
Saat ini disebuah rumah makan terlihat sedang pria yang sedang tersenyum dihadapan seorang gadis yang ada didepannya saat ini, membuat gadis itu menjadi salah tingkah.'' Pak Rey jangan menatap saya seperti itu. saya malu.'' ucap gadis tersebut, dan siapa lagi kalau bukan Fitri dan Reyhan, setelah keduanya berniat untuk pulang, namun tiba-tiba terdengar bunyi suara perut Fitri, membuat gadis itu sangat malu, dan akhirnya keduanya memutuskan mengisi perut terlebih dahulu, lebih tepatnya Reyhan lah yang memaksa saat itu.
'' Makanlah, jika tidak cacing diperutmu itu akan kembali meronta.'' ucapnya membuat Fitri mengerucutkan bibirnya, membuat Reyhan gemas melihatnya
'' Kamu menggodaku? dengan memonyongkan bibirmu seperti itu, apa kamu minta aku untuk mencium mu?'' ucap Reyhan lagi, membuat Fitri langsung melototkan matanya
'' Astaga pak Rey, kenapa anda jadi mesum begini sih? aku jadi takut deh.'' ucap Fitri membuat Reyhan terkekeh mendengar nya.
Rehan menatap lekat pada gadis itu.'' Fitri kenapa seharian ini kamu terus mencoba menghindari ku? apa aku ada melakukan kesalahan, sampai kamu menghindar setiap kali bertemu denganku?'' ucap Reyhan
'' Aku hanya mencoba untuk menjaga perasaan seseorang pak, aku tidak ingin dia salah faham karna kedekatan kita.'' ucap Fitri ambigu
' Maksud kamu? kamu sudah memiliki kekasih?'' tanya Reyhan dengan sedikit amarah dihatinya.
'' Bukan aku, tapi pak Reyhan kan?''
'' Aku? maksudmu aku sudah memiliki seorang kekasih? siapa? Fit, kalau kamu memang tidak menyukaiku jangan jadikan ini suatu alasan, saya tidak pernah memiliki seorang kekasih.'' ucap Reyhan
'' Terus wanita yang datang kemarin itu siapa? yang mengaku sebagai pacar pak Reyhan?'' ucap Fitri
'' Mungkin yang kamu maksud itu Lisa, dia itu wanita yang menyukai ku sejak lama, hanya saja aku tidak memiliki perasaan dengannya, karna perasaanku hanya untukmu.'' ucap Reyhan
'' Maksud pak Rey?''
'' Maksudnya, aku itu hanya memiliki satu cinta, dan akan ku berikan pada wanita yang aku cintai pula, yaitu kamu Fitri.'' ucap Reyhan, membuat jantung gadis itu seketika berdetak lebih cepat dari biasanya, saat mendengar pernyataan cinta dari bos nya sendiri. Antara bahagia dan tidak percaya, ternyata perasaan yang selama ini ia rasa tidak mungkin terbalas, akhirnya disambut oleh cinta yang dimiliki Reyhan untuknya
'' Fitri aku mau kamu menjadi kekasihku, dan aku tidak mau dengar penolakan,'' ucapnya memaksa
'' Dasar bos pemaksa.'' ucap Fitri
'' Dan hanya denganmu, aku ingin kamu menjadi milikku, kalau perlu aku akan melamarmu didepan kedua orangtua mu.'' ucap Reyhan serius, melihat keseriusan Reyhan seketika membuat Fitri terharu.
'' Iya, aku mau pak.'' ucapnya sambil mengangguk
__ADS_1
'' Mas, panggil aku mas mulai sekarang!" ucap Reyhan , membuat Fitri tersenyum
'' Iya mas Reyhan.'' sambung Fitri lagi
'' Terimakasih Fitri aku senang sekali kamu mau menerima cintaku.
......................
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggal Fitri dan kedua orangtuanya.
'' Kok gelap sih rumahnya? apa bapak dan ibu sedang tidak berada dirumah?'' gumam Fitri, setelah keduanya sampai didepan rumah tersebut
'' Coba kamu panggil dulu, mungkin mereka didalam.'' ucap Reyhan
' Tidak mungkin mas, lagi pula hanya lampu rumah kami yang mati, yang lain hidup semua.'' jelasnya sambil memperhatikan kiri dan kanan rumah yang lampunya menyala, hanya rumah mereka saja yang lampunya padam. Saat Fitri dan Reyhan kebingungan tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang keluar dari rumah nya, lalu menghampiri mereka,.
'' Fitri kamu baru pulang? dari mana saja kamu? sejak tadi coba dihubungi gk bisa.'' ucap ibu tersebut dengan nada sedikit kesal
'' Astaga ponsel ku mati.'' ucapnya
'' Memangnya ada apa buk?'' sambung Reyhan yang sejak tadi merasa penasaran
'' Tadi sore pak Ibnu jatuh dikamar mandi dan tidak sadarkan diri, sekarang Bu Utami sedang membawanya kerumah sakit.'' jelas ibu tersebut.
'' Apa? bapak masuk rumah sakit?
'' Iya dan ibu kamu berulang kali mencoba menghubungi kamu, namun tidak bisa, sama seperti ketiga anaknya yang juga tidak bisa dibuhungi.'' sambung nya
'' Astagfirulloh, mas sebaiknya kita kerumah sakit sekarang.'' ucap Fitri
'' Iya, ayo.'' jawab Reyhan yang langsung mengajak Fitri masuk kedalam mobil.
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan kerumah sakit terdekat, sepanjang perjalanan Fitri terus menyalahkan dirinya sendiri, karna tidak bisa menjaga kedua orangtuanya dengan baik.'' Fitri jangan menangis, ini bukan kesalahanmu, ini terjadi karna kehendak yang maha kuasa, ini musibah.'' ucap Reyhan yang mencoba untuk menenangkan Fitri agar tidak terus merasa bersalah.
__ADS_1
DITEMPAT LAIN
Terlihat Deby menatap ponselnya, lalu membuat aplikasi berwarna hijau, disana tertera ada beberapa panggilan tak terjawab dari Fitri.'' Nih anak ngapain lagi menelpon? apa dia mau minta duit?'' gumam nya, sambil meletakan kembali ponsel miliknya, setelah mengetahui jika pak Ibnu masuk rumah sakit, Fitri memang sempat menghubungi saudaranya satu persatu, setelah sebelumnya ia sempat mencharger ponselnya didalam mobil Reyhan.
'' Siapa By?'' tanya raja pada sang istri
'' Fitri, palingan juga minta uang, udahlah gk usah diladeni, lagian kita juga lagi gk ada uang.'' ucap Deby, sedangkan Raja hanya mengangguk, tanpa ingin tau masalah yang sebenarnya
Kini mobil yang Reyhan dan Fitri tumpangi sudah berada didepan bangunan rumah sakit, setelah memarkirkan mobil keduanya pun langsung masuk kedalam, setelah sebelumnya bertanya ruangan pak Ibnu pada resepsionis, mereka pun langsung menuju ruangan yang dimaksud.
'' Ibu, itu ibu mas.'' ucap Fitri satu melihat Bu Tami yang sedang duduk di kursi ruang tunggu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
'' Ibu...!! buk...!!" panggil Fitri sambil berlari
Mendengar ada suara yang memanggil, Bu Utami pun menurunkan tangannya, lalu menoleh keasal sumber suara.
'' Nak.'' ucapnya yang langsung berdiri dari duduknya, lalu melangkah menuju Fitri
' Fitri bapakmu nak.'' ucapnya sambil memeluk tubuh putrinya sambil menangis
'' Apa yang tejadi buk? kenapa bapak bisa terjatuh?'' tanya Fitri setelah pelukan mereka terlepas. Bu Utami pun menceritakan semuanya, bagai mana pak Ibnu bisa sampai terjatuh dikamar mandi.
'' Jadi gitu ceritanya, ibu juga gk tau berapa lama bapakmu pingsan, saat ibu pulang dari pasar, tiba-tiba bapak sudah jatuh pingsan.'' jelas Bu Tami
'' Ibu yang sabar ya? aku yakin bapak pasti bisa melewati semuanya.''
'' Iya buk, pak Ibnu adalah orang yang kuat, pasti beliau akan baik-baik saja.'' sambung Reyhan
'' Iya, mudah-mudahan bapak gk kenapa-napa, tadi ibu menghubungi abang-abangmu, tapi gk ada dari mereka yang menjawab panggilan ibu, ibu hanya takut sendirian.' ucapnya sendu
'' Bu, ibu sudah gk sendirian lagi kok, ada aku dan mas Reyhan sekarang, yang akan menemani ibu disini.''
Next
__ADS_1