Kami Merindukan Kalian Nak

Kami Merindukan Kalian Nak
BAB 25


__ADS_3

Saat ini Fitri kembali mencoba untuk menghubungi salah satu saudaranya, yaitu Sultan.


Tut-tut-tut


Cukup lama Fitri mencoba hingga akhirnya terdengar jawaban dari ujung telpon.


'' Hallo bang Sultan, apa ibu ada dirumah bang Sultan?''


''............''


'' Hah, tidak ada? jadi kemana ibu bang? soalnya saat aku pulang kerja tadi ibu sudah tidak ada, baiklah kalau begitu aku akan coba menghubungi bang Raja, iya bang, nanti kalau ternyata ibu ada bersamanya akan aku kabari Abang.'' ucap Fitri sambil mematikan ponsel miliknya.


'' Bagai mana, apa ibu juga tidak ada bersama bang Sultan?'' tanya Reyhan saat melihat ekspresi sedih wajah Fitri


'' Gk ada mas.'' jawabnya sambil menggelengkan kepala


'' Kalau begitu coba kamu hubungi Raja, mungkin sajakan ibu berada disana,'' ucap Reyhan lagi


'' Tapi ponselnya sejak tadi gk aktif mas, tapi akan aku coba lagi.' jawabnya sambil mencoba kembali menghubungi Raja, yang sejak tadi sangat susah dihubungi karna ponselnya tidak aktif.


Sedangkan ditempat lain, terlihat Sultan sedang menghubungi seseorang dari sambungan telpon


'' Ya Lallo Dinda, Abang mau tanya, apa ibu ada dirumah kamu?''


''.................''


'' Abang juga tidak tau, Fitri menghubungi abang, dia bilang ibu tidak ada dirumah saat dia pulang kerja.'' jelas Sultan


''..........,.......''


'' Yasudah ku begitu, nanti klu ada kabar tentang ibu segera hubungi Abang.'' ucap Sultan yang diangguki oleh dinda


Klik

__ADS_1


Sultan mematikan ponsel miliknya sambil menghembuskan nafas berat.'' Menjaga orangtua satu saja kok susah banget sih.'' gumamnya pelan.


'' Bang ada apa dengan ibu?'' tanya Mayang yang tiba-tiba datang dari belakang, seperti nya wanita itu sempat mendengar percakapan suaminya ditelpon.


'' Ibu hilang, Fitri bilang saat dia pulang kerja ibu gk ada dirumah, bahkan tidak ada yang tau ibu dimana sekarang.'' jelas Sultan


'' Hah? kok bisa sih? jadi gimana dong? kan kita mau nitip anak-anak besok sama ibu, kalau ibu gk ada siapa yang jaga anak kita nantinya.'' ucap Mayang yang lebih mementingkan urusannya


'' Astaga Mayang, ibu hilang begini kamu masih sempat-sempatnya memikirkan urusanmu itu, dengankan Abang ya! kalau samai ibu belum ditemukan dengan selamat, maka kamu gk boleh pergi kemana-mana titik, dan Abang gk suka kalau kamu membantah abang, mengerti kamu? sekarang Abang mau coba menghubungi Raja dan Dinda dulu.'' ucap Sultan yang kembali mencoba menghubungi kedua adik nya yang lain.


Sementara itu Bu Utami baru teringat jika dirinya belum menghubungi Fitri.'' Astaga ibu baru ingat jika ibu belum memberikan kabar pada adik mu nak.'' ucap Bu Utami sambil memeriksa ponsel yang ada dalam tas miliknya yang sejak tadi ia letakan diatas kursi yang ada didalam ruangan tersebut. Bu Andini terkejut saat melihat ada dua puluh panggilan tak terjawab, dari Fitri dan juga Sultan putra sulungnya


'' Ada apa buk?'' tanya Raja saat melihat ekspresi kaget ibunya saat menatap layar ponsel miliknya tersebut


'' Ini Fitri dan Abang mu Sultan, sejak tadi menghubungi ibu sampai beberapa panggilan tak terjawab dari mereka, Fitri pasti khawatir karna gk ada ibu dirumah saat dia pulang kerja.'' jelas Bu Utami


'' Oh, iya Raja juga lupa tentang itu buk, sebaiknya ibu cepat kasih kabar pada nya, pasti dia merasa khawatir pada ibu.'' ucap Raja, yang langsung diangguki oleh Bu Utami.


***


'' Gk usah mas, besok saja lagi pula ini sudah sangat larut, makasih ya karna mas Rey sudah menemaniku, jika mas mau pulang pulang saja gk apa-apa kok.'' ucap Fitri


'' Kamu ngusir aku sayang?''


'' Bukan ngusir, hanya saja mungkin mas mau istirahat, lagi pula ini kan sudah terlalu malam, gk enak sama tetangga.'' jelas Fitri


'' Iya, yasudah mas pulang sekarang ya?'' ucap Rey yang diangguki oleh sang kekasih


Keesokan harinya setelah pulang kerja Fitri memutuskan untuk langsung menuju rumah sakit bersama Reyhan. Sesampai nya mereka diruangan tempat dimana Deby dirawat keduanya mendengar suara tangisan dari dalam kamar tersebut, dengan langkah cepat mereka pun langsung menuju ruangan itu.


'' Buk, bang Raja ada apa? kenapa mba Deby menangis?'' tanya Fitri setelah masuk keruangan tersebut


'' Deby menangis karna belum bisa menerima kenyataan, jika anak kami telah meninggal.'' jawab Raja dengan tatapan sendu kearah sang istri

__ADS_1


'' Apa mba Deby keguguran? ya Allah kasihan sekali mba Deby.'' ucap Fitri sambil menatap iba pada kakak iparnya tersebut


***


''Jadi bagai mana ini bang? masa aku harus bawa anak-anak sih, yang benar saja.'' ucap seorang wanita yang ternyata adalah Mayang, sore ini rencananya ia akan pergi keacara ulang tahun bersama ibunya, namun Mayang tidak ingin membawa anak-anak bersama nya


'' Ya terus bagai mana May? masa iya kita bawa kerumah sakit? kan ibu sedang menjaga Deby, mana sempat dia menjaga anak-anak juga.'' jelas Sultan membuat Mayang hanya bisa memberengut mendengar nya


'' Sudahlah kalau kamu gk mau bawa mereka, mendingan kamu tidak usah pergi.'' ucap Sultan yang langsung bangkit dari duduknya meninggalkan sang istri


'' Ih apaan sih bang Sultan, yang benar aja mau dibatalin, aku kan juga butuh refresing, pokoknya aku harus pergi besok, dan anak-anak akan tetap aku titip, lagi pula besok kan hari Minggu pasti Fitri libur kerja jadi aku bisa titip anak-anak sama dia.'' monolog Mayang sambil tersenyum


Keesokan harinya setelah Sultan pergi kekantor, Mayang pun membawa anak-anak mereka menuju kediaman rumah ibu mertuanya, sebelumnya ia sudah menghubungi Fitri sang adik ipar, yang ternyata bersedia untuk menjaga anak-anak nya.


SATU MINGGU KEMUDIAN


Raja memutuskan untuk membawa Deby istrinya untuk tinggal sementara waktu dikediaman orangtuanya yaitu Bu Utami, dan itu adalah usulan Bu Utami sendiri, awalnya Deby tak menyetujuinya dengan alasan tidak nyaman, namun setelah dipaksa oleh suaminya Raja, barulah Deby menyetujuinya.


'' Bu aku mau makan sayur capcay sama udang goreng tepung.'' ucap Deby pada Bu Utami, Fitri yang mendengar sang ibu diperintah seperti itu menjadi kesal


'' Mba Deby bisa gk sih gk usah perintah-perintah ibu seperti itu? emang ibu pembantu apa.'' ucap nya kesal


'' Eh Fitri udah deh gk usah ikut campur kamu, memangnya kamu mau masakin buat aku?''


'' Yasudah biar aku yang masakin, buk aku saja yang masak buat mba Deby, ibu istirahat saja.'' ucap Fitri yang ingin mengambil alih pekerjaan tersebut


'' Gk usah sayang, biar ibu saja lagi pula ini sudah jam nya kamu berangkat kerja, sudah sana nanti dimarahi sama bos kamu.'' ucap Bu Utami sambil tersenyum, ia tau jika bos tempat Fitri bekerja itu adalah Reyhan, kekasih putrinya sendiri, jadi mustahil jika Fitri akan kena marah, sebab ia tau jika Reyhan sangat menyayangi Fitri.


'' Tapi buk---,


'' Sudah sana, ibu bisa sendiri kok.'' paksa Bu Utami, sementara Deby memutar bola mata dengan jengah melihat ibu dan anak yang ada didepannya saat ini.


Next

__ADS_1


__ADS_2