
astaga mama ka Rai kecelakaan apa? kalau gue dianterin sama dia berarti gue ngerepotin dia dong " ucap batin putri.
putri POV.
gue pun langsung mengikuti ka Rai dari belakang Tampa mensejajarkan langkah ku. dengan nya.
diapun berpelukan dengan kedua saudara nya .
dilihat dari wajahnya itu kakaknya Rai.
ya wajah mereka berdua sangat mirip sekali mungkin mereka kembar.
"gimana nyokap den?"
"masih ditangani sama dokter"
kak rai pun mondar mandir dengan muka panik dan seluruh tubuhnya yang sudah dipenuhi oleh keringat.
jam menunjukkan pukul 21:30 aku harus pulang. lagian tadi aku sekolah langsung pergih. takut mama papah hawatir apa lagi handphone ku juga mati.
ku lihat wajah ka Rai masih penuh dengan kekhawatiran, dia duduk dibangku tunggu dekat dengan UGD.
aku pun mendekati nya dan meliriknya seraya memegang pundak nya.
"ka Rai yang sabar ya, aku yakin pasti mama ka Rai gapapa kok wanita kan kuat kaya aku " ucapku sambil menghibur ka Rai.
tapi sia-sia wajah ka rai masih penuh dengan rasa kekhawatiran nya.
__ADS_1
"oh iya, gue harus antar Lo pulang, maaf gara-gara gue Lo malah gak jadi nonton sama mereka" ucap ka Rai sambil menunduk dihadapan ku.
"gapapa kok ka, udah aku pulang sendiri aja"
"tapi" ucap ka rai yang langsung ku potong.
"ka Rai Mama ka Rai paling penting sekarang, lagi putri lihat dari wajah ka Rai itu masih penuh kekhawatiran nanti kalo kakak anter putri malah ngelamun dijalan taralah jadi bahaya untuk ka rai. lagian surga adanya dikaki mama ka Rai bukan dikaki putri" ucap ku sambil berdiri.
"terus Lo pulang dijemput siapa?"
"hape aku kan mati, jadi aku naik taxi aja"
"tapi put"
"gak usah tapi-tapian ka" ucap ku
"oke tapi sesampainya dirumah langsung kabarin ya"
"yaudah ayo gue anter sampe Lo dapet taxi"
aku pun berpamitan dengan kedua kakaknya ka rai, seraya berkenalan dengan kedua kakaknya ka rai. namanya ka deno dan ka dena.
aku dan ka Rai keluar rumah sakit.
"yaudah sekarang ka Rai masuk gih, makasih ya udah dianterin sampe depan rumah sakit" ucap ku sambil tersenyum kepada ka Rai.
"tadi kan gue bilang gue tungguin Lo sampe taxi Lo Dateng"
__ADS_1
"tapi kak"
"gak ada penolakan" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
tiba-tiba taxi yang ku cari lewat. aku pun langsung menumpangi nya dan langsung berpamitan dengan ka Rai dari jendela kaca mobil.
dua puluh menit kemudian
aku pun sudah sampai dirumah.
pulang dengan selamat.
ketika masuk kedalam rumah ternyata yang ada didalam hanya ada ka El.
"kemana aja Lo"
"emm kerumah Stella kak"
"gue tadi telepon Stella katanya dia lagi makan di mall abis nonton, besok kalau niatnya emang cuma mau nonton bilang jangan bilang kerja kelompok"
aku orang yang paling tidak suka melihat orang yang berbicara serius (memarahi ) pasti air mata ku langsung menetes.
"gak usah nangis, biar apa"
aku yang berusaha menjelaskan kejadian tadi dengan suara yang terbata-bata karna sambil menangis membuat ka El mulai mengerti apa yang ku lalui tadi .
"yaudah nanti gue tanyai sama Rai "
__ADS_1
"yaudah sekarang lo tidur gue udah ngantuk ni demi nunggu Lo pulang " lanjut ucapnya tadi.
dan aku hanya jawab dengan anggukan kepala saja.