
Lima bulan sudah berlalu paska Nilam melahirkan di rumah sakit. hari hari yang dilalui Nilam terasa lebih baik sejak di rawat oleh BI Maryam pembantu yang dipilih kan Sandy, Nilam yang dulunya terlihat Kumal dan dekil sedikit sedikit mulai bersih dan terawat wajah yang dulunya dipenuhi bintik bintik merah berubah menjadi putih dan bersih berkat perawatan seadanya pemberian dari Bu maryam membuat Sandy sering kali mendatangi Nilam untuk meminta jatah meski ada mery istri sah nya dirumah.
Mery yang sibuk mengejar karir tidak mengetahui perbuatan suaminya di belakangnya karena pada Mery, Sandy mengatakan telah membuang Nilam Sari keluar kota membuat Mery percaya begitu saja dengan kebohongan suaminya.
"Bu, kenapa kepala ku sakit sekali ya?"keluh Nilam Sari.
"Non, masuk angin kali!"jawab Bu Maryam yang sedang memasak.
"Bu, perut saya rasanya nggak enak, mual tapi nggak bisa di muntah kan kenapa ya bu? tanya Nilam sari kembali.
Belum sempat Bu Maryam menjawab Nilam Sari sudah jatuh terduduk di depan meja dapur dengan kondisi tidak sadarkan diri.
"Non Nilam" teriak Bu Maryam yang langsung mematikan kompor dan mendekati Nilam Sari.
Tolong.! teriak Bu Maryam yang berusaha menyadarkan Nilam Sari.
Bu ada apa?. tanya beberapa warga yang kebetulan lewat didepan rumah Nilam Sari.
Majikan saya pingsan, tolong bantu saya membawanya kerumah sakit pak, Bu!"pinta Bu Maryam pada warga tersebut.
"Mari Bu, kami bantu pake mobil saya aja!" ujar seorang wanita.
Baik dek!" tolong bapak bapak bantu saya!" pinta Bu Maryam dengan wajah ketakutan nya.
Tiba dirumah sakit Bu Maryam terus berjalan bolak balik didepan ruangan tempat Nilam dirawat.
__ADS_1
Keluarga pasien!"pangil seorang dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu.
" Iya dok, saya keluarganya gimana sama Nilam dok? dia sakit apa?" tanya Bu Maryam dengan hari dipenuhi rasa takut.
Pasien tidak apa apa, dia hanya sedang mengandung perkiraan saya kandungan nya baru berumur dua minggu Bu, sebaiknya dia jangan terlalu lelah kandungan nya kali ini cukup riskan!" ucap dokter itu menjelaskan.
"Terima kasih' dok"!ucap Bu Maryam yang langsung memasuki ruangan tempat Nilam dirawat.
" Bu, saya sakit apa? tanya Nilam yang sudah sadar.
Non tidak sakit, saat ini non sedang mengandung menurut dokter usianya baru dua Minggu!" jawab Bu Maryam dengan tatapan prihatin nya.
"Bu" apa tuan Sandy,, sudah di kasih tau? tanya nilam pada Bu Maryam.
Belum non, tuan Sandy sedang keluar negeri katanya dua bulan lagi baru pulang!" jawab Bu Maryam apa adanya.
__ADS_1
"Bu" sampai kapan saya dirawat disini saya inggin pulang Bu, saya tidak tahan kalau lebih lama di sini.
Nanti sore baru bisa pulang non sabar ya. bujuk Bu Maryam.
Iya Bu!.jawab Nilam kembali merebahkan tubuh nya di tempat tidur.
Saat hari telah sore Nilam dan Bu Maryam kembali pulang kerumah mereka terlihat Nilam selalu mengusap perutnya dengan penuh rasa sayang.
Cepat lahir ya nak, bunda menungu kedatangan mu untuk menemani hari hari bunda yang gelap!"bisik Nilam berusaha mengajak bayi nya bicara.
Bu Maryam yang mendengar ucapan lirih Nilam meneteskan air mata karena kasihan.
Sementara di tempat lain Mery dan Sandy malah asik bersenang senang menghabiskan uang dengan pesta gila gilaan di sebuah villa mewah di luar kota. mereka mabuk mabukan seakan dunia hanya tempat berbuat maksiat semata tanpa perduli norma.
Kamu hebat Sandy, bisa mengalahkan tuan Wijaya dan bisa memenangkan tender besar ini!"puji seorang laki laki tua yang ikut dalam pesta di situ.
"Terima kasih" atas pujian nya pak Morgan, ini semua berkat bantuan anda saya tidak akan melupakan kebaikan anda!" jawab Sandy yang terus meneguk minuman keras di tangan nya.
Karena terlalu banyak minum Sandy langsung tertidur di sofa hingga tanpa menyadari jika istrinya yang hiperseks masuk kekamar bersama pak Morgan dan beberapa orang lelaki sekali Gus.
Mari kita senang senang Di sini!"ucap Mery dengan wajah bahagia
__ADS_1
Anda benar benar liar, bagai mana jika Sandy tau anda bisa diceraikan nya nyonya Sandy?" tanya pak Morgan sambil terkekeh senang.
Selama kalian tutup mulut, dia tidak akan tau jawab mery dengan santai nya.