Kami Merindukan Kalian Nak

Kami Merindukan Kalian Nak
BAB 13


__ADS_3

Sedangkan didalam rumah terlihat Mayang sedang berbicara dengan Fitri, membuat Deby melirik tak suka pada keduanya.


'' Eh Fit, kemarin mba lihat kamu jalan ya sama seorang laki-laki, siapa dia?'' tanya Mayang penuh selidik, kemarin ia memang sempat melihat Fitri bersama dengan seorang pria saat berada disalah satu supermarket yang tak jauh dari rumahnya.'' Oh itu pak Reyhan mba, bos aku ditempat kerja.'' jelas Fitri


'' Benarkah hanya bos? mba tidak yakin.'' ucapnya sambil melirik sinis pada sang adik ipar.


'' Aku tidak bohong mba, lagi pula pak Reyhan punya kekasih.'' ucapnya pelan diakhir kalimat, sebenarnya saat pulang dari tempat kerjaannya tadi, Fitri sempat melihat seorang wanita cantik yang datang mencari Reyhan, dan Fitri juga sempat mendengar jika wanita itu mengatakan dirinya adalah kekasih Reyhan.


'' Kalau dilihat dari ucapanmu sepertinya kau menyukai nya, benarkan?'' tebak Mayang


'' Aku mana berani menyukai nya mba, dia itu bos aku, dan aku hanya bawahan disana.'' ucap Fitri sambil tersenyum miris, mengingat dirinya yang hanyalah seorang pegawai rendahan, dan tak mungkin jika Reyhan akan menyukai wanita seperti dirinya.


'' Fitri-fitri, kamu itu terlalu polos, manfaatkan kecantikan yang kau miliki untuk menggaetnya, jadi orang itu harus pintar, percuma punya otak kalau gk digunakan.'' ucap nya membuat Sultan yang mendengar langsung menatap kearah keduanya.


'' Kamu itu bicara apa sih? siapa yang gk punya otak?'' ucap nya sambil menatap kearah istrinya tersebut


'' Yang pasti bukan abang, udah deh bang, bang Sultan itu jangan ikut campur, ini urusan perempuan.'' ucap Mayang


'' Iya, tapi bicara nya itu jangan kasar seperti itu dong, gk enak kalau sampai didengar sama ibu dan bapak.'' ucapnya sambil melirik kearah kedua orangtua mereka yang ada depan tv, yang sedang bermain bersama kedua cucu mereka, dan sepertinya mereka tidak mendengar ucapan Mayang tadi.


Tak jauh dari mereka ada Deby yang kebetulan juga melihat interaksi antara kedua mertuanya dengan anak-anak dari Sultan, yang saat itu diperlakukan dengan penuh cinta oleh mereka.'' Bang Raja, coba lihat kedua anaknya bang Sultan, sepertinya ibu dan bapak kamu sangat menyayangi mereka, apa nanti anak kita juga akan diperlakukan seperti itu oleh mereka?'' ucap Deby pada suaminya Raja.

__ADS_1


'' Ya tentu lah, anak yang kamu kandung itu kan cucu mereka juga, masa mereka gk sayang.'' ucap Raja, sambil kembali memainkan game yang ada di ponselnya


Tapi awas aja kalau sampai mereka pilih kasih, maka aku juga gk akan segan pada mereka


Batin Deby


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul delapan malam, saat ini semua anak Bu Tami dan pak Ibnu sedang berkumpul di halaman, karna mereka semua akan pulang kerumah masing-masing.'' Sering-seringlah datang kesini nak, lihat keadaan bapak.'' ucap Bu Tami pada anak-anaknya.


'' Ibu tenang saja, bukankah anak ibu ada tiga, jika aku dan Mayang tidak bisa datang, kan masih ada Dinda dan Raja.'' ucap Sultan sambil melirik pada kedua adiknya


'' Aku gk bisa janji ya buk, karna pekerjaanku banyak.'' jawab Dinda langsung, tanpa memikirkan perasaan sang ibu mau pun pak Ibnu yang saat itu berdiri tak jauh dari nya, terlihat lelaki paruh baya itu hanya tersenyum, senyum yang terlihat kesedihan didalamnya, namun ia tak berucap sepatah kata pun, pak Ibnu tak ingin memaksa mereka untuk datang, walaupun hanya sekedar melihat keadaannya, karna pak Ibnu tak ingin menjadi beban bagi ketiga anaknya.


'' Iya buk, Raja juga banyak kerjaan, belum lagi Deby yang sedang hamil, raja tak ingin istri Raja kelelahan nntinya jika terlalu lama naik motor.'' ucap Raja


Setelah ketiga anak-anak mereka pulang, sepasang suami istri renta tersebut langsung masuk kedalam rumah. Fitri yang baru saja selesai mandi langsung keluar dari kamarnya begitu mendengar suara kedua orangtua angkatnya, memang saat saudara-saudaranya pulang Fitri tidak mengantar mereka, dan lebih memilih untuk langsung membersihkan tubuh nya karna merasa lengket


'' Buk, sebaiknya ibu jangan terlalu berharap pada mereka, bapak tidak apa jika mereka tidak datang, bapak hanya tidak ingin jadi beban mereka.'' ucap pak Ibnu


'' Apa maksud bapak? mereka itu anak-anak kita pak, bagai mana mungkin ibu tidak berharap pada mereka, lagi pula ibu tidak berharap uang atau semacamnya, setidaknya ibu hanya berharap jika mereka mengunjungi kita, jika kita merindukan anak-anak, itu saja pak, apakah hanya itu juga tidak boleh?'' ucap Bu Tami dengan suara lirih, terlihat wanita paruh baya tersebut sedang menahan tangisnya. Dan pak Ibnu menyadari itu, seketika rasa bersalah muncul dihatinya karna tak memikirkan perasaan sang istri


'' Bukan begitu maksud bapak buk, sudahlah jangan dipikirkan ucapan bapak tadi, jika ibu ingin bertemu dengan mereka, bukankah Fitri bisa mengantarkan ibu kesana? lain kali jika ibu rindu, pergilah bersama Fitri.'' ucap pak Ibnu, sedang kan Bu Tami tak lagi menjawab, entah kenapa rasanya hatinya sangat sedih dengan ucapan suaminya barusan. Tak jauh dari mereka ada Fitri yang sejak tadi mendengar ucapan keduanya, dan itu membuat Fitri yang mendengar juga menjadi sedih, namun meskipun begitu gadis tersebut tidak akan memperlihatkan itu pada kedua orangtua nya.

__ADS_1


Kasihan ibu dan bapak, sebenarnya apa yang dikatakan oleh mereka sehingga bapak bicara seperti itu? kenapa bapak berpikir jika mereka adalah beban bagi anak-anaknya?


Batin Fitri, gadis itu merasa jika ketiga saudaranya tersebut pasti sudah menyinggung perasaan kedua orangtuanya secara tidak langsung.


KEESOKAN HARINYA


Seperti biasa Fitri sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjaannya dengan mengendarai motor matic kesayangannya. Sesampainya ditoko Fitri langsung memarkirkan kendaraannya, bersamaan itu terlihat Reyhan yang juga baru sampai diparkiran, Fitri yang tak ingin berpapasan dengan Reyhan, buru-buru melangkah kearah toko untuk menghindari bosnya tersebut. Sedangkan Reyhan yang baru saja turun dari mobil sedikit merasa aneh karna tingkah Fitri yang tak seperti biasanya, karna biasanya jika bertemu diparkiran, gadis itu akan menunggu Reyhan hingga lelaki itu keluar dari mobilnya, berbeda dengan saat ini yang terkesan menghindar, dan itu membuat Reyhan sedikit merasa penasaran.


'' Pagi pak Rey,'' sapa beberapa karyawan toko.


'' Pagi.'' jawabnya dengan wajah datar, meskipun begitu tak mengurangi ketampanan pria itu sama sekali.


Reyhan sempat melirik Fitri yang saat itu terlihat sedang berbicara dengan karyawan pria, pria yang sama yang membuatnya cemburu kala itu, seketika tangannya terkepal melihat kedekatan keduanya, walaupun terlihat tak ada yang aneh, namun tetap saja Reyhan tak suka melihat Fitri berdekatan dengan pemuda itu, karna memang karyawan tersebut tak kalah tampan darinya, dan Reyhan merasa sedikit tersaingi.


'' Ekhem,,'' suara deheman Reyhan yang cukup keras, membuat keduanya langsung mengalihkan perhatian mereka keasal sumber suara tersebut.


'' Pak Reyhan, pagi pak.'' ucap pemuda tersebut.


'' Pagi pak.'' sambung Fitri, yang langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, dan itu membuat Reyhan semangkin penasaran karn sikap dingin gadis itu padanya.


Next

__ADS_1


~ Hargai dan sayangilah kedua orangtuamu selagi mereka masih ada~


__ADS_2