Kami Merindukan Kalian Nak

Kami Merindukan Kalian Nak
BAB 23


__ADS_3

Sudah satu bulan semenjak kepergian pak Ibnu, terlihat Bu Utami sering melamun, seperti saat ini, Fitri yang baru pulang kerja langsung masuk kedalam rumah karna salam dan juga panggilan nya tak dijawab oleh Bu Utami


'' Buk? ibuk?'' panggilnya sambil melangkah menuju kamar sang ibu.


'' Ibu.'' panggil Fitri saat melihat Bu Utami sedang memandangi Poto suaminya yaitu pak Ibnu yang juga adalah bapaknya.


'' Fitri kamu sudah pulang nak?'' ucap nya sambil meletakan kembali pigura tersebut diatas nakas samping tempat tidur.


'' Sudah buk, sejak tadi aku panggil ibu, tapi sepertinya ibu tidak dengar, pasti ibu melamun lagi ya?'' ucap Fitri sambil melangkah menuju tempat tidur dimana saat ini ibunya berada


'' Bu, kalau ibu merasa kesepian, bagai mana kalau ibu buka warung? atau ibu jualan sesuatu agar ibu ada kegiatan, dan tidak terus merasa kesepian.'' ucap Fitri memberikan ide.


'' Tapi ibu gk ada modal nak.'' ucap nya


'' Ibu tenang saja, karna aku ada uang jika hanya untuk modal saja, asalkan ibu sendiri bersedia, aku hanya tidak ingin ibu selalu kepikiran bapak, maksud ku, aku hanya tidak ingin ibu selalu merasa sedih karna memikirkan bapak, ibu mengerti kan maksud ku.'' ucap Fitri


'' Iya nak, ibu faham maksud kamu, kamu anak yang baik, karna selalu memikirkan tentang perasaan ibu, ibu sangat beruntung memiliki putri seperti kamu.'' ucap Bu Utami sambil membelai wajah cantik putrinya tersebut

__ADS_1


'' Aku juga sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga ibu dan bapak. aku sangat menyayangi kalian, walaupun bapak sudah tidak bersama kita lagi, namun aku masih memiliki ibu dan juga saudara disini.'' ucapnya sambil memeluk sang ibu.


Sedangkan dirumah Sultan terlihat Mayang sedang berbicara dengan seseorang ditelpon, sambil terkikik, entah apa yang sedang ia bicarakan dengan teman nya yang ada diseberang telpon saat itu, yang pasti suara tawa sang istri membuat Sultan merasa terganggu.


'' May, bisa kah kamu telponan diluar saja? Abang lagi kerja ini, kalau kamu berisik Abang gk bisa konsentrasi.'' ucap Sultan terlihat kesal


'' Apa sih bang? aku kan bicaranya pelan, masa keganggu sih? lagian ya Abang aja sana yang diluar ngerjain kerjaannya, soalnya aku mau disini.'' ucap Mayang tak mau mengalah.


'' Astaga punya istri gini amat sih?'' gerutunya, lalu bangkit dari duduknya dan membawa laptop miliknya keluar dari kamar.


'' Ada apa? kenapa kenapa tiba-tiba keluar kamar?'' ucap Sultan


'' Ih kok gitu sih bang? memangnya aku gk boleh dekat-dekat suami ku?'' ucapnya sambut mengerucutkan bibirnya


'' Bukan begitu, Abang bingung aja, tadi kan kamu sepertinya asik banget ngobrol ditelpon, tapi sekarang kok kamu tiba-tiba disini.'' ucap Sultan lagi


'' Mmm, sebenarnya aku butuh ijin Abang.'' ucapnya

__ADS_1


'' Ijin? ijin untuk apa?'' ucap Sultan


'' Besok malam mama minta aku untuk menemaninya pergi keacara ulang tahun temannya, karna papa tidak bisa sebab ada kerjaan dikantor, apa Abang mengijinkannya?'' ucap Mayang


'' Bawa anak-anak kan?'' ucap Sultan memastikan


'' Ya gk lah bang, ini kan acara orang dewasa, masa harus bawa anak sih?''


'' Lah terus kalau gk bawa anak? mereka dirumah sama siapa?'' ucap Sultan


'' Ya sama Abang lah, lagian kan kami juga gk akan lama. perginya''


'' Tapi Abang kerja May. dan gk mungkin cuti, apa lagi besok banyak kerjaan dikantor papa kamu.'' jelas nya lagi


'' Ya karna dikantor papa, makanya Abang harus ambil cuti buat jagain anak-anak, aku akan lama kok, gk sampai malam juga udah pulang, jadi aku mohon Abang mau ya? pliiss


Next

__ADS_1


__ADS_2