
Hari ini tepat sebulan Nilam Sari berada di Singapore untuk membuka perban dimatanya setelah empat hari yang lalu melakukan operasi. dengan harap harap cemas Nilam ditemani mertua serta anak dan suaminya mengikuti gerakan dokter ahli bedah yang membuka kan perban dimatanya dengan pelan dan hati hati.
"Mas" nilam takut.! ucap Nilam yang terlihat tubuhnya gemetaran.
Jangan takut sayang" kita di sini. apa pun yang terjadi kita tidak akan meninggalkan kamu!" hibur Amer yang juga ikutan takut serta gugup.
Setelah semua perban terlepas sang dokter meminta Nilam untuk membuka matanya perlahan lahan agar efek cahaya tidak membuatnya kaget.
Dengan patuh Nilam membuka kelopak matanya perlahan lahan dengan mengerjap ngerjap kan matanya berkali kali saat melihat wajah wajah orang yang tidak diketahuinya selama ia mengenal mereka.
"Sayang" bagai mana? apa kamu sudah bisa melihat?" tanya Amer sambil mengusap pundak istrinya.
Nilam yang di panggil tetap terdiam dan terus menatap wajah kedua anak nya dengan tetesan air mata tanpa suara.
"Bunda"bagai mana? kenapa bunda diam saja, apa yang terjadi bunda?" tanya Nadya yang langsung memeluk Nilam Sari.
"Anakku!" pangil Nilam Sari dengan suara lirih namun masih didengar oleh orang yang ada disitu.
"Terima kasih" ya Allah, atas berkah dan Rahmat yang telah engkau berikan kepadaku!" ucap Nirmala Sari yang tak berhenti menangis.
"Sayang,, bagai mana, kamu sudah bisa melihat kan?"tanya Amer penasaran karena pertanyaan nya tidak di jawab sama sekali oleh Nilam Sari.
Iya mas" aku sudah bisa melihat."jawab Nilam Sari yang mencoba untuk tersenyum pada Amer.
Akhirnya kamu sudah bisa melihat nak, mama senang banget.dengan penuh rasa bahagia Bu Alya langsung memeluk Nilam Sari dan mendorong tubuh Amer yang berdiri disamping Nilam Sari.
"Mama apa an sih, pake dorong Amer segala." dumel Amer dengan bersungut-sungut.
"Dokter, kapan menantu saya bisa pulang?" tanya Bu Alya setelah melepas pelukan nya.
Besok pasien sudah bisa pulang nyonya!" jawab dokter itu dengan wajah terlihat puas dengan hasil kerja kerasnya.
"Terima kasih"dokter."sudah membantu istri saya"ucap Amer yang langsung menjabat tangan dokter itu.
__ADS_1
Sama sama tuan" itu sudah tugas saya. kalau begitu saya permisi dulu .
"Iya silahkan 'dokter"!jawab Amer dengan senyum bahagia nya.
"Mas" pangil Nilam Sari pada Amer.
Iya sayang,"ada apa?'tanya Amer takut takut.
" Ko kamu, lebih cantik dari aku sih?'kulit mas juga lebih lembut dan halus dari aku." keluh Nilam Sari yang terus mengusap lengan suaminya.
"Sayang, jangan berkata seperti itu mas jadi malu sama kamu."jawab Amer dengan wajah tertunduk malu.
Makanya mama bilang juga apa, berubah dong biar Nilam nggak ilfil sama kamu." ejek Bu Alya pada putra nya.
"Mama" ih ngeledek aja"! terus omel Amer yang langsung duduk di samping istrinya.
"Nando" kemari nak!" pangil Nilam Sari pada putra nya.
Kamu tampan sekali nak, maaf" jika bunda sempat meragukan kalian..maaf juga jika bunda tidak pernah merawat kalian tapi bunda janji kedepan nya bunda akan merawat kalian sepenuhnya.
"Bunda" Nando senang karena bunda sudah bisa melihat dan Nando juga bahagia karena bunda mau mengakui kami sebagai anak bunda.'ucap Nando sambil menangis memeluk Nilam Sari.
"Bunda" juga senang karena kalian tidak menyerah mencari bunda .
Sekarang kamu istirahat dulu ya nilam" besok kita akan langsung pulang ke rumah.. mas harap dengan kamu bisa melihat kita bisa memberi pelajaran pada musuh musuh mu.
"Kami setuju ayah" terutama Tante Mery yang keji dan jahat kita mulai dari dia saja ayah.! dengan cepat Nando ikut nimbrung pembicaraan kedua orang tua nya .
Sip.." akan segera terlaksana nak .
Dasar.! belum apa apa kalian ini sudah mikirin hal seperti itu, yang harus kita pikirkan sekarang menjaga Nilam dulu sampai sembuh total. bukan balas dendam"! omel Bu Alya yang langsung menjewer telinga Amer dengan pelan.
Heeee...!"heeee...!'heeee..!"Maaf ya sayang" soalnya mas merasa senang dengan kesembuhan kamu. jadi kita bisa pergi berbulan madu segera". ucap Amer sarkas.
__ADS_1
Udah Nilam" kamu istirahat aja jangan didengerin ocehan Amer yang nggak ada faedahnya..kalian keluar sekarang juga jangan ganggu Nilam dulu"! usir bu Alya pada anak dan cucu sambungnya.
Siap Oma" kami permisi dulu ya bunda."ucap Nando yang langsung menyeret serta Nadya serta ayah sambung nya.
*******
Keesokan harinya Nilam Sari sudah tampil cantik dengan gamis berwarna krem membuat Nilam Sari terlihat anggun dan cantik..Amer yang berjalan disamping nilam menatap marah jika ada laki laki yang melirik ke arah mereka dengan tatapan kagum.
Dengan langkah tenang Nilam yang di apit suami dan anak nya berjalan santai menuju pintu keluar bandara. setelah menempuh perjalan beberapa jam dalam pesawat.
Itu sopir nya, mari kita kesana" ajak Bu Alya sambil mengapit lengan Nando.
"Kamu kenapa mas" ko sejak tadi wajah nya cemberut aja? tanya Nilam Sari menatap heran pada suaminya.
Besok besok kalau dandan cantik dikamar aja.. jangan diluar seperti ini mas nggak suka kamu dilirik laki laki lain ya Nilam"! omel Amer yang langsung duduk di samping Nilam Sari.
Cemburu mu benar benar nggak elit banget sih Amer. punya istri cantik mestinya bangga ini malah di omelin nggak jelas gitu!"tegur bu Alya melirik kearah putranya yang memasang wajah jutek.
"Ayah" itu kan Tante Mery, tapi sama siapa dia diparkiran itu?"tanya Nando menunjuk kearah sebuah mobil yang terparkir didepan sebuah hotel.
Dengan cepat Amer menepikan mobilnya dan menatap perempuan yang berpakaian kurang bahan yang sedang asik menggelayuti dua orang laki laki berbadan kekar.
Jadi dia ibu sambung kalian ya?. ko seperti perempuan \*\*\*\*\*\* sih?" gumam Amer dengan tatapan jijik.
Jadi dia kah wanita itu, yang pernah menyiksa ku saat aku berada di rumah tuan Sandy?"pikir Nilam menilai perempuan cantik tapi ****** yang berdiri tidak jauh dari tempat mobil mereka di parkir.
Udah biarin aja dia, mending kita pulang sekarang mama udah lelah ngantuk juga keluh." Bu Alya sambil menguap berkaki kali.
Jalan 'pak!"suruh Amer pada supir pribadinya.
Kamu tenang aja sayang" perempuan itu akan mendapatkan balasan yang lebih dari apa yang dilakukan nya pada mu dulu" bisik Amer sambil mencium bibir Nilam Sari.
Dasar banci gila modus aja kerja nya, nggak perduli kalau masih ada nyawa lain disini." omel Bu Alya yang langsung menutup mata kedua cucu sambungnya dengan tangan nya.
__ADS_1