
Nilam yang sudah kembali kerumah terus melamun meski satu bulan telah berlalu. namun Nilam terus bersedih dan tidak berhenti menangis mengingat kematian kedua anak nya.
"Nilam ayo makan nak!" ajak Bu Maryam dengan lembut mengusap rambut Nilam.
Nilam tidak lapar Bu, kalau ibu mau makan makan lah duluan!" jawab Nilam Sari.
.
Jangan seperti ini nak, jangan siksa dirimu dengan kesedihan berlarut larut seperti ini nanti kamu sakit.
"Bu apa Nilam tidak berhak bahagia, kenapa Nilam selalu tersakiti seperti ini apa salah Nilam Bu?
Kamu Tidak salah nak, bersabarlah ibu doa kan semoga di masa depan kehidupan kamu lebih baik dari sekarang mari nak biar ibu suapin.
"Bu rasanya Nilam sudah tidak kuat lagi berada di sini. Nilam pengen pergi aja Bu, tuan Sandy selalu maksa Nilam melayani kemauan nya Bu.
Bu Maryam hanya terdiam mendengar keluhan Nilam yang tidak bisa di tampilnya karena semua itu benar adanya.
"Nak ini sudah jam sembilan malam, sejak kemarin kamu tidak makan ibu mohon jika kamu sayang sama ibu makan ya nak!" bujuk Bu Maryam pada Nilam.
Baiklah Bu, Nilam akan makan tapi ibu juga makan ya" pinta Nilam.
iya nak setelah makan kamu tidur ya, jangan bergadang lagi pesan Bu Maryam setelah selesai menyuapi Nilam.
Nilam Sari yang merasa mengantuk langsung tertidur lelap di atas dipan nya tanpa mengunakan selimut sama sekali.
Sementara di tempat lain terlihat Mery mengamuk di apartemen nya setelah mendapati suaminya kembali membawa seorang bayi perempuan kerumah mereka dengan mengatakan jika bayi mungil itu putri kandung nya.
"Sandy keparat, sialan. awas aja kamu Nilam akan aku buat kamu sengsara!" teriak Mery membanting barang barang yang ada di dekatnya.
Mery yang masih merasa kesal langsung pergi meninggalkan apartemen nya yang berantakan begitu saja.
__ADS_1
"Halo bang Parman, bisa kita bertemu sekarang?
tanya Mery.
Oke aku akan kesana sekarang," ucap Mery yang langsung mematikan sambungan ponselnya.
"Mery ada apa nih tumben kamu menghubungi ku?" tanya bang Parman yang duduk di atas motornya.
"Bang, ada kerjaan untuk Abang. tolong singkirkan perempuan yang ada di foto ini terserah mau Abang apa kan, kalau bisa lenyapkan sekalian ini uang bayaran nya sisa nya nanti saya lunasi jika urusannya sudah selesai!" pinta Mery yang langsung memberikan uang dua ratus juta pada bang Parman.
Oke siap, akan Abang laksanakan tapi alamatnya dimana?" tanya bang Parman lagi.
Dibelakang foto itu ada alamatnya lakukan sekarang juga inggat harus rapi pesan Mery sebelum meningalkan bang Parman.
Herman ikut aku kita dapat job Besar ini, ayo.. ajak bang Parman yang langsung berjalan memasuki mobil Jeep miliknya.
"Bang motor saya gimana ini? tanya Herman pada Parman.
Kita dapat jop apa bang..tanya Herman yang sudah duduk di samping bang Parman.
Menyingkirkan seorang perempuan muda ini alamat nya!" ucap bang Parman menunjukan sebuah foto pada Herman.
Tiba di depan rumah Nilam Parman sengaja memarkir mobilnya sedikit jauh dari rumah Nilam karena takut jika ada warga yang curiga.
Congkel jendela itu Herman!"perintah bang Parman memberi aba aba pada Herman melalui kode.
Dengan cepat Herman mencongkel sebuah jendela.
Coba kamu perhatikan apa perempuan ini yang tertidur itu!" pinta Parman yang menunggu di luar jendela.
Baru saja Herman inggin mendekati Nilam, Nilam Sari mendadak terbangun karena merasa haus.
__ADS_1
Herman tersentak kaget dan langsung bersembunyi di balik gorden jendela.
"Jadi dia buta!" pikir Herman yang terdiam beberapa saat melihat cara berjalan Nilam yang meraba raba depannya.
Cepat Herman ini bius aja perempuan itu!" bisik bang Parman memberikan sapu tangan
Yang sudah di baluri obat bius.
Herman langsung membekap Nilam hingga Nilam tidak sadarkan diri.
"Kamu ambil beberapa pakai nya masukan kedalam tas atau apa biar mereka mengira perempuan ini sengaja pergi dari rumah", perintah bang Parman yang langsung membawa Nilam menuju mobilnya.
Herman yang sudah selesai mengambil pakaian Nilam langsung pergi begitu saja meningalkan jendela yang tetap dibiarkan terbuka.
Kita Bawa kemana perempuan ini bang?" tanya Herman yang memangku kepala Nilam.
Abang juga binggung Herman, jika kita buang kemana kita harus membuang nya..Abang juga tidak tega membunuhnya apa lagi dia buta!"jawab Parman yang terus mengemudikan mobilnya.
Tiba di luar kota Parman menghentikan mobilnya Karena melihat begitu banyak nya mobil polisi yang sedang memeriksa setiap mobil yang lewat.
Gawat Kita putar balik ajak Mobilnya, aku takut mereka justru mencari wanita ini!" ucap parman yang yang langsung memutar balik mobilnya.
"Bang, perempuan ini bagai mana ?
tanya Herman yang ikutan panik.
Di samping kiri ada hutan, kita letakan saja wanita ini disana mudah mudahan ada yang menemukan dia, ayo Herman angkat perempuan itu biar aku yang bawa senter sama barang milik perempuan ini"! ucap parman yang langsung membuka pintu mobil.
Sudah letakan saja dia disini, ayo kita pergi jangan sampai kita dipergoki orang bisa mampus kita!" ucap parman menyeret temannya menuju mobil mereka.
"Bang, aku nggak tega meningalkan perempuan itu di hutan sana, gimana kalau ada Binatang buas dia bisa mati atau terluka bang"! ujar Herman yang terus menatap ke arah hutan.
__ADS_1
Kita serahkan saja pada pemilik nyawa semoga dia tidak apa apa!" jawab bang Parman yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan Nilam yang tidak sadarkan diri terbaring tak berdaya di tengah hutan.