Kami Anak Mu Bunda

Kami Anak Mu Bunda
melahirkan bayi prematur.


__ADS_3

Tanpa terasa usia kandungan Nilam sudah memasuki bulan ke tujuh. Bu Maryam dan Nilam asik mengumpulkan pakaian bekas dari para tetangga yang merasa iba dengan kondisi Nilam yang hamil tapi tidak dipedulikan oleh suaminya, membuat tetangga Nilam merasa gerah melihat perlakuan Sandy pada Nilam yang datang hanya disaat butuh setelah semua didapatkan Sandy menghilang begitu saja.


" Bu banyak juga ya pakaian bayi nya," ucap Nilam yang menyentuh tumpukan pakaian bayi didepan nya.


"Iya nak semua tetangga di sini dengan suka rela memberikan nya, semoga persalinan mu nanti lancar ya nak!" ucap Bu Maryam.


" Amin,, semoga bayi ku kali ini berumur panjang dan sehat, aku pengen anak ku Nanti perempuan Bu," ujar Nilam yang mengusap perutnya.


Semoga ya nak!" jawab Bu Maryam dengan hati tak enak karena sudah tega membohongi Nilam tentang bayi nya terdahulu.


. "Bu Nilam mau ke kamar mandi dulu ya udah kebelet banget pengen pipis pamit Nilam yang berusaha berjalan menuju kamar nya.


Sini ibu bantu nak.!


Nggak usah Nilam bisa ko, kan udah biasa bolak balik kekamar!" bantah Nilam yang meneruskan langkah nya ke kamar mandi.


Bruuuuuuuuk......!Aaaaaaaaaaaak...!


teriak Nilam yang terjatuh terduduk dikamar mandi.


Nilam ada apa nak, astaga kamu pendarahan tolooooooooong......toloooooong..! jerit Bu Maryam yang kaget melihat darah yang merembes di lantai kamar mandi.


Ada apa, Nilam kenapa?"tanya seorang laki laki setengah baya yang menerobos masuk kedalam kamar.


"Pak tolong Nilam dia pendarahan cepat pak kita harus kerumah sakit" ucap Bu Maryam yang terlihat sangat panik.


Dengan memakai angkot milik bapak itu mereka tiba dirumah sakit tempat di mana dulu Nilam pernah melahirkan.


Semoga Nilam baik baik saja ya Bu Maryam, saya kasian lihat nya punya suami seperti tidak punya suami!" ucap bapak bapak itu yang ikut terduduk disamping bu Maryam.


Iya pak,, mau bagai mana lagi mungkin sudah takdir Nilam seperti ini", jawab bu Maryam dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


Keluarga pasien!" pangil dokter yang baru keluar.


Gimana kondisi Nilam dok?" tanya Bu Maryam.


Bayinya lahir prematur karena tidak cukup bulan dan kami membutuhkan darah golongan O kebetulan dirumah sakit ini persediaan darah golongan O kosong, apa ada diantara keluarga ibu yang memiliki golongan darah tersebut kami harus mengunakan nya segera karena pasien mengalami pendarahan.!ucap dokter itu.


Darah saya O dokter,, ambil saja darah saya!" ucap pria setengah baya itu.


Baik mari ikuti saya!" pinta dokter itu.


Setelah menunggu dua jam akhirnya kondisi Nilam yang sempat kritis kembali stabil. Bu Maryam yang sejak tadi terus menangis akhirnya menjadi lega setelah mendengar kondisi Nilam sudah kembali stabil.


"Terima kasih, ya Allah"!karena engkau sudah mengabulkan doa ku.! ucap Bu Maryam dalam hati.


"Bu Maryam anak saya jenis kelaminnya apa?" tanya Sandy yang baru datang.


Nggak nanyain non Nilam dulu den, kan non Nilam ibu dari anak nya den Sandy.


Bayi nya perempuan den, tapi prematur karena tidak cukup bulan!" jawab Bu Maryam dengan hati kesal pada majikan nya.


Bagai mana bisa lahir prematur kemarin kondisi Nilam baik baik saja !"bentak Sandy pada Bu Maryam.


Non Nilam terpeleset di kamar mandi den jadi terpaksa melahirkan kerana sudah mengeluarkan darah yang cukup banyak.


Dasar Nilam bodoh, sudah buta bikin susah aja," omel Sandy.


Dasar majikan gila, bisa nya nyalahin aja nggak sadar kalau semua salah dia yang tidak perduli dengan istri yang lagi hamil!"


Umpat Bu Maryam dalam hati.


Nanti kalau Nilam menanyakan anak nya kata kan bayi nya sudah meningal karena pendarahan..anak saya akan saya pindahkan kerumah sakit lain untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik ucap Sandy meningalkan Bu Maryam yang terkejut mendengar ucapan Sandy.

__ADS_1


Ya Allah harus kah aku berbohong lagi. kasian non Nilam pasti dia akan terpukul jika aku mengatakan tentang kebohongan ini". rintih Bu Maryam dalam hati.



Melihat Bu Maryam masih setia duduk didepan tempat tidur Nilam Sari, Sandy yang sudah siap membawa bayi nya langsung mendekati Bu Maryam dengan langkah pelan agar Nilam tidak terbangun dan menanyakan anak nya.


Bu Maryam saya mau pulang semua biaya melahirkan sudah saya lunasi dan ini uang untuk biaya sehari hari kalian, uang nya di hemat ya Bu nggak perlu masak banyak Nilam itu cukup di kasih tempe sama tahu aja udah cukup.. dia kan buta jadi nggak perlu asupan gizi berlebihan!"ucap Sandy tanpa yang tanpa perasaan.


Iya!, jawab Bu Maryam dengan acuh.


Bu anak saya mana"tanya Nilam yang baru tersadar dari obat bius.


Anu Nilam itu....!


Anak mu meningal Nilam karena kecerobohan kamu. harus nya kamu sadar kalau kamu itu buta, kalau ada perlu minta tolong sama Bu Maryam bukan malah seenak nya pergi begitu saja gini kan akibatnya dasar perempuan buta, bisa nya nyusahin aja. Bentak Sandy pada Nilam sari


Bu kata kan itu bohong.. anak ku masih hidup kan Bu? tanya Nilam dengan air mata berderai.


Bu Maryam terdiam tanpa mampu mengatakan apa apa karena tidak sanggup untuk membohongi Nilam kembali


Sandy menatap ke arah Bu Maryam dengan tatapan penuh ancaman membuat Bu Maryam jadi ketakutan.


"Bu tolong kasih tau Nilam anak Nilam mana?" tanya Nilam dengan tangan meraba kearah depan.


Apa yang dikatakan den Sandy benar Nilam anak mu meningal, maafkan ibu", ucap Bu Maryam dengan wajah tertunduk tak kuasa menahan beban batin karena harus terus membohongi Nilam Sari.


Tidaaaaaak....ini tidak mungkin. aku merasa anak ku masih hidup kalian bohong"! jerit Nilam yang terlihat prustasi mendengar anak nya sudah tiada.


Kenapa kamu meningalkan ibu nak, ibu berharap kamu hidup menjadi penerang di saat ibu melangkah!" rintih Nilam Sari meremas selimut yang menutupi tubuhnya.


Sudah- sudah makanya jadi orang itu jangan bodoh bikin kesal aja.. aku mau pulang jangan hubungi aku kalau tidak ada yang penting!" dumel Sandy langsung meningalkan kamar rawat Nilam Sari.

__ADS_1


__ADS_2