Kami Anak Mu Bunda

Kami Anak Mu Bunda
Rahasia masa lalu Sandy


__ADS_3

Sandy yang sedang menyendiri di sebuah villa hanya terdiam menatap foto Nilam sari. perempuan yang pernah di perkosa nya dulu dengan tatapan sendu.


" Maafkan aku, Nilam Sari" karena ku kamu harus mengalami hal seperti ini. tapi aku terpaksa melakukan semua nya amat sangat terpaksa"! gumam Sandy yang terus menatap foto Nilam Sari.


Andai papa mu tidak berniat mengirimku ke pesantren, aku tidak akan melakukan tindakan keji seperti ini!" gumam Sandy yang mengenang masa kecilnya.


******


Sandy hanya bisa terdiam melihat ulah ayah kandung nya yang seorang pemabuk dan penjudi yang sedang memukuli ibu nya. hanya karena tidak di beri uang oleh ibunya yang seorang pelacur jalanan demi untuk menyambung hidup.


Ampun mas" aku benar benar tidak punya uang lagi. uang nya sudah aku belikan beras juga obat obatan untuk ku"! rintih ibunya Sandy yang bernama Rina, wanita sederhana yang di jual suaminya pada para laki laki hidung belang.


"Bohong, kamu pasti masih ada simpanan. kamu pikir aku tidak tau berapa laki laki yang kamu layani tadi malam, cepat katakan dimana uang nya."bentak ayah nya Sandy yang bernama Wiryo pada ibunya Sandy.


"Aku, nggak bohong 'mas" tolong lepaskan aku. apa nggak cukup mas menjual ku, sekarang mas juga sudah menyiksa ku. bukanya mas udah mendapatkan bagian dari Meraka?" tanya Rina pada suami nya.


plak....!plaaaak ...!" dasar pelacur sialan berani kamu melawan ku, sudah bosan hidup kamu. braaaak....!praaaaaang......!


Wiryo membenturkan kepala istrinya ke meja makan yang ada di dapur, hingga kayu tiang meja yang sudah rapuh patah menyebabkan luka di kepala Rina.


Ampun mas" tolong hentikan!" jerit Rina yang kembali diseret Wiryo ke arah kamar mandi.


Sandy yang melihat wajah ibu nya di penuhi darah dari luka di kepala ibunya hanya bisa bersembunyi dibalik balik pintu dapur tanpa bisa berbuat apa pun, hingga Sandy melihat ayah nya mengambil sebuah linggis dan berniat memukul kearah kepala ibunya. dengan cepat sandy yang berusia empat tahun mengambil pisau dapur dan menusuk kan nya ke arah pinggang ayahnya dengan sekuat tenaga, berkali kali Sandy menusuk pinggang ayahnya hingga ayah nya roboh kelantai.


"Sandy, apa yang kamu lakukan nak?" tanya Rina yang langsung memeluk tubuh Sandy dengan wajah ketakutan.


"Dia, harus mati Bu" dia harus mati!. teriak Sandy yang tidak berhenti menusuk tubuh ayahnya.

__ADS_1


Sudah nak" mari kita Tingalkan tempat ini sekarang juga, sebelum ada tetangga yang tau!" ajak Rina yang berusaha berjalan tertatih tatih sambil mengengam lengan Sandy yang tubuhnya bersimbah darah percikan luka dari tubuh ayah nya.


Cepat sandy" kamu mandi dulu bersihkan tubuh mu, ganti bajunya ya ibu juga akan membersihkan tubuh ibu"! ucap Rina yang langsung membersihkan tubuh yg Sandy serta melepaskan pakaian Sandy.


Sekarang ganti baju mu cepat nak!" paksa Rina pada putranya yang terus bengong seperti orang bingung.


Dengan tergesa Rina meningal rumah dengan membawa Sandy, serta mengunci pintu rumah tanpa memperdulikan mayat suaminya yang sudah kaku terbaring dilantai depan kamar mandi.



Dengan mengendarai motor rongsokan milik suaminya Rina membawa Sandy tanpa arah hingga sore hari.



Ayo kita makan nak"; ajak Rina pada Sandy sambil menuntun Sandy kesebuah warung kecil pinggir jalan.


Sandy yang tetap terdiam hanya mengikuti langkah ibunya dengan tatapan kosong.



Setelah selesai makan Rina kembali membawa Sandy tanpa tujuan hingga di sebuah kelokan Rina tidak bisa mengendalikan motornya, saat dari arah berlawanan juga ada sebuah motor yang menyalip pengendara lain. motor yang di bawa Rina langsung oleng dan menabrak pembatas jalan.. Sandy yang terpelanting ke semak semak hanya terdiam tanpa suara melihat ibunya yang terjatuh dengan kepala membentur pembatas jalan .


Cepat bawa kerumah sakit.! teriak orang disekitar Sandy berusaha menolong Rina yang kepalanya berlumuran darah.


Dengan di bopong warga sekitar Sandy di bawa serta kedalam sebuah mobil mewah milik pasangan suami istri yang kebetulan berada di lokasi kejadian.


. Tiba di rumah sakit Sandy hanya terpaku diam saat dokter mengatakan jika ibunya sudah tiada, tanpa bersuara sama sekali.. hanya air matanya yang menetes di pipi .

__ADS_1


Melihat kondisi Sandy yang seperti mayat hidup, pasangan muda yang baik hati itu langsung membawa Sandy kerumah mereka setelah memakam kan ibunya Sandy.


Selama berada dirumah pasangan muda itu Sandy terus terdiam. bahkan makan pun disuapi tanpa ekspresi, tanpa suara, hanya air mata yang tidak berhenti mengalir di pipinya.


\*\*\*\*\*


Hari hari suram yang dilewati Sandy telah berlalu, masa kelam pun telah lewat. Sandy mulai bisa berinteraksi pada orang sekitar setelah mendapatkan perhatian juga kasih sayang penuh dari kedua orang tua angkatnya


hingga ia berusia sepuluh tahun.


Malam itu. tanpa sengaja Sandy mendengar perdebatan pasangan suami istri itu di dalam kamar anak kandung mereka yang masih berusia delapan bulan.


"Ma" papa khawatir dengan kondisi Sandy yang mengamuk tanpa alasan, apa nggak sebaiknya dia kita masukan pesantren aja biar mendapatkan pendidikan agama dengan baik?"tanya sang suami pada isteinya.


Emang kenapa mesti ke pesantren segala?" kita kan bisa mencari ustad terbaik untuk mengajar Sandy jika hanya masalah agama.



Bukan begitu ma" papa hanya merasa khawatir. Sandy selalu mengamuk sejak putri kita lahir, dia selalu marah jika kita berdua sibuk mengurus Audrey sepeti cemburu pada putri kita ma" apa mama nggak merasakan hal itu?"


"Mama merasakan nya Pa, tapi wajar ko anak kecil seperti itu, nanti lama lama dia akan Nerima kehadiran putri kita.


Ntahlah ma" papa nggak yakin. apa lagi kita tidak tau pasti bagai mana orang tua nya mendidik nya dulu. papa benar benar khawatir ma" kemarin papa melihat dia membunuh seekor anjing di samping gudang dengan cara menusuk kan pisaunya ke jantung anjing itu sambil tertawa, dia seperti seorang psikopat gila ma.!


"Mungkin dia hanya merasa jenuh atau kesal pada anjing itu pa" makanya dia seperti itu.


Apa pun alasan nya papa akan mengirim sandy kepesantren tempat dulu papa belajar ma" nggak ada bantahan. itu demi kebaikan dia juga kedepan nya"! ucap ayah angkat Sandy yang langsung berlalu berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Setelah mendengar semua pembicaraan kedua orang tua angkatnya. Sandy langsung berjalan cepat menuju kamar nya dengan perasaan marah juga kecewa berbalut dendam yang membara dihatinya.


Silahkan singkirkan aku papa," akan ku singkirkan juga kamu beserta keturunan mu!" ucap Sandy sambil menyeringai menatap kearah foto kedua orang tua angkat nya.


__ADS_2