
Amer yang sudah mempersiapkan semuanya memaksa istrinya untuk ikut bersama nya pindah ke kota tempat Nilam di lahirlkan bersama dengan alasan harus mengurus perusahaan nya yang berada di kota itu. dengan terpaksa Nilam Sari mengikuti meski dengan berat hati.
" Ayah gimana? bunda mau nggak?"bisik Nando pada Amer.
Mau sayang" ayah paksa. ayah juga sudah memberitahukan rencana ayah pada Oma dan opa mereka mendukung keinginan ayah, dengan pesan harus hati hati dan menjaga bunda kalian baik baik." jawab Amer dengan berbisik pula.
Kapan kita kesana nya ayah, Nando udah nggak sabar inggin memberi pelajaran pada Tante Mery yang jahat itu.
Sore ini kita akan kesana mengunakan. pesawat pribadi keluarga ayah, nak" dan besok bunda mu akan ayah paksa menjadi CEO di perusahaan Ayah .
"Ayah hebat. ternyata semua udah ayah susun dengan rapi nando mendukung apa pun keputusan ayah.
" Kalian kenapa bisik bisik sih?" tanya Nilam Sari yang baru masuk kekamar Nando.
Nggak ada bunda. Nando sedang membereskan barang barang Nando, kata ayah sore ini kita akan pindah"! jawab Nando sambil tersenyum menatap kearah Nilam .
Mendengar jawaban putra sulung nya Nilam Sari hanya bisa menghela nafas dengan duduk di samping Nando.
"Bunda kenapa, ko wajah nya sedih gitu.?
"Bunda takut nak, bunda trauma dengan kota itu. begitu banyak kenangan pahit yang bunda alami disana bunda takut itu akan terjadi lagi.
Kamu tenang saja sayang" itu tidak akan terjadi selama aku masih hidup, aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu." ucap Amer yang langsung memeluk istrinya.
" Bunda, nandya udah selesai beresin pakaian nadya. kapan kita berangkatnya?" tanya nandya yang baru masuk kekamar Nando.
Nanti sore sayang" jam dua kita berangkat nya sekarang kita makan siang dulu ya ngisi perut sebelum berangkat"! jawab Amer mendahului Nilam Sari.
Ya udah ayo kita ke meja makan, bunda sudah masak tadi"! ajak Nilam Sari mengandeng lengan Nadya sambil.berjalan kearah dapur.
Kalian jadi berangkat sore ini?" tanya Bu Alya menatap kearah anak dan menantunya setelah mereka berkumpul di meja makan.
__ADS_1
Jadi ma" nanti jam dua!. jawab Amer yang asik menyuap nasi kemulutnya.
Jaga anak dan istri mu Amer" jangan sampai mereka celaka mama nggak rela jika mereka tersakiti disana.
iya ma" Amer akan jaga mereka dengan baik .
*********
Setelah menpuh perjalan selama empat jam dengan pesawat pribadi nya Amer beserta keluarganya tiba di kota tempat kelahiran Nilam Sari dengan selamat.
Akhirnya kita tiba juga disini." celetuk nandya sambil mengandeng lengan Nilam Sari.
Sekarang kita akan kemana ayah?" tanya Nando yang berjalan bersama Amer di belakang Nilam Sari.
Kerumah yang ayah siapakan untuk keluarga kecil ayah dong"! jawab Amer sambil tersenyum menunjuk kearah sebuah mobil dengan sopir yang sudah keluar dari mobil itu.
Selamat datang tuan" sapa supir itu yang langsung mengambil barang barang dan memasukan nya kedalam bagasi mobil.
Ya" jawab Amer yang langsung masuk kedalam mobil diikuti Nilam Sari serta anak anak nya.
Untuk keluarga kecil ayah, apa pun akan ayah lakukan agar kalian bahagia". jawab Amer yang disambut pelukan dari Nilam Sari yang duduk disamping Amer.
Tiba dirumah yang sudah di siapakan Amer, Nilam Sari menatap takjub pada rumah yang baginya sudah seperti istana dengan pembantu yang sudah berdiri didepan istana itu dengan menundukkan kepalanya
"Selamat datang tuan beserta keluarga". ucap para pembantu yang langsung me gambut majikan nya dengan sopan.
"Terima kasih"kenalkan ini istri dan anak saya, tolong kalian layani anak dan istri saya dengan baik ya".ujar Amer yang langsung mengandeng istri dan anak nya masuk kedalam rumah.
Gimana menurut kalian, apa ada yang harus di ubah dari desain rumah ini?" tanya Amer pada Nilam sari.
__ADS_1
Nggak usah mas" ini udah bagus ko Nilam suka"! jawab Nilam Sari yang tersusun meneliti setiap ruangan yang mereka lewati dengan tatapan kagum juga takjub.
"Ayah masih ada kejutan untuk bunda nggak?" seperti yang Nando pesankan sama ayah kemarin? tanya Nando sambil mengerlingkan matanya pada Amer.
Tentu nak" mari kita keruang keluarga ajak Amer menunjuk kearah dalam.
"Nak Nilam"pangil seseorang yang berdiri diruang keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Nilam tertegun sambil berusaha mengenali suara orang itu sambil menatap dengan tatapan kaget dan terharu.
Apa kamu tidak mengenali suara ibu, nak"? tanya orang itu yang langsung berlari memeluk Nilam Sari.
"Bu Halimah"ini Bu Halimah kan?" tanya Nilam Sari yang langsung menangis bahagia membalas pelukan Bu Halimah.
Iya nak" ini ibu. kamu kemana saja ibu sangat merindukan kamu"! bisik Bu Halimah yang tidak berhenti menangis dalam pelukan Nilam Sari.
"Nilam nggak kemana mana Bu, Nilam disini sekarang"!jawab Nilam. sari yang berusaha tersenyum meski tetesan air mata masih mengenangi pipinya.
"Mas terima kasih" udah memepertemukan Nilam dengan orang yang sudah menolong dan merawat Nilam ya"! ucap Nilam Sari
Iya sayang" apa pun yang membuat kamu bahagia akan mas usahakan sebaik baiknya .
Kalian pasti lapar. ayo kita ke meja makan ibu sudah masak makanan kesukaan kamu Nilam " ajak Bu Halimah yang tidak melepaskan genggaman tangan nya pada Nil sari.
Iya Bu" jawab Nilam Sari sambil tertawa pelan.
Setelah makan Amer langsung mengajak Nilam Sari menuju kamar mereka, sementara Nando dan Nadya sudah masuk kekamar Meraka masing masing dengan di antar Bu Halimah .
Ini kamar kita sayang" semoga kamu suka bisik Amer ditelinga Nilam Sari.
Nilam suka mas" terima kasih untuk semuanya. ini benar benar kejutan yang tidak Nilam duga kehadiran mas benar benar anugrah yang tidak Nilam sangka .
"Iya 'sayang" jawab Amer yang langsung \*\*\*\*\*\*\* bibir Nilam Sari tanpa meminta izin terlebih dahulu.
__ADS_1