Kami Anak Mu Bunda

Kami Anak Mu Bunda
Hukuman mati


__ADS_3

Sandy yang sudah berada didalam penjara selalu mengamuk sejak hakim memutuskan hukuman mati karena kejahatan yang sudah dilakukan nya, pada orang orang yang sudah dibunuhnya membuat para petugas kepolisian terpaksa bekerja keras mencari mayat korban kejahatan Sandy yang berada di tempat yang berbeda.


"Bunda, kenapa melamun apa yang bunda pikirkan.?_ tanya Nando.


Bunda merasa kasihan dengan papa mu Nando besok dia akan di hukum mati tapi bunda tidak bisa berbuat apa apa untuk menolong nya karena dia sudah banyak berbuat kejahatan.


Sudah lah bunda mungkin ini sudah takdir yang harus papa terima karena sudah banyak berbuat zolim pada orang lain termasuk bunda juga Oma dan opa jujur Nando juga nadya merasa sedih dengan kejadian ini anakana yang inggin orangbtuanyaendapat hukuman seperti itu pasti tidak ada tapi apa daya papa sudah kelewatan Jika Nando dan Nadya tidak pergi dari rumah mungkin kami berdua pun akan menjadi korban papa.


Ya udah besok gimana apa kamu inggin menemui papa mu untuk terakhir kalinya.


Nggak bunda Nando nggak akan sanggup lebih baik tidak sama sekali .


Bunda mau ke kamar dulu pamit Nilam Sari yang segera pergi kekamarnya.


Biarlah seperti ini saja cukup bunda yang menjadi orang tua kandung kami sampai kapan pun kami anak mu bunda gumam Nando yang ikut masuk kekamar nya.


Keesokan harinya terlihat Sandy tertawa terbahak bahak saat sudah di tarik keruang gantungan oleh aparat yang bertugas mengeksekusi para penjahat yang harus dihukum mati.


Kalian akan menerima balasan nya haaaaaa...haaaaaa...aku akan menjadi orang paling kaya di dunia ini lihat saja aku akan menjadi manusia paling kaya harta ku sangat banyak teriak Sandy yang sudah seperti orang gila.


Dor........dor......dor........


Tiga peluru bersarang di jantung Sandy yang masih tertawa saat peluru terakhir menembus kepalanya hingga Sandy langsung tewas di tempat dengan mata melotot tajam kerajaan depan .

__ADS_1


Nando yang sudah mendengar kematian Sandy hanya bisa terduduk didepan pintu kamarnya sambil menangis dengan perasaan sedih juga kalut.


Mas papa sudah tiada bisik nadya yang juga menangis di samping Nando.


Mas tau dek ini memang menyakitkan tapi kita tidak bisa berbuat apa apa sudah cukup papa melakukan kejahatan mas tidak mau jika ada korban lain lagi jawab Nando sambil memeluk adiknya.


Tok......tok....Nando Nadya apa kalian ada didalam tanya Amer yang sudah berdiri didepan kamar nando.


Iya ayah jawab Nando yang langsung membuka pintu kamarnya.


Mari kita jemput jasad papa juga ibu sambung kalian ajak Amer pada kedua anak sambung nya.


Maksudnya bagai mana para kita nggak paham ada apa sama mama Mery tanya nandya yang terlihat kaget juga bingung


Baik ayah kami akan ikut bersama ayah tapi apa bunda juga ikut kesana ....


Tidak nak bunda sama opa dan Oma kalian mengurus keperluan di rumah saja cukup kita aja yang menyempit jasadnya.


Tiba dirumah sakit Amer langsung mengurus kedua jenazah itu dan membawa. ya pulang kerumah mertuanya untuk segera dimandikan serta di makam kan.


Setelah semua selesai terlihat nando dan Nadya menangis di makam Sandy yang baru selesai di makam kan.


Ya Allah ampuni dosa papa kami terimalah amal ibadahnya doa nadya dan di Amini oleh Amer serta yang lain nya

__ADS_1


Selamat jalan papa maaf jika kami tidak bisa menjadi anak yang berbakti pada papa gumam Nando yang langsung berjalan meninggalkan lokasi pemakaman diikuti Amer serta Oma dan opa nya..


Amer bagai mana Nilam apa dia masih mual dan muntah tanya oma nya Nando.


Masih ma tadi pagi dia malah lemas karena muntah muntah terus jawab Amer dengan wajah terlihat bahagia


Jadi bunda nggak ikut karena bunda sakit ya ayah ko kita nggak dikasih tau sih


Iya Nadya ayah sengaja nggak ngasih tau kalian karena kalian dalam kondisi berduka tapi bunda kalian nggak sakit parah ko jawab Amer yang berusaha menyembunyikan tentang kehamilan Nilam Sari ...


Bunda sakit apa Ayah Nando takut bunda kenapa napa jika kita tinggalkan lama cepat pak kita pulang sekarang pinta Nando pada supir pribadi Amer.


Kalian nggak perlu khawatir sayang bunda kalian nggak sakit hanya sekarang kondisi nya sedikit lemah tapi wajar lah soalnya bunda kalian sedang hamil usia kandungan nya baru jalan dua bulan bisik Oma nya pada Nando....


. Hore sebentar lagi kita akan punya Deden bayi dek mas pengen punya adik laki laki biar bisa di ajak main bola ...


Enak aja adeknya harus perempuan biar ada yang nemenin nadya pergi belanja ke salon pokok nya kemana pun bantah nadya.


Semoga adik kalian kembar jadi nggak ada perdebatan lagi ya ucap Amer sambil tertawa bahagia ..


Amin jawab yang ada di mobil dengan kompak.


Tamat

__ADS_1


. maaf jika sedikit soalnya gagal kontrak jadi terpaksa author tamat kan.


__ADS_2