
Nilam Sari yang menguping pembicaraan mertuanya dengan kedua bocah yang ikut tinggal di rumah mertuanya langsung kembali berjalan ke arah kamar dengan merebahkan diri di atas kasur sambil berfikir. apa yang harus aku lakukan sekarang apa benar mereka anak anak ku, tapi bukan nya Bu Halimah mengatakan mereka sudah meningal
Mana yang harus aku percayai mereka atau pernyataan Bu Halimah .
Hingga siang hari Nilam tetap mengurung diri di dalam kamar bahkan makan siang nya pun dibawakan oleh suaminya .
"Sayang, udah waktunya makan siang, ayo makan biar mas suapi!'ucap Amer yang sudah duduk disisi tempat tidur.
Iya mas!" jawab Nilam Sari yang langsung duduk sambil meletakan. bantal di atas pangkuan nya.
Dengan sabar dan telaten Amer menyuapi Nilam Sari hingga makanan yang ada di piring habis tak bersisa.
"Kamu masih mau nambah nggak Nilam?" tanya Amer yang langsung memberikan segelas air putih pada Nilam Sari.
Nggak mas, Nilam udah kenyang." tolak Nilam Sari.
Mas kedepan dulu ya, kalau ada apa apa kamu pangil aja mas!'ujar Amer yang segera membawa piring kotor kearah dapur.
"Nilam, masih belum mau keluar ya Amer?" tanya Bu Alya yang asik bercanda dengan Nadya.
Belum ma, mungkin dia masih shock mendapati kenyataan yang sebenarnya."
jawab Amer yang ikut duduk di samping Nando.
"Nadya, Nando ayah harap kalian sabar ya menerima kondisi saat ini, mama kalian butuh waktu untuk meyakinkan diri .
__ADS_1
Iya ya nggak apa apa kami ngerti, terima kasih ya yah karena udah mau menerima kehadiran kami berdua". ucap Nando yang langsung memeluk Amer.
"Saya yang harusnya berterima kasih karena kalian tidak ilfil mempunyai ayah sambung seperti saya."jawab Amer membalas pelukan anak sambung nya.
"Oma senang dengan kehadiran kalian dirumah ini rasanya begitu ramai, biasanya sepi banget seperti tanah yang nggak pernah tersiram air hujan kering kerontang !"celetuk Bu Alya sambil mengusap rambut nadya.
"Oma, bisa aja deh kalau mau bikin suasana kocak!" ledek nandya sambil terkekeh.
Saat hari telah malam Nilam Sari berusaha untuk memejamkan matanya tapi tidak berhasil, pikiran nya kalut menerima kenyataan yang sangat membingungkan dengan kejadian tadi pagi membuat Amer yang baru masuk kekamar juga ikutan kalut karena tidak mampu menahan gejolak nafsunya saat melihat baju daster yang dikenakan Nilam tersikap dan memperlihatkan paha Nilam Sari yang putih mulus terpampang didepan mata Amer.
"Kamu kenapa belum tidur Nilam?" tanya Amer yang berusaha meredam nafsunya.
Belum ngantuk mas"!jawab Nilam Sari yang masih duduk di atas tempat tidur.
Kenapa belum ngantuk, apa yang kamu pikirkan. apa masalah tadi siang masih mengangu pikiran mu?" tanya Amer sambil memeluk tubuh Nilam Sari.
Kita akan melakukan tes DNA secepatnya Nilam, untuk membuktikan kebenaran nya jadi kamu tidak perlu risau lagi.
Iya mas Nilam setuju.
"Nilam, apa mas boleh minta hak mas sekarang, maaf ya tapi mas udah tidak tahan" bisik Amer di telinga Nilam Sari
Boleh mas"! jawab Nilam Sari dengan wajah terlihat malu malu.
Mendapat izin dari istrinya, Amer langsung mencumbu Nilam Sari hingga Nilam Sari tak berdaya menghadapi kebuasan suaminya yang tidak berhenti mencumbu nya.
__ADS_1
"Mas udah"! Nilam lelah.!keluh Nilam sari yang nafasnya tersengal sengal.
"Maafkan mas, ya Nilam", sudah membuatmu kelelahan.
Ngak apa apa mas" sudah kewajiban Nilam melayani mas. maaf juga jika Nilam tidak mampu memuaskan hasrat mas ya.
"Mas puas ko sama pelayanan kamu, yang selalu bikin nagih."
Sekarang kamu tidur ya, soalnya udah jam tiga subuh ini .
Iya mas" Nilam, juga udah ngantuk Nilam tidur dulu ya.
Melihat istrinya sudah terlelap Amer ikut memejamkan mata sambil memeluk tubuh Nilam Sari.
Saat pagi tiba Nilam Sari yang sudah mulai tenang ikut sarapan di meja makan bersama suami dan kedua mertuanya serta kedua anak nya yang tidak berani mengeluarkan suara karena takut jika Nilam Sari kembali histeris.
"Ma, nanti sore Nilam boleh pergi kerumah Bu enah nggak?" Nilam sudah kangen banget sama Bu enah.
Boleh sayang, tapi sama supir ya".
"Iya ma!.
"Mas, pergi kerja dulu ya Nilam, kamu harus hati hati jaga dirimu baik-baik"! pesan Amer yang langsung mencium kening Nilam Sari.
"Mas juga hati hati di jalan ya!" balas Nilam Sari sambil mencium tangan Amer.
__ADS_1
Mama senang banget melihat kalian akur rasanya damai banget rumah kita .
Iya ma ujar Nilam yang terus menundukan kepala nya.