Kami Anak Mu Bunda

Kami Anak Mu Bunda
Bertemu sandy


__ADS_3

Tok.....!.tok....!.Den" makan siang udah siap. apa Aden mau makan sekarang.?"terdengar suara dari arah luar kamar yang ditempati Sandy, hingga membuat Sandy yang terus melamun mengingat masa lalu nya langsung tersadar.


Iya bik" saya makan sekarang." jawab Sandy yang langsung meletakan bingkai foto Nilam Sari ke meja di samping tempat tidur nya.


Dengan tergesa gesa Sandy keluar menuju meja makan untuk menikmati maka siang nya.


Bibik," masa apa.?tanya Sandy yang sudah duduk di depan meja makan.


"Bibik, masa sayur asem, sama sambal ati Den." jawab Pembantu Sandy.


Dengan lahap Sandy menikmati makan siang nya sendirian hingga terdengar suara ponsel ya yang tersusun berbunyi di dalam sakunya


Halo.....!


"Sandy" tolong bantu aku. sekarang aku ada di kantor polisi, mereka menangkap ku cepat ya Sandy.!" terdengar suara Mery yang bergetar di telinga Sandy.


Apa lagi yang kamu lakukan Mery.? aku sibuk banyak yang harus aku kerjakan.!" tolak Sandy yang terlihat kesal.


"Aku terkena rajia saat kami menginap di villa Nelson. dan Nelson ketangkap tangan mengunakan narkoba Sandy,"aku tidak mau tau kamu harus melepaskan aku dari sini jika tidak maka semua rahasia mu akan aku bongkar di sini. kamu tidak hanya masuk ke peNjara tapi akan di hukum mati. ingat Sandy kartu mu ada pada ku." ancam Mery dengan seringai puasnya.


Iya aku akan kesana sekarang bersama pengacaraku." jawab Sandy yang langsung mematikan sambungan telfonnya.


Sial.! jika bukan karena kamu tangan kanan bruto sudah ku habisi kamu Mery!"dumel Sandy yang langsung mengambil kunci mobilnya.


Selama dalam perjalanan Sandy terus menyumpahi Mery yang selalu bertindak memuakan baginya tapi tidak mampu di cegah oleh Sandy karena Mery memang menyimpan semua tindak kejahatan nya sejak dulu. hingga terpaksa Sandy menikahi Mery untuk membuat karir Mery sebagai model melenjit meski dengan siksaan batin yang diterima nya.


Bagai mana pun caranya, aku harus bisa membunuh Mery dan melenyapkan semua barang bukti yang ada bersama nya.!" gumam Sandy dalam hati


Tiba didepan kantor polisi Sandy melihat mery sudah keluar dari kantor polisi bersama pengacara keluarganya dengan tawa bahagia Mery.


"Jadi kamu sudah bisa pulang 'Mery?"tanya Sandy yang langsung menghampiri Mery yang sedang bergelayut manja dengan pengacaranya.


Sudah sayang" terima kasih ya,! karena sudah mengirim pengacara handal seperti mas Kelvin ini"!. bisik Mery di telinga Sandy.


"Sandy, aku pulang dulu ya.!" pamit kelvin yang langsung masuk kedalam mobilnya tanpa memperdulikan sikap Mery yang terlihat genit padanya.


"Sandy memang benar benar bodoh. untuk apa dia terus mempertahankan ular betina seperti Mery hanya bikin masalah aja.!"dumel Kelvin yang terus melajukan mobilnya menuju kantornya.


Sandy antarkan aku pulang, aku inggin istirahat.!" pinta Mery yang sudah duduk di samping Sandy .

__ADS_1


Sandy hanya diam mendengar permintaan Mery.


Tiba di rumah Sandy langsung membuka kan pintu mobil untuk mery, setelah Mery keluar Sandy kembali pergi tanpa berpamitan sama sekali pada istrinya.


Melihat Sandy pergi Mery langsung masuk kedalam rumah tanpa menjawab sapaan pembantu yang membuka kan pintu untuk nya.


Sementara ditempat lain. terlihat Nilam Sari yang Sibuk menandatangani beberapa Berkas yang sudah di seleksi oleh suaminya tanpa memperdulikan kericuhan yang di buat anak nya.


"Bunda, gimana.? nggak sulit kan menjadi CEO.?" tanya Nando yang sudah berdiri di samping Nilam Sari.


Gimana mau sulit kalau semuanya sudah kalian seleksi terlebih dahulu, bunda cuma tinggal tanda tangan aja.!" jawab Nilam Sari sambil terkekeh pelan.


Kita harus memberi pelajaran pada tante Mery juga papa bunda, agar mereka tidak berbuat keji lagi.


Kenapa kamu begitu membenci papa mu Nando, ada apa sebenarnya.?" tanya Nilam Sari menatap kearah nando.


Karena Papa sudah membunuh Oma dan opa bunda," papa juga seorang psikopat gila. entah berapa nyawa yang sudah papa habisi demi ambisi gilanya.. Nando pernah melihat papa mencincang seorang laki laki yang punya hutang sama papa tapi belum bisa bayar, dengan keji nya papa menyeret laki laki itu kesebuah gudang kosong serta membunuhnya disana." dengan wajah penuh benci Nando menceritakan kejahatan yang sudah dilihatnya kepada Nilam Sari


"Ya 'Allah" kenapa dia begitu jahat nak, apa dia tidak memikirkan akibatnya.?"


"Nando juga tidak tau 'bunda."


"Mas, ini bikin kaget aja. hampir aja jantung ku copot tau nggak!" omel Nilam Sari yang sibuk mengusap dadanya.


"Maaf 'sayang" Kalau mas nggak ngetuk pintu dulu.! ujar Amer yang langsung memeluk Nilam Sari.


Udah ah mas," nggak usah meluk malu sama anak anak.!" dengan pelan nilam sari melepaskan pulang Amer di tubuh nya.


Nggak apa apa bunda," kita nggak lihat ko. kan dunia cuma milik bunda sama ayah aja." celetuk Nadya yang menutup wajah nya dengan buku yang ada didepan nya.


Haaa..!.haaaaa...!haaa..!anak anak kita memang pintar ya bunda.?" cara ngeledek kita benar benar elite!"ucap Amer sambil tertawa.


"Ayo bunda, kita jalan jalan Nando bosan sejak pagi di suruh jadi pengawal dadakan sama ayah, gara gara ada rekan bisnis muda yang tadi datang"! dumel Nando dengan wajah mayun.


"Maaf 'sayang" terpaksa. Ayah nggak mau di tikung sama orang lain, bisa nyesel ayah seumur hidup." jawab Amer sambil senyum senyum bahagia.


Udah-udah, ayok kita pergi ke mall sekarang." ajak Nilam Sari yang langsung mengandeng lengan Nadya.


"Mbak Linda, kita pulang dulu ya sapa Nilam Sari pada sekretarisnya.

__ADS_1


Iya Bu," jawab Linda sambil mengangukan kepala nya.


Hampir tiga jam Amer menemani istri dan anak anak sambung nya belanja hingga mereka merasa kelaparan.


"Bunda, nandya lapar keluh nandya sambil mengusap perut nya.


"Kita cari restoran di lantai bawah aja ya nak." ajak Nilam yang sejak dari masuk lengannya selalu di genggaman Amer.


"Nah itu restorannya ayo anak anak kita serbu, kalian boleh mesan sepuasnya"! ledek Amer soda anak anak sambung nya.


Candaan "ayah garing"! balas Nando sambil tertawa dan berjalan mendahului keluarga nya menuju kursi yang terlihat kosong.


Bruuuuk....!Nando yang berpaling kebelakang menatap ke arah keluarganya tanpa sengaja menabrak seorang laki laki yang baru saja berdiri dari kursinya.


"Maaf.!" ucap Nando sambil menatap kearah orang yang ditabrak nya.


"Nando, kamu ada di sini nak," papa udah nyariin kamu kemana mana"! ucap orang itu sambil memeluk Nando.


Nando yang Kaget langsung melepaskan pelukan nya dan berlari memeluk Amer.


"Nilam, Nadya"! gumam Sandy yang menatap tak percaya ke arah Nilam Sari yang berdiri tidak jauh dari nya.


Mendengar suara Sandy tubuh Nilam langsung mengigil ketakutan sambil memeluk lengan Amer sekuat tenaga.


Tenang sayang" biar mas yang hadapi"!bisik Amer sambil membelai rambut Nando untuk menenangkan anak sambungnya.


"Nilam, kemana saja kamu selama ini, aku merindukan mu Nilam.!"teriak Sandy yang langsung memeluk Nilam Sari.


Amer yang melihat Sandy memeluk istrinya. langsung mendorong tubuh Sandy hingga Sandy terjungkal terduduk di lantai.


Singkirkan tangan anda dari bos saya bung"! bentak Amer yang langsung mengkode anak buahnya dari arah samping.


"Siapa kamu.? berani mendorong saya. dia istri yang saya cari selama ini mingir kamu"! sentak Sandy yang langsung berdiri berniat menampar Amer namun tangan nya tertahan saat ada tangan lain yang menangkap nya.


Jangan sentuh bos kami bung," jika tidak inggin celaka.!" tegur anak buah Amer yang sudah berdiri di depan Amer.


Mereka istri dan anak saya, kalian tidak bisa menghalangi aku untuk memeluk keluarga ku"! bantah Sandy dengan mata melotot.


Kami tidak mengenal anda om," maaf!"ujar Nando yang langsung menarik lengan Nilam Sari serta adik nya dan berjalan keluar dari restoran itu.

__ADS_1


"Kalian urus laki laki ini"!perintah Amer pada anak buahnya sambil menyusul anak dan istrinya menuju parkiran.


__ADS_2