Kami Anak Mu Bunda

Kami Anak Mu Bunda
Akhirnya terlaksana


__ADS_3

Bu Alya yang terbangun saat jam menunjukan pukul tiga subuh langsung berjalan menuju ruang kerja suaminya, untuk memeriksa laptop yang sengaja ditinggalkan di ruangan suaminya agar bisa memantau gerakan Amer pada istrinya. baru tiba didepan ruang kerja suaminya bu Alya sudah dikejutkan dengan kehadiran Amer yang membawa seteko air dan langsung membawanya masuk kedalam kamarnya.


Ko sikap nya biasa aja sih, apa dia nggak ngelakuin apa pun pada Nilam?" gumam bu Alya yang langsung masuk kedalam ruangan kerja suaminya.


Setelah membuka laptop nya bu Alya langsung melorotkan mata melihat adegan di dalam laptopnya.


Gila nggak nyangka ternyata Amer ganas juga, jadi aku sama Nilam yang dijadikan mangsa sama Amer. tapi nggak apa apa semoga cepat berhasil dan Nilam segera hamil!'ujar Bu Alya yang langsung menghapus rekaman cctv di laptopnya dengan senyum bahagia Bu Alya langsung kembali kedalam kamarnya.


Saat pagi tiba Bu Alya sibuk membantu asisten rumah tangga nya menyiap kan sarapan pagi dengan meletakan berbagai makanan dimeja makan dengan perasaan bahagia tak terkira sambil menunggu anak dan menantunya keluar dari dalam kamar.


"Pagi ma, sapa pak kadafy yang langsung duduk dimeja makan.


Pagi juga suami ku." jawab Bu Alya dengan senyum ceria.


Tumben ceria banget pagi pagi gini ada apa ni ma?" ohya ko Nilam nggak kelihatan sih? tanya pak kadafy menatap kearah kamar Amer dan Nilam Sari.


"Bentar pa, biar mama pangil mereka." ujar Bu Alya yang langsung berdiri namun belum sempat ia melangkah kan kaki nya terlihat Amer yang baru keluar dari kamarnya dengan Nilam Sari yang berada di gendongan nya.


Mereka kenapa ma, ko tumben mesra banget?" tanya pak kadafy menatap tingkah anak dan menantunya dengan tatapan heran.



"Maaf, ma kita telat."ujar Amer yang langsung membantu Nilam Sari duduk di kursi sampingnya.



Iya nggak apa apa ko nak, mari kita sarapan bersama." ajak Bu Alya dengan senyum penuh misteri pada anak dan menantunya.


"Kamu, mau nasi goreng apa bubur ayam Nilam?"tanya Amer dengan gugup sambil menarik tempat nasi goreng dan memasukan kedalam piring nya.


Nasi goreng aja mas!' jawab Nilam dengan wajah bersemu merah.


Ini biar saya siapin ya."ucap Amer yang langsung menyiapkan nasi goreng pada Nilam Sari dengan telaten .

__ADS_1


Dengan gugup Nilam Sari menerima suapan suaminya sambil berfikir apa karena pelayanan ranjang yang luar biasa hingga Amer yang biasanya acuh bersikap amat sangat lembut, sejak Nilam terbangun hingga mandi semua dilayani suaminya dengan lembut dan sabar.


"Udah mas, Nilam udah kenyang." tolak Nilam Sari saat amera berusaha kembali menyuapakn nasi ke mulut Nilam Sari.


Baiklah mas mau habiskan ini dulu ya!'ujar Amer yang langsung menghabiskan nasi didalam piring nya tanpa perduli tatapan penuh tanya dari kedua orang tuanya


"Ma, Amer mau bantuin Nilam ganti baju dulu ya!"ucap Amer yang kembali membopong tubuh Nilam menuju kamar mereka.


Mereka kenapa ya ma ko aneh banget?' bisik pak kadafy pada istrinya.


"Mama, juga nggak tau pa.' jawab Bu Alya asal sambil membereskan piring bekas sarapan mereka.


"Maafin aku, ya udah bikin kamu kesulitan jalan seperti ini!'ucap Amer dengan wajah terlihat penuh penyesalan.


Iya mas nggak apa apa ko!' jawab Nilam dengan malu malu.


"Kamu di kamar aja istirahat nanti mas akan minta sama mbak Minah untuk membawakan makan siang untuk kamu dan jika kamu mau sesuatu kamu telfon mas aja, ini ponselnya didalam sini ada no mas aja. kamu cukup tekan ini untuk melakukan panggilan ya ujar Amer seraya meraih tangan Nilam untuk memberitahukan ponsel yang dimaksudnya.


Mas mau ganti pakaian dulu ya, kamu hati hati di kamar jangan kesan kemari nanti kamu jatuh Lo!' pesan Amer yang sudah berganti pakaian dengan rapi.


Biarin aja nanti mbak Minah yang beresin ya!' ucap amera yang langsung mencium kening istrinya.


Dengan langkah mantap Amer langsung keluar dari kamarnya menuju pintu keluar sambil menjinjit tas kerjanya


"Kamu, mau kemana Amer?" tanya Bu Alya yang sudah berdiri didepan pintu keluar .


Mau kerumah sakit ma, hari ini ada operasi yang harus Amer lakukan kemungkinan pulang nya malam. Amer titip Nilam ya ma" ucap amera sambil mencium tangan Bu Alya sebelum masuk kedalam mobil ..


Semoga Amer berubah dan kembali seperti dulu lagi."doa Bu Alya sebelum melangkah kedalam rumahnya


"Pak, nanti tolong mampir sebentar di toko perhiasan berlian didepan sana ya.! pinta Amer dengan senyum di bibirnya baik tuan jawab sang sopir dengan semangat empat lima nya.


"Aku, harus memberikan sebuah perhiasaan indah untuk Nilam!"gumam Amer yang langsung memasuki sebuah mall terbesar di kota itu . tapi baru saja tiba didepan mall Amer ditabrak seorang anak laki laki yang sedang berlari bersama seorang anak perempuan.

__ADS_1


"Maaf Tante, maaf kan kami."ujar anak laki laki itu dengan menarik tangan adiknya.


Akhirnya kalian bisa kami dapatkan juga.. ucap seorang laki laki berwajah sangat menarik tangan nandya dengan erat.


Lepaskan adik ku!' teriak Nando yang berusaha melawan laki laki brewok itu


"Tante, tolongin kami." teriak nandya yang berusaha melepaskan cekalan tangan orang yang menahan nya.


Lepaskan mereka bung, jangan sakiti mereka!" pinta Amer dengan tatapan iba pada kedua bocah didepan nya ...


Jangan ikut campur mereka anak anak ku yang nakal, mereka harus segera dihukum." jawab preman itu dengan senyum menyeramkan.


.


"Bohong Tante, dia orang suruhan ibu tiri kami yang inggin melenyapkan kami." teriak nandya sambil menangis karena ketakutan.


Amera yang mendengar ucapan nadya langsung menghajar preman itu tanpa jeda hingga preman itu langsung jatuh ke semen dengan wajah membiru serta mata membengkak.



"Kalian, ikut saya." ajak amera yang langsung membuka pintu mobilnya.


Satpam tolong urus orang ini, jika dia terbukti bersalah jebloskan saja kepenjara!' perintah amera yang langsung memasuki mobilnya .


Di mana rumah kalian, biar saya antar!"ujar amera sambil menatap kearah kedua bocah dihadapan nya.


"Kami tidak punya rumah di kota ini Tante, kami kemari karena inggin mencari mama kami yang di buang ibu tiri kami." jawab Nando yang berusaha menenangkan adiknya.


Maksudnya bagai mana saya tidak mengerti coba jelaskan?"


Dengan lugas dan cepat Nando menceritakan tentang masa lalu orang tuanya serta pencurian yang dilakukan nya pada perusahaan serta brankas papanya dan sabotase ATM ibu tirinya semua diceritakan Nando tanpa ada yang di tutupin seakan ia sudah mengenal dekat sosok didepannya.


"Kasian kalian, baiklah untuk sementara kalian ikut saya kerumah aja sambil mencari jalan keluar dari masalah kalian berdua." ajak amera.

__ADS_1


"Terima kasih Tante, udah mau nolongin kamu ucap Nando.


__ADS_2