Kami Anak Mu Bunda

Kami Anak Mu Bunda
Keinginan Nilam sari


__ADS_3

Sudah sebulan Nilam Sari melewati hari bersama anak anak nya yang mulai dekat dengan Nilam Sari. Setiap waktu Mereka berdua selalu berusaha meyakinkan Nilam Sari jika mereka itu benar anak anak nya bahkan tes DNA pun sudah membuktikan jika Nando dan Nadya benar anak anak Nilam Sari, Sedikit demi sedikit Nilam Sari pun mulai menerima kehadiran kedua anak nya meski tidak sepenuhnya .


"Bunda" boleh nggak nadya suapin kue ke bunda?"tanya nandya dengan gugup.


"Boleh.! jawab Nilam Sari dengan kaku.


Dengan cepat nandya mengambil kue dan menyuapkan nya kemulut Nilam sari.


Terima kasih" ya..!ucap Nilam Sari masih dengan gaya kaku.


Sama sama bunda, makasih ya bunda udah mau menerima kehadiran kami berdua. sejak kami tau jika mama bukan ibu kandung kami jujur perasaan kami selalu gelisah inggin bertemu dengan bunda .


Benarkan seperti itu, apa itu tidak berlebihan. apa lagi kalian baru mengetahui itu belum lama, bagai mana bisa kalian berfikiran seperti itu, tidak mungkin kalian bisa menerima sesuatu yang baru jika keseharian kalian dilalui bersama ibu tiri kalian?" tanya Nilam Sari .


Jika bunda mengatakan kami selalu melewati hari bersama mama, itu tidak benar. sejak kecil kami dirawat, di besarkan selalu berinteraksi hanya dengan nenek Halimah tidak dengan mama, kami bertemu mama hanya saat akhir pekan itu pun hanya sesaat karena mama tidak pernah ada dirumah. jangan kan berbicara, apa lagi bercanda. bertegur sapa pun bisa dikatakan jarang terakhir saat nandya kecelakaan papa sibuk mengurus bisnisnya, dihubungi tidak datang. sementara mama sibuk pesta dengan laki laki peliharaan nya yang mengurus kami justru satpam rumah.. apa salah jika kami bermimpi mendapatkan kasih sayang yang utuh dari ibu kandung kami sendiri, apa salah jika kami bermimpi berkumpul dan bercanda menghabiskan waktu bersama orang yang melahirkan kami bunda?" tanya Nadya dengan Isak tangis yang terdengar menyayat hati.


Kalian tidak salah. maaf" jika bunda masih sulit menerima kehadiran kalian, karena Bu Halimah sendiri yang mengatakan saat bunda melahirkan kalian, jika kalian telah tiada nak"! jawab Nilam Sari dengan memeluk Nadya dengan penuh rasa sayang.


"Bunda, ini ada rekaman dari nenek Halimah sebelum kami kabur dari rumah bunda"!kata nek Halimah kami disuruh memberikan rekaman ini pada bunda, meski bertahun telah berlalu tapi nek Halimah percaya bunda masih mengingat suara nek Halimah.


Nilam maafkan ibu yang sudah membohongi kamu, tapi semua itu terpaksa ibu lakukan karena ibu di ancam oleh tuan.


Bertahun tahun ibu merasa bersalah pada mu, terlebih saat ibu tidak mendapati kamu dikamar pagi itu . setelah tiga hari kamu hilang tuan datang menjemput ku untuk merawat anak anak mu, dari situ ibu tau jika kamu sudah disingkirkan meski ibu tidak tau siapa yang menyingkirkan mu diantara tuan dan nyonya.*


* Demi menenangkan perasaan bersalah ibu merawat anak anak mu hingga sekarang mohon maafkan ibu nak. ibu terpaksa *


* Nadya dan Nando anak anak yang kamu lahirlkan mereka sengaja dirampas oleh tuan dari mu untuk menutupi kecacatan istrinya yang tidak bisa mengandung karena rahim nya sudah di angkat .*


* sekali lagi maafkan ibu nak ibu selalu mendoakan kebahagian mu setiap saat*.)

__ADS_1


"Anak ku, maafkan bunda" maaf.! terima kasihnya Allah karena engkau sudah mempertemukan ku dengan anak anak ku." ucap Nilam yang langsung menangis tanpa melepaskan pelukan nya.


" Bunda mu kenapa Nadya, ko nangis?'tanya Amer yang langsung memeluk Nilam Sari dengan erat.\*\*


"Mas, ternyata mereka anak anak ku mas" aku sudah mendengar penjelasan Bu Halimah orang yang sudah mengurusku dulu." ucap Nilam Sari.


Iya sayang" mereka anak anak kita"! bisik Amer dengan senyum terukir di bibirnya.


" Mas" aku boleh nanya nggak?"


Nanya apa sayang?" tanya Amer yang sudah mulai merasa nyaman dengan Nilam Sari.


Apa Mata ku bisa melihat jika melakukan operasi?"tanya Nilam Sari penuh harap.


Amer tertegun mendengar permintaan Nilam Sari yang mengejutkan dan mendadak hingga menimbulkan perasaan takut dihatinya.


Gimana ini, seandainya nilam beneran operasi mata dan operasinya berhasil apa dia masih mau menerima ku yang seperti ini, aku takut dia akan membenciku terlebih lagi dia akan mencari laki laki yang lebih baik dari ku!" pikir Amer yang terus melamun.


"Ayah" pangil Nadya sambil menepuk pundak Amer.


Eh ya ada apa nak?" tanya Amer yang keget saat ditepuk Nadya.


"Bunda" nanya sama ayah, apa bunda bisa sembuh apa tidak jika operasi mata.!


"Sayang, apa alasan kamu meminta operasi mata mendadak seperti ini?" tanya Amer yang terlihat ketakutan.


"Aku inggin melihat wajah anak anak ku mas,"hanya itu tidak yang lain!' jawab Nilam tegas.\*\*


Jika operasi nya berhasil apa kamu masih mau dengan ku Nilam?.aku takut kamu mencari laki laki lain yang lebih segala gala nya dari aku.

__ADS_1


"Mas, ngomong apa sih?. Nilam nggak seperti itu ya, seperti apa pun kondisi mas Nilam tidak akan pernah mencari laki laki lain apa pun yang terjadi, mungkin di luar sana banyak laki laki yang lebih dari mas tidak akan membuat Nilam berpaling karena bagi Nilam mas laki laki terbaik yang Allah anugrah kan untuk nilam. mas adalah jawaban dari doa doa Nilam selama ini karena mas dengan lapang hati menerima Nilam dengan segala kekuarangan yang ada pada Nilam, mas memberikan rasa aman dan nyaman pada Nilam .


"Mas lega mendengar jawaban kamu sayang. besok kita berangkat ke Singapore untuk menjalani tes pada mata kamu sekalian operasi disana ya.


" Terima kasih" ya mas, udah mau dukung keinginan Nilam.


" Iya sayang!" jawab Amer dengan wajah bahagia.


Berasa lalat aja nandya duduk diantara ayah sama bunda gini, dunia seakan milik berdua nandya seperti patung tak bernyawa"! omel nandya dengan wajah cemberut.


Haaaaaa....!"haaaaa..!"haaaaa....!_amer dan Nilam langsung tertawa mendengar protes dari Nadya.


"Maaf ya 'sayang" kita emang lupa kalau ada kamu, tapi kita merasa bahagia karena dengan kehadiran kamu dunia yang ada menjadi semakin indah dan menyenangkan.


"Kalian, kenapa ko pakai pelukan gitu?"tanya Bu Alya yang baru pulang dari mall bersama Nando.


Nggak apa apa ma, kita merasa senang aja karena Nilam bersedia melakukan operasi mata"! jawab Amer sambil tersenyum.



Benarkah..? tapi alasan nya apa ?"tanya Bu Alya yang langsung duduk di samping Nadya.



Karena Nilam sudah percaya jika mereka berdua anak anak Nilam ma, Nilam inggin melakukan operasi mata karena inggin menatap wajah anak anak Nilam.



"Mama senang dengarnya sayang, dengan begitu kamu bisa membuktikan pada orang orang yang dulu menghina kamu, jika kamu bisa lebih baik dari mereka.

__ADS_1


Iya ma"terima kasih!" ya ma karena udah mendukung keinginan Nilam.


Tentu sayang" apa pun yang membuat kamu bahagia akan selalu mama dukung.


__ADS_2