
Tit-tit-tit
Terdengar suara monitor dalam ruangan pasien, sebagai pendeteksi jantung yang dimana jantung tersebut masih befungsi hingga saat ini.Terlihat berbagai selang terpasang dibeberapa tubuh pasien tersebut, dengan mulut yang juga dipasang selang untuk menyalurkan oksigen agar sampai ke tubuh pasien. Didalam ruangan itu terlihat seorang wanita paruh baya yang terus menangis, karena melihat kondisi suaminya seperti itu, sungguh dirinya sangat tidak tega melihat suaminya seperti itu.
'' Pak maafkan ibu yang lalai menjaga bapak, hingga bapak menjadi seperti ini.'' gumamnya dengan air mata berlinang, dan dia adalah Bu Utami, semenjak kecelakaan itu terjadi tak sekali pun wanita paruh baya itu meninggalkan suaminya, rasa bersalah membuatnya harus tetap bersama suaminya, sebab ia tak ingin terjadi sesuatu apapun lagi, yang nantinya akan membuatnya semangkin menyesal. Walaupun Fitri sudah menyuruhnya pulang, untuk beristirahat sejenak, namun tetap saja, Bu Andini menolaknya.
Tok-tok-tok
Terdengar suara pintu diketuk, tak lama terlihat pintu terbuka bersamaan itu muncul Fitri bersama dengan Reyhan sang kekasih.'' Bu.'' panggil nya sambil melangkah masuk, terlihat gadis itu membawa tas ransel kecil, yang kemungkinan berisikan pakaian milik sang ibu.
'' Buk, ini aku bawakan pakaian ganti buat ibu, dan ini juga tadi aku dan mas Rey belikan makanan buat ibu, pasti ibu belum makan kan? sekarang sebaiknya ibu makan dulu.'' ucap Fitri sambil meletakan satu bungkus makanan diatas meja yang ada diruangan tersebut.
'' Terimakasih nak, tapi ibu gk lapar, ibu hanya mau temani bapak disini.'' ucap Bu Tami dengan nada lirih.
Fitri dan Reyhan saling tatap, kemudian Rey memberi isyarat pada Fitri untuk membujuk sang ibu agar mau makan, walaupun hanya lewat tatapan dan anggukan kepala yang diberikan Reyhan, namun Fitri bisa mengerti maksud dari anggukan tersebut dan Fitri pun langsung mengiyakan lewat anggukan kepalanya pula, sepertinya pasangan itu memang sudah sangat klop, hingga bisa saling memahami satu sama lain
'' Buk, ibu harus makan, bapak akan sedih kalau ibu tidak makan, nanti kalau jatuh sakit gimana? ayolah buk, ibu makan ya? sedikit juga gk apa-apa buk, asal perut ibu ada isinya.'' ucap Fitri membujuk
__ADS_1
'' Iya, baiklah ibu akan makan.'' ucap Bu Utami yang akhirnya mu mengikuti bujukan sang anak
Sepuluh menit kemudian, setelah selesai makan, Bu Utami menanyakan tentang anak-anaknya yang lain pada Fitri, kenapa sampai saat ini mereka masih belum datang, untuk menjenguk orang tuanya yang sedang terbaring dirumah sakit, menyadari itu sungguh membuat Bu Utami merasa sedih.'' Jadi mereka masih belum mau datang Fit? atau kamu yang belum menghubungi mereka?'' ucap Bu Tami
'' Maaf bu, tapi mereka masih belum bisa aku hubungi, tapi besok pagi aku dan mas Reyhan akan kerumah mereka satu persatu, jika malam ini mereka masih belum bisa dihubungi.'' jelas Fitri
'' Iya bu, Bu Tami jangan terlalu banyak berpikir, mungkin saat ini mereka masih ada pekerjaan yang mengharuskan mereka tidak bisa menggunakan ponsel, tapi nanti Fitri akan mencoba menghubungi mereka lagi.'' sambung Reyhan
'' Terimakasih nak Reyhan, karna nak Reyhan mau membantu keluarga ibu. Fitri sangat beruntung memiliki bos yang baik dan pengertian seperti nak Reyhan.'' ucap Bu Utami. Reyhan yang mendengar hanya tersenyum menanggapinya, jika saja saat ini mereka sedang tidak berada dirumah sakit, atau pun dalam waktu yang berbeda, mungkin Reyhan akan mengatakan hubungannya dengan Fitri, namun saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk itu.
DITEMPAT LAIN
'' Tadi Fitri nelpon bang,'' ucap Mayang sambil memindah saluran tv yang ia tonton dengan remote yang ada ditangannya. Sultan yang mendengar ucapan istrinya langsung menoleh
'' Ada apa? tumben malam-malam begini Fitri nelpon.'' jawab Sultan
'' Katanya bapak masuk rumah sakit, jatuh dikamar mandi.'' sambung Mayang yang masih dengan pandangan tertuju pada layar televisi, seolah yang dikatakannya barusan bukan masalah penting
__ADS_1
'' Apa- bapak masuk rumah sakit? kok kamu gk bilang sama Abang sih?'' ucap Sultan terlihat sedikit panik
Mayang mengalihkan pandangannya pada suaminya, sambil mengerutkan dahi.'' Bang kalau pun aku bilang memangnya Abang mau kesana malam ini juga? gk kan? lagi pula aku juga gk akan biarin kamu pergi malam-malam begini, bahaya.'' ucap Mayang
'' Tapi bapak lagi sakit, dan Abang harus kesana sekarang, kalau kamu---,''
'' Bang! Abang ini kok gk mau dengerin aku sih.'' potong Mayang langsung.'' Lagi pula aku sudah katakan pada Fitri kalau kita akan berangkat besok pagi, sudahlah jangan terlalu kamu pikirin, aku yakin bapak akan baik-baik saja, kan sebelum nya bapak juga pernah masuk rumah sakit.'' ucapnya lagi
DITEMPAT LAINNYA
'' Besok jadikan kerumah sakit jenguk bapak?'' tanya seorang pria pada istri nya
'' Lihat nanti lah bang, kalau aku gk banyak kerjaan, kamu kan tau beberapa hari ini aku banyak tugas dari bos.'' jelas nya.
'' Ya tapi kan itu bapak kamu yang sakit Din, masa kamu gk mau melihat keadaan nya sih, kamu itu sebenarnya sayang gk sih dengan kedua orangtuamu? heran deh aku lihat kamu, orangtua masuk rumah sakit kamu nya masih aja sibuk ngurusin kerjaan.'' ucap sang suami, dan mereka adalah pasangan suami istri, Dinda dan Hendra. keduanya juga baru saja mendapat kabar dari Fitri kalau bapak Ibnu sedang dirawat dirumah sakit.
'' Kamu kok gitu sih ngomongnya sama aku bang? siapa juga yang gk sayang sama ibu dan bapak, tentu saja aku sayang sama mereka, tapi kan---,''
__ADS_1
'' Sudah gk usah banyak alasan kamu, aku gk mau orang berpikir aku suami yang tidak bisa mendidik istri, atau seorang suami yang tidak memiliki perasaan karna tidak mau mengunjungi orangtua yang sedang sakit, padahal kamu yang tidak punya perasaan sebagai seorang anak, sudah, pokoknya besok pagi kita akan kerumah sakit, dan kamu harus ambil cuti dikantor, karna aku pun akan melakukan hal yang sama '' ucap Hendra tegas, sedangkan Dinda tak lagi berkata apapun. Sebenarnya Dinda sangat beruntung memiliki suami seperti Hendra, selain baik, pria itu juga sangat pengertian, yang lebih penting dia sangat perduli dengan kedua orangtua Dinda, seharusnya wanita itu bersyukur, bisa mendapatkan suami seperti Hendra, karna di jaman sekarang sangat sulit mendapatkan suami seperti nya.
Next