
Sedangkan dikediaman Raja, terlihat Deby sedang bersiap dengan penampilannya, sebab mereka juga akan kerumah sakit, dengan malas wanita itu menyisir rambutnya, wajah nya juga terlihat masam, sangat tidak enak dipandang.
'' By udah deh gk usah ditekuk terus tuh mukanya, kalau kamu gk mau ikut ya sebaiknya dirumah saja, biar aku pergi sendiri.'' ucap Raja, membuat wanita tersebut langsung menatap suaminya dengan tajam.
'' Itu semua karna abang, aku ini lagi hamil bang apa kamu lupa? dan orang hamil gk boleh stres.'' ucapnya membuat kening Raja berkerut saat mendengar kata stres dari istrinya
'' Maksud kamu apa dengan kata stres? kamu stres kalau ikut aku menjenguk bapak dirumah sakit? gitu maksud kamu?'' ucap Raja dengan nada sedikit emosi, selama ini ia mencoba untuk bersabar dengan semua sikap semau nya Deby, itu karna ia sangat menyayangi wanita itu, namun Raja juga tidak ingin istrinya itu seenaknya dengan kedua orangtuanya.
' Ya bukan begitu maksud aku bang, kamu tau aku sedang hamil kan? jadi--,,
'' Jangan kehamilan kamu itu selalu kamu jadikan alasan By, kamu tau kan, aku tuh sangat banget sama kamu, tapi kalau kamu kayak gini terus aku gk tahan, tau gk.'' ucapnya
'' Maksud kamu apa dengan kata gk tahan bang? kamu udah bosan hidup denganku begitu? atau kamu ingin pisah dari ku hah? iya? yasudah, kalau gitu ceraikan aku sekarang juga!" ucapnya yang sudah berderai air mata
'' By, maksud ku bukan itu, siapa yang mau pisah sama kamu, aku hanya ingin kamu merubah sikap kamu sayang.'' ucap Raja yang mulai melembutkan nada bicaranya, ia takut terjadi sesuatu pada istri dan anaknya, apa lagi melihat Deby yang sepertinya terlihat syok saat mendengar kata-kata Raja barusan, padahal niat raja sama sekali tak ada mengarah ke perceraian.
'' By, Deby maafkan aku.'' ucap Raja yang mulai mencoba membujuk sang istri agar tak lagi menangis
'' Lepas! aku gk mau dengar apapun.'' ucapnya dengan nada tinggi, setelah itu ia berlari menuju kamar, membuka pintu dan langsung menutupnya dengan cara membantingnya.
__ADS_1
Braakk!!
Raja yang berada diruang tamu hanya bisa menghela nafas panjang, sepertinya rencana untuk mengunjungi sang ayah dirumah sakit akan gagal karena sang istri
***
Dirumah sakit Dinda terus memperhatikan interaksi Fitri dengan seorang pria, sampai saat ini Dinda belum mengetahui siapa pria tampan yang saat ini bersama adik angkatnya itu.. Setengah jam lalu tepatnya dijam istirahat, Reyhan memang sengaja datang kerumah sakit untuk melihat keadaan pak Ibnu, sekaligus untuk mengantar makanan untuk sang kekasih dan juga ibunya, Reyhan juga membeli beberapa bungkus lagi untuk saudara-saudara mereka yang mungkin datang untuk menjenguk, ada pun yang datang para tetangga, namun mereka sudah pulang dari satu jam yang lalu.
'' Ada apa kamu lihatin adikmu sejak tadi? apa kamu merasa cemburu karna dia bisa mendapatkan pria tampan melebihi suami mu ini ?'' ucap Hendra bermaksud menggoda sang istri
'' Apaan sih bang, lagian ya aku yakin dia itu gk lebih baik dari pada kamu.'' ucapnya yakin
'' Tau dari mana kamu bang?'' ucap Dinda penasaran
'' Abang kenal dia, dia itu anak dari pemilik perusahaan tempat kita bekerja.''
'' Whaat?? kamu serius bang Hendra? ini tidak mungkin, bagai mana bisa.'' gumamnya yang merasa tidak rela jika adik angkatnya itu mendapatkan pria yang lebih dari suaminya.
'' Sudah jangan terus mikirin orang lain, sebaiknya pikirin bapak, bagai mana setelah ini?'' ucap Hendra
__ADS_1
'' Maksud kamu?'' ucap Dinda yang tak mengerti
'' Maksud nya, tadi bang Sultan bilang bagai mana kalau bapak dan ibu bergantian tinggal dirumah kita? semisal seminggu dirumah kita, dan seminggu dirumah bang Sultan, rumah Raja dan begitu seterusnya.'' jelas Hendra
'' Apa?? gk bisa begitu dong bang,''
'' Gk bisa bagai mana? Abang sudah mengiyakannya, hanya tinggal persetujuan Raja saja lagi, karna dia yang belum datang disini.'' ucap Hendra
'' Bang, aku bukannya tidak mau ibu dan bapak tinggal bersama kita, tapi kamu kan tau, posisis kita sama-sama kerja, nanti bukannya mereka akan bertambah kesepian kalau kita tidak ada diamping mereka.'' ucap Dinda.
'' Yang kamu katakan benar sih, Abang juga gk kepikiran kesitu, coba kamu bicarakan lah sama bang Sultan lagi, Abang gk enak ngomongnya sama dia.'' ucap Hendra
Sedangkan ditempat lain, terlihat Sultan dan Bu Utami sedang berada dikantin rumah sakit, mereka baru saja memesan sebuah teh hangat, sekalian Sultan ingin membicarakan tentang rencana mereka, dan kini ia sedang berusaha membujuk ibunya agar mau tinggal bersama dengan anak-anaknya secara bergantian.
'' Jadi gimana bu, ibu mau ya tinggal bersama kami secara bergantian? itu akan lebih adil buat kami.'' ucap Sultan tanpa memikirkan perasaan sang ibu.
'' Maaf nak ibu dan bapak gk bisa, ibu dan bapak gk mau merepotkan kalian, lagi pula kami punya tempat tinggal, lebih baik kamu tinggal dirumah kami sendiri saja nak,'' tolak Bu Utami
Next
__ADS_1