
"ayo" ucap Stella sambil menarik tangan putri.
"mau kemana?"
"kekelas mereka lah"
Putri pun langsung mengikuti langkah kaki Stella dengan terburu-buru.
putri POV.
seperti biasa Stella langsung masuk menyelonong saja menuju meja ka rian, aku pun mengikuti nya.
"honey" ucap stella sambil memeluk Ka Rai dari belakang
__ADS_1
"eh sayang nya aku" ucap KA Rian sambi membalas pelukan dari Stella.
kini Stella pun duduk disamping ka Rian karena kebetulan kursi sebelah ka Rian kosong, ya mungkin saja ka Rohan lagi main kekelas pacarnya.
aku pun melihat kursi disebelah ka Rai kosong, dikarenakan Shena sudah pindah tempat duduk kedepan.
akupun langsung menuju ke bangku ka raihan.
" KA Rai aku duduk disini ya?"
" hmmm"
" makasih ka rai"
"hmmm"
"oh ya ka rai, kakak tau gak kenapa muka Ka Samuel lebam" ucap ku.
"oh itu "
"iya ka "
"kenapa Lo gak tanya langsung sama dia"
"ih ka Rai kalo aku dikasih tau kenapa juga aku harus tanya sama ka Rai aneh ih"
"hah kok bisa kenapa ka rai?"
"gue emosi jadi dia kena sasaran sama gue" ucapnya cuek.
"ka Rai kenapa jahat banget si " ucap ku sambil meninggalkan bangku ka Rai dan langsunv berlari keluar kelas
kini air mata ku tak terbendung lagi.
*kenapa bisa Ka Rai Mukul ka El.
apa ini smua karena Shena?
kenapa mereka merebut kan Shena?
apa karena shena berubah seperti dulu lagi*?
" putri" ucap Stella
"ya" ucap ku sambil mengusap air mata ku.
"Lo kenapa put, cerita sama gue ka Rai ngapain Lo?"
__ADS_1
" yang mukul ka El ternyata Ka Rai stell"
"Lo terus kenapa Lo nangis emang ka Samuel kondisi nya parah atau sampe gak bisa bangun dari tempat tidur nya?"
"gak lukanya cuma lebam tapi yang gue takutin itu cuma ka Rai sama ka El ribut cuma karena merebut kan Shena "
"emang bener ya alasan mereka begitu karena Shena?"
"aku juga gak tau pasti, tapi aku takut ka Rai suka lagi sama Shena apa lagi sampe rela ribut untuk dia"
"udah put tenang gak usah terlalu Lo pikirin "
"beb kok balik si " ucap Ka Rian yang memaranin kami kekelas.
"eh put lo kenapa " ucap Ka Rohan.
"gak gue gapapa cuma tadi abis nonton drama"
"karena gue ya" ucap Ka Rai
"maafin gue ya gue salah" ucap Ka Rai dengan muka panik
"gak bukan karna kakak" ucap ku sambil memalingkan wajah
" gue minta maaf karena gue udah mukul Samsul sampai lebam " ucap Ka Rai
"hah Lo Rai? Lo nonjok Rai? Lo kenapa? ucap Ka Rohan.
" nanti gue jelasin"
"kak Rai, kalo ka Rai masih suka sama Shena Kakak tembak aja Shena nanti ke buru sama orang lain, jangan pedulikan hati ka El lagi, apa lagi sampai main fisik ke ka El"
"hah? hahahaha Lo kenapa si put" ucap Ka Rai sambil tertawa
entah kenapa dia memasang wajah tampa dosa itu
"maksudnya gimana ni? jadi Lo cemburu put sama Shena?" ucap Ka fiyan.
"hus diem" ucap Ka Rai
"bukan kok bukan itu alesan gue mukul samuel, gue nonjok Samuel ya karena gue lagi emosi dan Lo gak perlu tau alasan gue emosi kenapa, intinya gak ada sangkut pautnya sama Shena oke." ucap Ka Rai
"yaudah kalo putri gak boleh tau kenapa ka Rai ngomong sama putri sekarang" ucap sebel ku
"ya gue tau kok Lo nanya gini cuma karena Lo khawatir sama Samuel" ucap kak Rai
bukan cuma karena aku khawatir sama ka El tapi juga aku takut kalau kakak masih suka dan berharap sama shena, aku cemburu kak.
__ADS_1