
SESAMPAINYA DI MALL
pukul 19:20
SAMUEL POV.
gue pun langsung memasuki parkiran mall
sebelum masuk
Brugg.....
gue terjatuh.
"eh maaf pak saya matikan dulu telfon nya nanti saya sambung lagi" ucap yang menabrak gue.
pantes aja teledor jalan sambil maen hp.
"eh maaf ya maaf saya gak sengaja" ucap nya sambil beranjak berdiri.
dan mengambil kunci mobilnya yang terjatuh
dan gue pun langsung bangkit dari jatuh.
"lain kali hati-hati ya jangan main hp sambil jalan bahaya!" ucap gue
"iya mas maaf ya " ucap nya
gue pun langsung beranjak pergi menuju kedai kopi.
KEDAI KOPI
gue pun langsung menuju kasir untuk memesan
__ADS_1
setelah gue selesai mengambil pesanan gue tadi, gue langsung mengalihkan pandangan gue untuk mencari teman-teman gue.
terlihat sudah ada Rian,rohan, fiyan sudah berada ditempat biasa kita duduk kalau kumpul.
"woy bro" ucap gue mendekati mereka
"apa kabar bro" lanjut ku sambil ber tosan sama mereka
"yaudah kita mulai aja " ucap fiyan
"mulai apa ni kan Rai belom Dateng nanti lah tunggu dia dulu " ucap gue
"gue sengaja gak ngajak Rai" ucap Rian
"kok tumben jangan bilang kalo Lo pada mikir gue lagi ribut sama rai? " ucap ku sambil bertanya bingung
"ehm mungkin itu juga sebagai salah satu faktor nya" ucap Rohan
"Lo tau gak apa yang penyebab dia bisa emosi, dan kenapa yang di ajak buat ngeluapin emosi itu Lo bukan gue ataupun yang lain?" tanya Rohan
gue pun hanya mengerutkan alis dan mengangkat bahu yang menandakan bahwa gue gak tau
"itu alesan nya gue mau ngomong sama Lo, dan gue gak ajak Rai" ucap Rohan
"emang ada apa si kok Lo pada tegang banget si santai aja si" ucap gue dengan santai sambil meminum kopi yang tadi sudah ku pesan.
"sebelum Lo dianter pulang atau pas abis Lo dipukul sama dia dia ngomong atau apa gitu soal tonjokan itu ?"
"dia bilang si karena buat acara pensi sekolah "
"Lo sama sekali gak curiga gitu?" ucap fiyan
"curiga gimana maksudnya?" ucap gue
__ADS_1
"Lo gak curiga gitu tentang omongan dia ?"
" ya gue si lupa intinya si gue kaya macarin cewe yang lagi dia suka dan katanya gue lagi bales dendam sama dia"
"Lo kenapa bodoh si?" ucap Rohan
"udah jelas ini mah" ucap fiyan
" jelas apa si Lo pada gak jelas" ucap gue
"sekolah gue besok emang ngadain pensi tapi gak ada yang namanya drama apa lagi soal cinta-cintaan " ucap Rian
"lah terus sekenario yang rai hafalin buat apa dong?" ucap gue bingung
"ah gue males ngomong sama Lo lemot"
"pokoknya di ya guys kesimpulan yang gue ambil dari cerita dia berdua adalah Rai suka sama putri " ucap Rohan
alhasil gue tersedak saat sedang yang mendengar ucapan Rohan
"apa Lo serius ini ?" ucap gue
"iya jadi mungkin ya mungkin dia selama ini ngira kalo Lo sama putri itu pacaran jadi dia cemburu gitu" ucap Rian
" loh kok bisa gitu si?"
" Lo inget gak yang kejadian waktu itu yang kita lagi nongkrong terus cewek-cewek pada nyusul dan ada syena, kan Lo ngaku kalo Lo itu pacarnya putri dodol"ucap Rohan
"dan pas Lo kerumah sakit jenguk mama Rai lo sama putri berdua " ucap fiyan
"dan mungkin putri juga nyimpen rasa yang sama, sama rai."ucap rian
dan hanya ku jawab dengan anggukan
__ADS_1