
PUTRI POV.
Kak rai? Dia kok sama syena? Dan syena? Dia kok bisa sekolah disini? Batin gue
"Putri " ucap Stella
"ehm iya kenapa?"
"Lo kenapa? Kok diam disini" tanya stella
"Hah? Maksud lo?" ucap stella
"Iya tadi syena bergelayutan manja di lengan kak rai" ucap ku
"Ah ngaco Lo"
Kami pun berjalan kembali ya karena tujuan kita kekantin. Tapi pikiranku masih mengarah kepada kak raihan dan syena.
Ingin ku jambak-jambak rasanya syena. Tapi gue tau tata krama.
Seperti biasa, stella mengajakku ke meja no 5.
"hai sayang" ucap Stella ke ka Rian
"hai juga sayang ku" ucap Ka Rian.
Stella pun duduk disamping kak rian.
Tanpa mempedulikanku. Iya, aku masih berdiri disini.
"Ehmm" dehemanku. Semoga mereka peka.
"Eh putri, sini" ucap rysha
Ya, disini ada kak rian,stella dan kak rohan,rysha. Penampakan lagi.
"Eh put situ duduk situ ya dekat rysha" ucap stella
"Aku pun duduk dekat rysha. Ya karena memang kursinya tiga didepan tiga dibelakang. Didepanku stella dan kak rian dan satu kursi kosong.
Disamping ku rysha dan ka rohan.
"Hmmm, kacang kacang kacang"
"eh putri hehehe Lo kalo gak mau dikacangin cari pacar gih" ucap Ka Rohan.
"Gak inget dulunya sebelum dapat rysha apa?" ucap ku mendegus kesal
"Bro" ucap seseorang berdiri disamping kita.
Ya, itu kak rai bersama syena.
"Eh lo rai, asyik aja berduaanya" ucap kak rohan.
"Ini tempat duduk buat gue kan" ucap kak rai menunjuk kursi disamping kak rio.
"Eh,eh aku dimana dong rai" rengek syena
Syena pun melirikku.
__ADS_1
"Eh lo pindah dong" ucap syena ketus kearahku.
"Gu-gue" ucapku menunjuk muka ku.
"Iya elo gih cepet pindah" ucap syena mengusirku.
"Geh apa-apaan lo. Gue kan dari tadi disini" ucap ku membela diriku. Aku harus jadi pemberani! Harus.
"Lo kok junior songong" ucap syena lalu menghampiriku
"Lo murid baru belagu" ucapku menjawab.
Kini tangan kak rai mencekal tangan syena.
"Udah udah lo syen, duduk ditempat gue" ucap kak rai
Kak rai pun melirik seluruh meja dikantin. Tidak ada kursi yang kosong.
"Gausah kak rai, aku yang kembali kekelas aja. Kak rai duduk tempatku aku ga mood melihat cewek tengil ini" ucapku berkata kepada kak rai.
"gak usah gue berdiri aja"
"gapapa ka gue juga mau balik ke kelas tenang aja!"
"Fan" ucapnya sambil mencekal tanganku. Tanpa ku hiraukan. Kini, syena menghalanginya mencekal tanganku aku pun pergi.
Berjalan menuju kelas, saat aku memasuki kelas dibelakangku sudah ada teriakan seperti orang berlari.
"Hos hos... put lo cepet banget jalannya" ucap stella ngos-ngosan.
"Lagian lo kenapa nyusul gus" ucap gue santai
"Males ada tikus got" ucap gue santai dan duduk dikursi gue.
"Siapa?" tanya stella
"Siapa lagi kalau bukan syena" ucapku
"Wih sekarang lo berani ya" ucap stella
"Kalau ga gitu syena pasti nginjek-injek gue" ucap ku
"Lo pergi jadi kak rai aneh" ucap stella
"Iya, semenjak lo pergi kak rai juga cabut katanya ga nafsu makan gegara syena. Trus dia cabut syena ngikutin mulu" ucap stella.
"Ih dia mah" ucapku sebal.
kring...kring...
Pelajaran pun dimulai.
AUTHOR POV.
Sepertinya, guru yang mengajar sedang izin keluar. Jadi murid-murid cuma disuruh nyatat. Tapi harus dikumpulkan.
"Selesai "
"cepet banget Lo stell"
__ADS_1
"emang Lo yang kalo nulis kaya orang ngebatik "
"Bentar dikit lagi gue selesai ini"
15 menit kemudian.
"Akhirnya selesai juga"
"hadeh gue baca novel sampe mau selesai ni"
"alah lebay Lo stell"
Drrrtt...drtt
Bunyi handphone stella.
Dia pun mengecek handphone
nya dan seperti mengetik layar handphone
nya.
"kenapa stell?"
"gapapa ini ka Rian ngasih kabar kelasannya kosong gue disuru kesana"
"oh"
"ayo Lo temenin gue ya"
"ah males gue liat tikus got itu"
"Tenang aja nanti kalau dia macem-macem gue turun tangan trus ajakin lo kembali kekelas" ucap dia menenangkanku
"Bener ni"
"iya bener put"
"yaudah ayo"
Ya kini kita berjalan di 11 ipa 1. Sebentar, karena memang kelas kak rian dan kawan kawan ini sangat dekat dengan kelasku.
Stella pun menyelonong masuk aku pun mengikutinya dari belakang. Dia pun mendekati kak rian.
"Hoon" ucap stella
"Eh honey" ucap kak rian berdiri langsung mencium pipi kanan stella.
Penampakan macam apalagi ini jon?nes batin gue
Ternyata kak rai sama syena itu duduk satu meja. Disebelah kak rian dan kak rohan persis. Aku pun melihat mereka sedari tadi. Dan kak rai melirik kearahku aku pun mengalihkan pandanganku.
"Ih rai ini apa" ucap syena menyentuh muka kak rai untuk memalingkan kearahnya.
"Tadi kan udah gue jelasin"
"Eh i iya hehehe" ucap syena cengengesan.
Setelah aktivitas mesra-mesraanya stella kelar aku dan stella pun kembali kekelas kita speeti semula.
__ADS_1