
Nilam Sari termenung didalam kamar nya sejak pulang dari rumah sakit karena terserempet mobil milik seorang bernama amera..!
"Nilam kamu kenapa melamun nak, apa kakimu masih sakit saat digerakkan?" tanya Bu enah sambil mengusap rambut Nilam Sari.
Iya Bu,, rasanya masih nyeri banget kalau di injak kan." keluh Nilam Sari.
Mestinya kamu masih dirawat di rumah sakit nak sampai kaki mu sembuh total.
"Nilam bosan dirumah sakit Bu,, Nilam nggak tahan sama bau obat obatan disana. Maafkan Nilam ya Bu karena udah banyak nyusahin ibu.
Ya Allah nak, ibu tidak pernah merasa dibebani sama kamu justru ibu bahagia kamu mau menganggap ibu ini seperti ibu mu sendiri, jangan ngomong gitu lagi ya nak ibu mohon.
Iya Bu" maafkan Nilam ya, Nilam janji nggak akan ngomong gitu lagi.
Iya nak,, nggak apa apa..ohya nak tadi pagi kiran yang ngurus toko kue di dekat kantor DPR itu nelfon ibu, katanya ada pesanan dari perkumpulan ibu ibu arisan yang minta seribu kotak kue dengan empat parian rasa dalam satu kotak, mereka minta dikirim besok siang gimana menurut mu kita terima apa nggak sayang..?"
Terima aja Bu, nanti Nilam kasih tau resepnya tapi ibu yang nulisnya ya.
"Iya nak,, sekarang ibu harus memastikan tepung sama gula juga keju yang akan di kirim ke toko kue kita udah ada stok nya apa belum, soalnya Pak Lim bilang kemarin stok nya kurang ibu pergi bentar ya nak.. nasi sama lauknya udah ibu letakan di meja samping kamu, ibu pergi dulu ya nak.
assalamualaikum...
Waalaiakum salam.! hati hati dijalan ya Bu..!"
Saat baru membuka pintu Bu enah tersentak melihat ada tamu yang sudah berdiri didepan nya.
Eh ada non amera, mari masuk nak."ajak Bu enah pada amera.
__ADS_1
"Iya Bu, saya kemari inggin melihat kondisi Nilam apakah dia sudah sembuh apa belum. soalnya rekan saya mengatakan jika Nilam belum sembuh benar saat meminta untuk pulang"
Benar nak, kaki Nilam belum bisa digerakkan secara leluasa karena masih nyeri kata Nilam. ibu udah bujuk dia untuk tetap dirawat dirumah sakit tapi dia nggak mau jadi ya ibu bawa pulang aja biar dia bisa istirahat penuh dirumah".
"Ibu sepertinya inggin keluar. maaf jika saya udah membuat ibu terlambat perginya".
Nggak apa apa nak, ibu cuma mau pergi ke toko pak Lim sebentar. ibu titip Nilam bentar ya nak dia ada di kamarnya itu kamarnya pangil aja nak ibu pergi sekarang ya nak assalamualaikum....
Waalaikum salam..! jawab Amera yang menatap kearah Bu enah yang terus berjalan meninggalkan amera yang masih terduduk di ruang tamu.
"Aku harus Melihat kondisi Nilam Sari dulu sebelum pergi, agar tidak di anggap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab setelah menabraknya." gumam amera yang langsung mendekati pintu kamar Nilam Sari.
Tok.....tok.....tok....!"Nilam apa kamu ada didalam?" tanya amera yang terus mengetuk pintu kamar Nilam Sari.
Jangan jangan dia pingsan lagi!" gumam amera yang langsung membuka pintu kamar Nilam Sari yang kebetulan tidak di kunci.
Mana dia ko nggak ada, kata Bu enah dia dikamar apa jangan jangan Bu enah salah ngasih info ya?" gumam amera yang menatap kedalam kamar Nilam Sari dengan tatapan bingung.
Nilam Sari langsung menjerit saat kakinya tersandung sisi pintu kamar mandi dengan tubuh terbalut baju handuk.
"Kamu tidak apa apa Nilam?" tanya amera yang langsung membantu Nilam Sari berdiri .
"Sakit,,ringis Nilam Sari mengusap kakinya yang berdarah karena terjatuh kelantai.
Sini saya bantu.! ujar amera yang langsung mengangkat dan mengendong Nilam Sari menuju ranjang Nilam Sari.
Baru saja amera meletakan Nilam Sari keatas kasur tiba tiba...!.
__ADS_1
"Kalian sudah berzinah, kalian harus di nikahan segera." bentak seorang laki laki setengah baya yang langsung masuk bersama segerombolan orang orang yang berdiri dibelakang laki laki setengah baya itu.
Amera yang kaget reflek memperbaiki baju handuk yang dipakai Nilam Sari tepat di bagian paha Nilam Sari dengan menutup mengunakan selimut.
Apa maksud bapak?" kami tidak berbuat mesum lagi pula saya ini..!
"Kamu itu laki laki bukan perempuan meski penampilan kamu seperti perempuan tapi saya mengenal kamu..kamu Amer anaknya tuan Khadafy kan. jangan membantah seret mereka keluar kita arak mereka keliling kampung jika mereka tidak mau di nikahkan." ancam laki laki setengah baya itu dengan tatapan penuh amarah.
"Mbak ada apa, kenapa rame sekali siapa yang berzinah, siapa yang harus menikah apa ada orang lain disini selain kita ya mbak?" tanya Nilam Sari dengan tangan meraba kearah depan nya.
Amera yang ditanya hanya terdiam mendengar pertanyaan Nilam sari. pikirannya kalut karena pada kenyataan nya ada orang yang mengenalinya secara utuh itu yang membuat amera merasa takut.
"Ada apa ini pak? kenapa kalian masuk kerumah saya tanpa izin?"tanya Bu enah yang baru pulang.
"Maaf' Bu enah,, jika kami lancang masuk kerumah Bu enah seperti ini, kami mendapatkan laporan ada seorang laki laki yang berada dirumah bu enah sementara bu enah tidak berada dirumah. saat kami masuk kami melihat putri ibu berada dalam dekapan laki laki itu." tunjuk laki laki setengah baya itu pada amera yang masih terduduk disamping Nilam Sari.
Maksudnya bagai mana pak? saya tidak paham, diakan perempuan kenapa di tuduh laki laki bapak jangan mengada ada anak saya bukan perempuan murahan ya.! bentak Bu enah yang tidak terima.
Dengarlah bu enah. saya sebagai RT di sini benar benar mengetahui jika orang yang saat ini duduk disamping putri ibu bukan perempuan tapi laki laki, dia putranya tuan Khadafy pengusaha batu bara juga perhotelan serta perkapalan itu. entah apa alasannya hingga dia nekad merubah penampilannya menjadi perempuan seperti itu bisa jadi dia inggin menjadikan putri ibu sebagian korbannya!_ Jawab pak RT menatqp kearah amera dengan tatapan tajam.
Saya tidak seperti itu pak, kedatangan saya kemari inggin menjenguk Nilam Sari bukan berbuat asusila!"bantah amera yang langsung berdiri inggin meninggalkan kamar Nilam Sari dengan wajah memerah.
"Kamu,, tidak bisa pergi dari sini begitu saja .
bapak bapak bukan pakainya sekarang, tingalkan pakaian dalam nya saja kita arak dia keliling kampung sebagai peringatan dari peraturan yang ada di kampung kita, karena dia menolak menikahi Nilam Sari cepat bapak bapak tunggu apa lagi." perintah pak RT dengan tegas.
Apa ini tidak benar, saya akan menuntut kalian jika berani membuka pakaian saya seperti ini!"Ancam amera yang terpaksa berjalan mundur untuk menghindari sergapan warga yang terlihat murka padanya.
__ADS_1
Silahkan anda melapor kepada polisi. apa anda tau jika di kampung ini terdapat peraturan yang tidak bisa di ganggu gugat..
Bahkan peraturan itu sudah mendapat izin dari kepolisian serta aparat lainya. jika ada yang kedapatan berduaan dengan lawan jenis nya yang bukan muhrim, mereka harus dinikahkan jika mereka menolak maka mereka harus bersedia di arak ke liling kampung dengan pakaian terbuka sebagai peringatan untuk warga lainnya .