
"Bunda, ini benar bunda kan?" teriak Nando dan Nadya yang langsung memeluk Nilam Sari sambil menangis bahagia.
"Kalian siapa, kenapa kalian memangil saya bunda?" tanya Nilam Sari yang tubuhnya bergetar.
"Kami anakmu bunda" kami putra dan putri mu. sudah beberapa bulan kami berusaha mencari keberadaan bunda tapi baru sekarang kami bertemu bunda.
" Maaf' kalian salah orang, anak saya sudah meninggal tidak mungkin masih hidup. kalian bohong saya mohon jangan membohongi saya!"jerit Nilam Sari sambil mendorong kedua anak nya yang sedang memeluk nya.
"Kami, benar benar anak mu bunda" kami masih hidup, kami belum meningal percaya sama kami bunda." Isak tangis Nadya yang tidak berhenti semakin deras saat mendengar penolakan sang bunda yang selalu mereka cari dan rindukan.
Kalau bunda tidak percaya bunda lihat foto ini." ucap Nando mengansurkan lembaran foto foto masa lalu Nilam Sari saat berada di rumah sakit serta saat tinggal bersama Bu Halimah.
Tidaaaak..! pergi kalian, anak ku sudah meningal kalian bukan anak ku. aku mohon jangan bohongi aku sudah cukup aku hidup dalam kegelapan, sudah cukup aku tersiksa dulu jangan tambah rasa sakit lagi di hatiku." rintih Nilam Sari yang langsung berdiri dan berjalan kembali menuju kamarnya dengan derai air mata.
"Bunda" jangan tinggalkan kami lagi!"ucap nandya yang kembali mengejar Nilam Sari serta memeluk nya.
Lepaskan..kalian bohong, kalian bukan anak anak ku pergi kalian. mas usir mereka mas Nilam mohon?"pinta Nilam Sari sambil berusaha melepaskan pelukan nya.
Amer yang sejak tadi termangu langsung bangkit dan melepaskan dekapan Nadya pada istrinya dan langsung membopong Nilam Sari kembali menuju kamar mereka.
"Mas akan ambilkan sarapan untuk kamu. udah jangan nangis lagi ya, mas akan usir mereka kamu jangan takut ada mas yang akan selalu melindungi kamu!' hibur Amer yang terus berusaha menenangkan istrinya.
Setelah melihat Nilam Sari sudah mulai tenang Amer kembali keruang tamu dan menatap kedua bocah yang menangis diperlukan mama nya dengan tatapan iba .
"Ma, Amer mau ambil kan sarapan untuk Nilam dulu, tolong mama tenangkan mereka ya ma." pinta Amer yang langsung berjalan kearah meja makan.
__ADS_1
Iya nak.! jawab Bu Alya yang juga langsung membawa nandya dan Nando menuju meja makan .
Kita sarapan dulu ya, nanti kita coba untuk berbicara sama Nilam Sari !"bujuk Bu Alya yang hatinya masih dipenuhi seribu pertanyaan.
Amer segera mengantar sarapan ke kamar dan langsung menyuapi Nilam Sari yang terlihat engan saat disuapi oleh suaminya.
Makan lah Nilam, aku tidak mau jika nanti kamu sakit. jangan pikirkan masalah tadi ya!" bujuk Amer yang masih berusaha menyuapi istrinya..
Nilam nggak selera mas, hati Nilam sakit setelah bertahun tahun Nilam berusaha mengikhlaskan kepergian anak anak Nilam. kini ada dua orang anak kecil yang mengaku mereka anak ku sandiwara apa yang dilakukan laki laki keparat itu dengan mengirim orang asing kembali kedalam hidupku mas, aku tidak bisa mempercayai mereka lagi,. sudah cukup.penderitaan yang nilam alami dulu dijadikan pelampiasan nafsu binatangnya setelah luas ditinggalkan, dipaksa hamil terus tapi tidak pernah sama sekali Nilam diperhatikan, dia datang hanya jika butuh pelayanan setelah puas dia tingalkan yang lebih menyakitkan Nilam dibuang di hutan. untunglah ada seorang yang baik hati mau menolong Nilam serta membantu Nilam hingga Nilam bisa seperti sekarang.
Mendengar ucapan istrinya Amer yang awalnya tenang langsung berubah marah namun bukan pada Nilam tapi pada orang orang yang sudah tega menyakiti Nilam Sari hingga membuat Nilam Sari terpuruk seperti itu.
Kamu tenang saja Nilam, biar mas yang akan balaskan rasa sakit hati kamu pada manusia keji itu. sekarang kamu makan ya mas nggak mau jika kamu sampai jatuh sakit mas mohon.
Sementara di ruang keluarga terlihat Nando dan nadya yang terus meratapi kesedihan karena tidak di akui oleh ibunya.
Bisakah kalian menceritakan semuanya agar saya yakin jika apa yang kalian ucapkan tadi benar adanya?" tanya Amer yang sudah berdiri di samping Nando.
Mendengar permintaan Amer Nando langsung menceritakan kebohongan apa papanya yang mengatakan jika mereka sudah tiada pada Nilam Sari, serta perbuatan keji ibu sambung mereka yang gemar melakukan pesta *** dengan berberqpa orang laki laki dan rekaman pengakuan papa serta ibu sambung mereka yang mengatakan jika mereka berdua anak Nilam Sari dengan papanya l.
Jadi papa kalian sengaja membohongi Nilam Sari, dengan mengatakan jika kalian berdua sudah tiada sejak dilahirkan?_ yang membuat Amer merasa miris pengakuan dari Bu Halimah orang yang pernah merawat Nilam saat Nilam melahirkan melalui rekaman Vidio singkat di ponsel milik Nando.
Itulah alasan kami melakukan sabotase itu Tante, kami inggin memberi pelajaran pada papa serta memberi peringatan pada ibu sambung kami yang telah tega membuang bunda Nilam Sari!"ucap Nando mengakhiri ceritanya.
Kalau Oma sama Tante masih nggak percaya kami siap melakukan tes DNA. untuk membuktikan kebenarannya."celetuk nadya yang mulai terlihat tenang
__ADS_1
Jujur tanpa tes DNA pun oma percaya jika kalian anak anak nya Nilam Sari, karena wajah kalian memiliki kemiripan dengan Nilam. tapi untuk meyakinkan Nilam Sari tidak ada salahnya kita lakukan tes DNA itu kalian nggak keberatan kan?" tanya Bu Alya menatap kearah nandya dan Nando.
Kami siap Oma, kapan pun jika diperlukan.! jawab Nando dan Nadya bersamaan.
Kalau begitu kami permisi ya Oma, kami akan mencari tempat kos sebelum bunda kami mau percaya dan mengakui kami anak nya.
Kalian tidak perlu pergi dari rumah ini, saya akan berusaha memberikan pengertian dan membujuk Nilam agar mengakui kalian sebagai anak nya tingalah disini agar kalian terlindungi." larang Bu Alya pada kedua anak Nilam Sari.
" Tapi Oma, bagai mana dengan bunda jika kami ikut tinggal disini?" tanya Nando yang merasa tidak enak .
Tenang aja bunda mu tadi itu hanya merasa shock karena kehadiran kalian yang tiba tiba.
Tapi saya janji nanti akan memberikan pengertian pada bunda kalian.
Kalau boleh tau kenapa bunda memangil Tante dengan sebutan mas?, Tante kan perempuan maaf jika pertanyaan saya terlalu inggin tau perihal keluarga Tante!"ucap nadya pada Amer.
"Saya suami Nilam Sari, saya bukan perempuan.. saya laki laki. karena sebuah alasan yang tidak bisa saya katakan pada kalian saya terpaksa mengubah penampilan saya seperti ini, tapi intinya saya ayah sambung kalian." maaf juga jika kalian mendapati kondisi saya seperti ini saya harap kalian bisa menerima kekurangan saya di luar itu saya berjanji akan melindungi serta menyayangi kalian seperti anak kandung saya sendiri." janji Amer yang langsung memeluk kedua bocah itu.
Kami bersedia menerima om sebagai papa kami meski kondisi om seperti ini, bukan jati diri atau pun penampilan yang kami perlukan, tapi kasih sayang yang tidak pernah kami dapatkan lah yang sangat kami harapkan dan itu kami dapatkan dari om, yang rela membantu kami disaat kami dalam kesulitan." jawab Nando dan Nadya dengan tegas.
"Luar biasa.. Nilam beruntung memiliki. putra dan putri yang cerdas serta berfikiran maju seperti kalian!" puji Bu Alya yang inti memeluk kedua bocah itu dengan penuh kagum .
Tanpa mereka ketahui Nilam Sari mendengar semua perbincangan mereka dibalik tembok pembatas ruang keluarga dengan kamar Nilam Sari dengan derai air mata.
Terima kasih untuk like nya ya author akan berusaha untuk up dua kali sehari tapi mohon berikan komentarnya agar author semakin mudah mendapatkan ide nya komentar kalian penyemangat bagi author terima kasih sudah mau mampir di novel author.
__ADS_1