Kakak Kelas

Kakak Kelas
#3#


__ADS_3

Dave! Ia langsung bersorak seperti orang yang sedang menonton sepakbola.


Diandra tak henti-hentinya mengumpat pada Dave dan Alex, karena telah memilihnya.Dave pun berjalan mendekati Diandra.


"Lomba udah mau dimulai," kata Dave.


"Apaan dah? Siapa bilang gue mau main sama lo?" sahut Diandra dengan suara dingin khasnya.


Sotak semuanya pun mengejek Dave.


"Ha ha ha! Ditolak!"


"playboy berkelas ditolak!"


"Sama gue aja!"


"Ayo dong, Lan. Gue bakal nurutin satu permintaan lo deh!" kata Dave.


"Oke, jauhin gue setelah permainan selesai." Setelah mengatakan itu Diandra berjalan ke depan tempat para peserta lomba berkumpul.


"Lo mau milih siapa?" tanya Lesti pada Alex.


"Gue enggak ikut," jawab Alex langsung meninggalkan halaman sekolah.


"Ya udah, kita mulai aja. Gue jelasin ulang ya. Di permainan ini kalian membawa koin dari semangka di sana ke meja Ini menggunakan mulut. Caranya, si cowok mengambil koin dari semangka yang digantung di sana menggunakan mulut. Setelah dapat, si cewek menggigit koin di sisi satunya lagi."


"Lalu kalian bersama pasangan kali bersama-sama menggigit koin itu ke meja di sini. Waktunya dua menit dimulai darisekarang!" seru Lesti.


Semua pasangan berlari menuju semangka masing-masing.


Dengan cepat Dave menggigit koin yang menancap di buah semangka lalu membawanya ke dekat mulut Diandra.


" Ogah gue!" kata Diandra.


"Udah cepat," kata Dave kurang jelas di sela-sela gigitanya.


"Jauh-jauh! Awas lo cari kesempatan. Gue tonjok lo!" ancam Diandra. Perlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Dave.


Bibir mereka sangat dekat membuat keduanya merasakan jantung mereka berdetak tiga kali lebih cepat.


Karena sudah 5 detik mereka diam pada posisi yang bahaya, Dave memutuskan untuk berlari dengan gaya menyamping. Otomatis Diandra ikut berlari. Mereka pun terus melakukan itu dan pada saat koin terakhir, mereka berlari lebih awal.


Tiba-tiba di Duandra tersandung. koin yang mereka bawa jatuh entah kemana kesamaan dengan mereka yang juga terjatuh. Diandra terjatuh di atas Dave. Yang menhejutkan bagi Diandra adalah bibirnya menempel pada bibir Dave.


First kiss gue, batin Diandra.


Dengan cepat Diandra bangun, tapi Dave malah mencegahnya. Dave mendorong kepala Diandra ke depannya.Ia menyambar bibir Diandra. Diandra yang menyadari hal itu, langsung bangun dan berjalan, tetapi tertahan oleh tangan Dave.


"Maa," kata Dave.


"Maaf? Setelah lo nyuri first kiss gue?" Dianfra menepis tangan Dave lalu berbalik. Namun beberapa detik kemudian ia berbalik lagi.

__ADS_1


"Sama satu lagi," katanya dan PLAKK!! Diandra menampar Dave sekuat tenaga. Lalu ia berjalan pergi meninggalkan bekas merah di pipi kiri Dave.


Semua yang melihat itu hanya diam. Para peserta lomba juga terdiam.


"Ehbisa kita lanjut?" tanya Cindy


"Gue cabut dulu," kata Dave lalu pergi.


Sementara itu, Diandra berlari menuju taman. Lalu ia duduk bersandar di bawah sebuah pohon besar. Ia tidak menyangka ciuman pertamanya diambil oleh cowok yang bahkan baru ia kenal.


Dia marah, kesal, dan sedih. Semuanya bercampur aduk. mood-nya hari ini telah dirusak oleh kakak kelas sok kecakepan itu.


"Argh!" teriak Diandra sambil mengacak rambutnya dengan frustrasi.


Tidak biasanya Ia seperti ini. Biasanya ia selalu menghindari orang yang mungkin akan membawa Ia ke dalam masalah. Namun sekarang? ia masih bingung kenapa ia membiarkan orang itu masuk ke dalam hidupnya.


Diandra memutuskan untuk mendengarkan musik agar mood-nya membaik. Ia mengeluarkan ponsel dan earphone-nya yang selalu ia bawa di saku roknya.


Ia memutar lagu favoritnya, All of Me. Matanya perlahan-lahan mulai terpejam.


Tanpa ia sadari, Alex datang dan duduk di samping Diandra. Ia memperhatikan gadis itu dari dekat.


Ternyata dia lebih cantik kalau diperhatiin dari dekat,, batin Alex.


Setelah lama memperhatikan gadis di depannya itu, Alex akhirnya terbawa suasana. Ia ikut bersandar di sebelah Diandra dan menyandarkan kepalanya di bahu Diandra. Alex selalu tertidur.


 


Ia melepas earphon-nya yang sedari tadi menyumpal kedua telinganya. Ia perlahan-lahan masukkan ponsel dan earphon-nya ke saku roknya, karena takut Alex terbangun. Setelah cukup lama menunggu, Alex tak kunjung bangun. Ia masih tertidur di bahu Diandra. Diandra yang merasa bahunya pegal dengan terpaksa membangunkan Alex.


"Kak, bangun, Kak," ucapnya sambil menepuk- nepuk pipi Alex.


Alex bergumam pelan lalu mengucek kedua matanya.


"Gue di mana?" tanya Alex dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Kakak ketiduran di bahu saya," ucap Diandra.


"Enggak usah pakai saya-saya, pangil goe-elo aja! Eh, jam berapa sekarang?" tanya Alex.


Diandra melirik jam tangan berwarna toska yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


"Jam sembilan," jawab Diandra.


"Astaga! Sekarang jadwal ceramah Bu Asna! Bisa dihukum kita. Mana gue yang bawa laporannya!" seru Alex panik.


"Kenapa enggak bilang dari tadi?" Diandra ikut panik dan berdiri, lalu menepuk-nepuk roknya menepis tanah dan rumput yang menempel. Ia langsung menarik Alex.


Mereka pun berlari menuju aula.


"Gue takut masuk, Kak," kata Diandra setelah sampai di depan pintu aula yang tertutup rapat.

__ADS_1


"Udah ayo masuk sama gue," kata Alex sambil menggandeng Diandra masuk.


"Pagi, Bu!" sapa Alex.


"Kenapa kamu baru datang?" tanya Bu Asna. "Saya ketiduran tadi, Bu," jawab Alex sambil menunduk.


"Karena kamu sudah tidak disiplin, kamu Ibu hukum bersihin gudang!" omel Bu Asna. "Itu yang di belakang kamu siapa?"


"Ini anak kelas sepuluh, Bu," kata Alex.


"Kamu anak baru sudah tidak disiplin, Suara Bu Asna naik satu oktaf. "kamu juga ikut bersihin gudang!"


" Baik, B__"


"Bu, saya ikut juga, ya." Dave tiba-tiba muncul.


"Ngapain lo ikut?" tanya Diandra ketus.


"Bu, enggak baik biarin cewek-cowok berduaan di tempat sepi," kata Dave "Bu Asna mengangkat sebelah alisnya. "Ya udah kamu ikut," katanya.


Dave langsung menarik tangan Diandra meninggalkan Alex di belakang mereka.


" Apaan sih lo narik-narik?" tanya Diandra.


"Maafin gue," kata deh berhenti melangkah. Tangannya menahan Diandra.


"Enggak!" tukas Diandra sambil menarik lengan tangannya.


"Kalau dia nggak mau jangan dipaksa," kata Alex nimbrung.Ia menyusul mereka dan mendahului berjalan menuju gudang sekolah di gedung belakang.


Diandra meninggalkan Dave menyusul Alex.


Sesampainya di gudang Alex langsung membuka pintu.


"Uhuk! Uhuk!" Alex dan Diandra terbatuk-batuk karena debu.


"Sialan lo! Kenapa ninggalin gue?" tanya Dave.


" Lagian siapa yang ngajak lo?" tukas Diandra.


"Tau tuh, kayak jelangkung," sindir Alex.


"Kan gue mau bantuin kalian," kata Dave.


"Ya udah sono bersih-bersih!" suruh Alex.


"Kenapa jadi gue?" tanya Dave.


"Ya udah kalau lo enggak mau, gue aja," Diandra mengambil sapu.


"AAAAAAAAAAHHHHHHHHH!!!" Tiba-tiba Diandra berteriak.

__ADS_1


__ADS_2