
Reyhan tidak menjawab sapaan gadis itu, membuat Fitri sedikit merasa sedih, namun ini lah yang seharusnya terjadi sejak awal, Fitri tak boleh melibatkan perasaan saat berinteraksi dengan bosnya itu, karna nantinya dirinya sendirilah yang akhirnya akan tersakiti.
Sedangkan didalam ruangannya, terlihat Reyhan langsung menjatuhkan bobot tubuhnya diatas sofa yang ada didalam ruangannya, seketika ia kembali teringat sikap Fitri padanya dan itu membuat Reyhan gelisah, ia tak tau kenapa gadis itu bersikap seperti itu padanya, dan Reyhan tak suka melihat gadis itu yang terkesan seolah menjauhinya
'' Apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu, kenapa dia seolah menghindariku?'' monolognya, Reyhan mengusap kasar wajahnya, baru seperti itu saja ia sudah merasa sangat gelisah, apa lagi jika Fitri jalan bersama pria lain, mungkin Reyhan bisa terbakar api cemburu.
DITEMPAT LAIN
'' Bang, jangan lupa nanti sepulang kerja mampir kerumah papa, ambil pesanan ku disana.'' ucap seorang wanita pada suaminya, dan dia adalah Mayang.
'' Gk bisa ya kamu sendiri saja yang datang kerumah papa? Abang hanya gk mau nanti ujung-ujungnya mama kamu kembali meremehkan Abang May.'' ucap Sultan, karna memang ibu mertuanya tersebut selalu memandangnya sebelah mata, bahkan selalu menganggap Sultan tidak bisa membahagiakan anak dan cucu nya, maka itu Mayang selalu minta bantuan pada kedua orangtuanya,, padahal itu bukan atas permintaan Sultan sendiri, bahkan dirinya sudah sering mengingat kan sang istri untuk tidak selalu bergantung pada kedua orangtuanya, namun Mayang tak pernah memperdulikan ucapan suaminya tersebut.
Sedangkan dikediaman Raja terlihat Deby sedang bersama dengan teman-teman arisannya, wanita itu sedang melihat barang milik salah satu temannya yang berupa tas mahal yang sejak lama ia inginkan.'' Ayo dong Deb beli, ini mumpung promo loh, sepupu aku yang jual.'' ucap teman arisannya yang kerjanya memang selalu menawarkan barang-barang bermerek pada teman satu arisannya.
' Duh gimana ya Tan, suami aku belum pulang kerja, ada sih uang, tapi kalau belum bilang kan gk enak.'' ucap Deby
'' Itu sih gampang Deb, kamu ambil saja dulu, bayarnya nanti juga bisa kok, atau setidaknya DP lah, masa enggak.'' sambung wanita yang bernama intan tersebut.
'' Duh gimana ya?
' Udah Deby ambil saja, toh suami kamu kan tidak mungkin marah, secara kamu lagi hamil, gk mungkin dia akan marah.'' sambung temannya yang lain.
'' Kamu benar juga sih, iya deh aku ambil tasnya.'' ucap Deby membuat Intan tersenyum senang
__ADS_1
'' Nah gitu dong, kalau gitu kan enak.'' ucapnya membuat yang lain ikut tersenyum
Padahal kan itu uang tabungan untuk biaya melahirkan nanti, tapi gk apalah, nanti bisa dicari lagi, lagian kan gk mungkin bang Raja akan marah padaku yang sedang mengandung anaknya.
Batinnya meyakinkan diri nya sendiri.
Sore harinya, terlihat Raja baru saja memasuki pekarangan rumah dengan motor kesayangannya, setelah turun dan memarkirkan motor miliknya, pria itu pun langsung masuk kedalam rumah, setelah sebelumnya mengucapkan salam.
'' Apa ini, kenapa berantakan sekali, banyak gelas dan piring diatas meja, memangnya tadi ada tamu?'' gumamnya pad diri sendiri
'' By, Deby..!! panggil Raja sambil melangkah menuju kamar.
'' Ternyata didalam, sejak tadi aku pnggil kenapa kamu gk menjawab sih?'' ucap nya sambil menatap sesuatu yang ada ditangan Deby istrinya
'' Maaf, aku gk dengar, oya, bang Raja baru pulang atau sudah sejak tadi?
'' Yang Abang lihat apa? tas kan? bukan tali.'' ucapnya, membuat Raja tersenyum
'' Iya Abang tau itu tas, tapi dapat dari mana?
'' Ya beli lah bang, masa minta, siapa juga yang akan ngasih tas mahal seperti ini.'' ucap nya membuat senyum Raja seketika pudar saat mendengar ucapan istrinya.
'' Kamu dapat uang dari mana? jangan bilang kalau uang yang aku tabung untuk biaya melahirkan anak kita, kamu gunakan untuk membeli tas ini?'' ucap Raja dengan pandangan tajam kearah Deby, membuat wanita itu menelan ludahnya dengan susah payah.
__ADS_1
'' Jawab! apa benar uang untuk membeli tas ini dari uang tabungan?'' ucapnya dengan nada yang mulai naik satu oktaf
'' Kalau iya memangnya kenapa? toh lahirannya juga masih lama, jadi gk apa-apa dong kalau aku gunakan uangnya, lagian kan bang, istri yang sedang hamil itu tidak boleh stres, nah dengan aku membeli tas ini, itu bisa membuatku happy terus, dan tidak akan setres.'' jawab Deby dengan mudahnya
'' Berapa yang kamu gunakan? maksud nya berapa harga tas mu itu?'' ucapnya dengan nada datar, dan terkesan dingin, membuat Deby lagi-lagi harus bersiap terkena amukan suaminya tersebut.
'' Tapi janji ya Abang gk akan marah ataupun memukul ku?'' ucap Deby dengan wajah yang memelas
'' Katakan saja berapa habisnya kamu membeli tas itu?!" ucap Raja penuh dengan penekanan
'' Lima juta.'' jawabnya dengan suara yang pelan wanita itu menundukan pandangannya takut jika suaminya itu akan marah padanya
'' Astaga Deby kamu ini benar-benar ya, bagai mana mungkin kau membeli tas dengan harga semahal itu, kau tau aku bahkan tidak memberikan uang sepeserpun pada ibu saat pulang kemarin, untuk apa? tentunya untuk pegangan saat anak kita lahiran nanti, ini malah kamu belikan uangnya untuk tas yang tak berguna itu, tau gini aku kasih kemarin uangnya untuk ibu.'' ucapnya
'' Abang tenang saja, lagi pula tas ini kalau dijual lagi juga laku kok,'' ucapnya
'' Bukankah tabungan Abang enggak sampai lima juta, terus dari mana sisanya kamu dapatkan untuk membeli tas tersebut?'' tanya Raja yang baru sadar jika uang tabungannya tidak sampai sebanyak itu.
'' Nyicil, lagi pula kan awal bulan ini Abang gajihan.'' jawabnya tanpa rasa bersalah
'' Maksudmu kamu mau bayar sisanya dengan gaji Abang? kamu sadar, kalau gaji itu untuk kebutuhan kita selama sebulan? kalau kamu ambil uangnya untuk membayar tas itu, lalu makan kita dari mana? kamu ini ya benar-benar.' ucap Raja begitu geram dengan kelakuan istrinya tersebut. Raja mengusap wajahnya kasar, saat ini pabrik tempat nya bekerja sedang dalam masalah, dan dirinya terancam di PHK, bukan Raja saja, namun beberapa karyawan lainnya juga sama, hanya saja ia tak ingin mengatakannya pada istri nya, takut Deby kepikiran dan stres, hingga akhirnya akan membahayakan janin yang dikandungnya.
Sedangkan ditempat lain, terlihat Sultan baru saja sampai didepan kediaman orangtuanya Mayang, setelah turun dari mobil, pria tersebut langsung melangkah menuju teras rumah mewah tersebut. Sultan menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan, sebelum akhirnya pria itu mengetuk pintu rumah tersebut. Cukup lama Sultan berdiri diluar hingga akhirnya seseorang membukakan pintu untuknya
__ADS_1
'' Loh tenyata yang sejak tadi mengetuk pintu kamu toh, ibu pikir orang yang suka minta sumbangan.'' ucap seorang wanita paruh baya yang terlihat glamor, dia tak lain adalah ibu mertuanya, yaitu Bu Nining. Sultan yang mendengar ucapan ibu mertuanya barusan hanya bisa menahan kesal dalam hatinya, ia tau jika ucapan barusan tertuju padanya, karna memang sejak awal Sultan menikahi Mayang, Bu Nining sama sekali tak menyukainya sama sekali, namun karna pak Anton yang memintanya untuk menikahi putrinya Mayang, maka mau tak mau Bu Nining menerimanya, walaupun setengah hati
Next