
Nilam Sari seorang perempuan tuna netra terpaksa menerima takdir menikah dengan seorang laki laki yang tak di kenal nya karena insiden perkosaan yang terjadi dua bulan yang lalu hingga menghadirkan Janin yang kini bersemayam di kandungan nya.
"Kamu, saya nikahi karena terpaksa jika bukan karena bayi itu saya tidak Sudi menikahi perempuan buta seperti kamu.! bentak seorang laki laki tampan bertubuh kekar yang baru memasuki kamar sempit yang di tempati Nilam Sari.
Nilam Sari hanya terdiam menerima hinaan dari laki laki yang sudah menikahinya.
"Kamu, tidak boleh keluar dari dari kamar ini tanpa saya suruh ingat itu.
Kenapa diam? kamu hanya buta kan tidak bisu.! bentak suami Nilam Sari yang bernama Sandy Nugroho.
Iya tuan, saya tidak akan keluar tanpa perintah dari tuan.!jawab Nilam Sari.
"Bagus!. di meja itu ada beberapa pakaian dan makanan cepat kamu ganti pakaian kamu.! perintah Sandy pada Nilam.
Sandy langsung keluar dari kamar Nilam setelah memberi instruksi pada Nilam.
"Sandy, gimana sekarang ? aku nggak mau kalau sampai mama sama papa mu tau kejadian ini!"ucap Mery istri Sandy.
Tenang saja sayang, mama sama papa baru pulang dua tahun lagi.. jadi sekarang kita aman!. ujar Sandy yang langsung memeluk tubuh istrinya.
Aku mau jika dia sudah melahirkan kamu buang dia jauh dari sini, kalau perlu lenyapkan dia!. pinta Mery pada suaminya.
Iya sayang, tenang aja!" jawab Sandy.
Nilam Sari selalu diperlakukan tidak adil oleh Sandy dan Mery bahkan pembantu di rumah itu pun ikut menyakiti Nilam Sari meski tidak secara langsung.
Dasar perempuan buta nyusahin aja, kenapa mesti hidup sih?. bentak pembantu Sandy pada Nilam Sari yang terduduk di atas kursi kamarnya.
"Maaf' mbak" salah saya apa? tanya Nilam Sari.
Kamu udah bikin saya makin lelah tau nggak.. mesti ngurusin orang buta seperti kamu. makan di anterin semua harus disiapkan kenapa kamu nggak bunuh diri aja, biar nggak nyusahin orang lain!" umpat art Sandy yang bernama Minah..
__ADS_1
"Maafkan" saya mbak, jika kehadiran saya di sini udah bikin mbak susah, saya juga tidak mau seperti ini tapi takdir tuhan yang menentukan"! jawab Nilam Sari berusaha sabar.
Alah....! makanya jadi perempuan jangan murahan, mau aja diperkosa. apa kamu inggin naik pangkat jari nyonya makanya mau aja di perkosa? ejek Minah.
Andai saya bisa memilih saya juga tidak mau mengalami nasib seperti itu mbak.
"Minah, sudah kamu kasih makan nggak perempuan buta itu? tanya Sandy yang baru datang.
Sudah tuan, itu masih ada sisanya jawab Minah yang langsung menunjuk kearah Sisa makanan diatas meja kamar Nilam Sari.
Tolong kamu bereskan pakaian Nilam. dia akan saya ungsikan di rumah kontrakan sana cepat ya Minah!"perintah Sandy pada pembantunya.
"Baik tuan!. jawab Minah yang segera membereskan pakaian Nilam dan memasukan nya kedalam tas milik Nilam.
"Saya, mau dibawa kemana lagi tuan? tanya Nilam yang dalam kondisi hamil besar.
Udah diam kamu, ikut ajak!"bentak Sandy yang menarik tangan Nilam dan mendorong Nilam masuk kedalam mobilnya.
Tiba disebuah rumah kontrakan Sandy langsung menarik tangan Nilam agar segera masuk kedalam kontrakan.
Sial...!dia terlihat seksi dengan Perut membuncit seperti itu!" gumam Sandy.
Sebelum saya pulang saya mau kamu layani saya!" ucap Sandy yang langsung menarik nilam kearah ranjang.
Nilam hanya bisa terdiam Tanpa berani membantah perintah Sandy jika tidak inggin di siksa Sandy.
Setelah selesai Sandy langsung meningalkan Nilam yang pingsan karena kelelahan akibat ulah Sandy.
Tidak lama setelah Sandy pergi Nilam tersadar dari pingsan nya dengan menahan sakit Nilam berusaha bangun menuju kamar mandi.
"Sakit.! rintih Nilam saat berusaha berdiri.
__ADS_1
Tolong....! teriak Nilam yang merasa begitu kesakitan.
Ada apa non?"tanya seorang wanita setengah baya yang baru datang langsung menerobos kamar Nilam.
Tolong saya Bu, sakit!" rintih Nilam yang memegang perutnya.
Kamu seperti nya akan melahirkan. sebentar nak ibu ambilkan pakaian dulu!" ucap ibu itu yang langsung membuka tas Nilam dan memakai kan pada Nilam.
"Ayo nak, ajak perempuan itu pada Nilam.
Taksi.! teriak ibu ibu itu memangil taksi yang kebetulan lewat.
Tolong antar kamu kerumah sakit sekarang ya pak.. pinta ibu itu yang berusaha menenangkan Nilam Sari.
Tiba di rumah sakit Nilam sari langsung dilarikan keruangan bersalin karena bayinya nyaris lahir saat dalam perjalanan kerumah sakit.
Sandy yang di hubungi oleh perempuan yang menolong Nilam Sari langsung pergi kerumah sakit untuk melihat bayi nya yang sudah dilahirkan Nilam Sari dengan perasaan gugup.
Apa jenis kelamin anak ku bik? tanya Sandy.
Laki laki tuan!" jawab perempuan itu dengan sopan.
Bagus lah berarti penerus ku sudah ada, kamu urus Nilam.. bayinya akan saya bawa pulang. tolong kamu tutup mulut dengan masalah ini ya jika Nilam bertanya kata kan bayi nya meningal"! ucap Sandy yang langsung berjalan menuju ruangan bayi.
"Ya Allah" kenapa tuan begitu jahat sudah tidak perduli dengan Nilam. kini anaknya pun di ambil!"gumam pembantu Nilam.
"Bu, mana anak ku? tanya Nilam pada pembantunya.
Maaf non, anak non meningal!" jawab perempuan itu d Ngan wajah tertunduk menahan air mata.
Nilam terdiam mendengar ucapan pembantu yang di bayar Sandy untuk merawatnya itu.
__ADS_1
Sabar ya non, semua pasti ada balasannya nanti kedepannya!"ucap perempuan yang bernama Mak Siti itu sambil mengusap tangan Nilam.
"Iya Bu" jawab Nilam dengan air mata berderai.