
Kemarau setahun tidak berarti setelah di Landa hujan sehari. begitu lah perasaan Sandy saat mengetahui jika ayah angkat nya berniat menyingkirkan nya setelah mereka mendapatkan keturunan, hati Sandy selalu di penuhi benci dan kemarahan. dalam diam Sandy mencari celah untuk menyingkirkan putri kandung orang tua angkat nya, namun tidak pernah berhasil hingga siang itu.
Dua hari sebelum keberangkatan Sandy menuju pesantren, kedua orang tua angkat Sandy berpamitan pada Sandy untuk kerumah sakit memeriksa kan kondisi putri mereka yang diperkirakan dokter mengalami kebutaan sejak lahir.
"Sandy, kamu dirumah ya nak," mama sama papa akan kerumah sakit memeriksa kan adik mu. kamu baik baik ya nak"! pesan mama angkat nya Sandy.
Siap ma" Sandy, akan jaga rumah baik baik"! jawab Sandy sambil tersenyum penuh tipuan.
Setelah melihat kepergian kedua orang tua angkatnya Sandy langsung berlari kearah depan memangil taksi yang kebetulan lewat didepan nya.
"Pak, tolong ikuti mobil di depan ya." pinta sandi pada sang sopir.
"Iya 'Den"! jawab sopir itu yang terus mengikuti mobil didepanya hingga mereka tiba didepan rumah sakit X.
Melihat kedua orang tua angkatnya sudah masuk Sandy bergegas keluar.
Ini ongkosnya pak,"sisanya ambil aja.! ujar Sandy yang langsung mengikuti kedua orang tua angkat nya dari jauh.
"Aku harus bisa menyingkirkan Audrey, apa pun yang terjadi." gumam Sandy yang terus berfikir bagai mana cara nya menculik adik angkatnya.
Baru saja Sandy inggin menguping pembicaraan. dari dalam terdengar langkah menuju pintu, dengan cepat Sandy berjalan kearah lain mengunakan jaket kupluk hingga menutupi kepala nya.
Sandy bersembunyi di samping tubuh seorang laki laki berpakaian Kumal, yang berdiri di sisi tiang penyangga rumah sakit sambil menggendong seorang bocah berusia sekitar tiga tahun.
"Pak' ayo pulang,! Mery nggak betah disini" rengek gadis kecil itu pada ayah nya.
Kita belum bisa pulang nak," biaya rumah sakit nya belum dibayar. bapak tidak punya uang untuk membayarnya kita tunggu ibu mu dulu ya nak nyari pinjaman. siapa tau Kaka mu bisa keluar hari ini"! jawab sang ayah.
__ADS_1
Sandy hanya terdiam mendengar pembicaraan kedua orang didepannya, sambil menatap kearah tempat orang tua angkat nya masuk tanpa mengalihkan pandangan nya.
Hingga Sandy melihat kedua orang tua angkatnya keluar dengan papa nya berjalan terlebih dahulu menuju toilet rumah sakit.
"Bu, bagai mana?. apa ibu sudah mendapatkan pinjaman?"tanya laki laki Kumal yang berdiri di samping Sandy.
Nggak ada pak" mereka nggak mau meminjamkan uang nya sama sekali"! jawab sang istri dengan wajah kuyu.
"Kalian butuh uang berapa?"tanya Sandy menatap kearah laki laki didepan nya.
Sepuluh juta nak,_emang kenapa?"tanya laki laki itu menatap kearah Sandy dengan tatapan bingung.
"Saya bisa memberikan kalian uang lima belas juta sekarang, tapi ada syaratnya bagai mana, apa kalian mau?" tanya Sandy sambil melirik ibu angkatnya yang sedang mendorong Box bayi didepan nya.
Apa yang harus kami, lakukan nak?" tanya bapak itu sambil menatap kearah Sandy dengan tatapan bingung.
Baik nak," akan bapak lakukan!. jawab laki laki itu sambil menurunkan anak nya dari gendongan nya.
Melihat situasi yang cukup sepi. laki laki itu langsung berlari menuju ibu angkatnya Sandy dan merampas ponsel yang di genggaman ibu angkatnya sandy.
Copet...! teriak ibu angkatnya Sandy sambil mengejar laki laki yang mengambil ponsel nya hingga melupakan anak. mihat itu dengan cepat cepat Sandy berjalan menuju box dengan mengambil bayi itu dan langsung mendorong box yang kosong, Sandy langsung berlari memberikan nya pada wanita yang masih menunggu suaminya.
Bawa bayi ini segera dari tempat ini, bawa keluar saya tunggu di luar ini uang lima juta. sisanya nanti setelah semua selesai cepat Bu jangan sampai ada yang tau"! suruh Sandy pada wanita itu.
Dengan cepat wanita itu membungkus bayi yang tertidur dengan kain panjang yang ada di pundaknya dan langsung membawa bayi itu keluar.
Sementara Sandy yang sudah berjalan terlebih dahulu ke arah parkiran sudah menungu ibu ibu itu dengan gelisah.
__ADS_1
Kenapa lama sekali?" gumam Sandy sambil menatap kearah gerbang rumah sakit.
"Dek, apa masih lama kita nunggu nya?'tanya seorang dikit taksi yang terus terdiam sejak tadi.
Itu mereka pak"!ujar Sandy menunjuk kerah pasangan suami istri yang berjalan dengan tergesa gesa kearah Sandy.
. Cepat masuk ke taksi ini Bu"! ajak Sandy sambil membuka pintu belakang.
Setelah mereka berada di jalan Sandy tersenyum puas sambil menatap kearah Audrey yang masih tertidur lelap di pelukan nya.
Dari jauh Sandy melihat sebuah panti asuhan yang terlihat sepi dengan cepat Sandy memberikan bayi itu pada ibu ibu muda itu.
"Pak, kami berhenti di sini aja." kita Sandy pada sopir taksi itu..
Setelah mereka keluar dari taksi itu Sandy langsung memberikan perintah pada pasangan suami istri itu.
Tolong kalian serahkan bayi ini ke panti asuhan sana, katakan Jangan pernah di berikan pada orang lain jika ada yang memintanya sampai kalian kembali. apa kalian paham?" tanya Sandy pada pasangan suami istri iti.
"Paham 'Den"! jawab pasangan suami istri itu sambil berjalan kearah panti.
Tunggu berikan Pada ibu panti liontin ini. sebagai identitas bayi ini"!ucap Sandy memberikan sebuah liontin kecil milik ibu angkatnya yang dicurinya dua Minggu yang lalu.
Setelah urusan selesai Sandy langsung memberikan uang yang di janji kan nya dengan tambahan lima juta hingga menjadi dua puluh juta.
Akhirnya tujuan ku tercapai. akan aku buat anak kalian menderita"!gumam Sandy sambil tersenyum puas menatap kearah panti asuhan didepan nya.
Selamat tinggal Audrey, sampai ketemu lagi dimasa depan"!ucap Sandy yang langsung mencari kendaraan yang lewat agar bisa cepat sampai rumah mendahului kedua orang tua angkatnya.
__ADS_1