
Fitri masih berdiri mematung saat mengetahui si pemilik mobil yang sempat ia tegur adalah mobil bosnya sendiri, siapa lagi kalau bukan Reyhan, dan saat pulang dari toko miliknya tadi, tak sengaja matanya melihat sosok yang ia kenal, dan tenyata penglihatannya tidak salah, setelah memastikan jika itu orang itu adalah orang yang dikenalnya, Reyhan pun lantas berinisiatif untuk mengikutinya, walaupun pria tersebut masih sedikit kesal pada gadis itu, namun bagai mana mungkin dirinya akan tega meninggalkan gadis tersebut pulang sendirian dengan berjalan kaki, sebab ia tau jika sudah jam seperti inu tidak akan ada lagi kendaraan yang bisa ditumpangi.
'' Naiklah!" ucap Reyhan
'' Tidak usah pak, saya bisa pulang sendiri.'' jawabnya
' Naik apa? jalan kaki? memangnya kaki mu yang kecil itu sanggup berjalan hingga sampai dirumah kamu?'' ucap Reyhan dengan nada mengejek
'' Kamu tau kan kalau jam segini itu tidak akan ada lagi kendaraan yang lewat.'' sambung Reyhan, dan Fitri membenarkan dalam hati, namun meskipun begitu, tetap saja Fitri enggan untuk ikut dengan pria tersebut, apa lagi saat mengingat wanita yang datang mencarinya kemarin, dan mengaku sebagai kekasihnya, membuat Fitri menjadi kesal mengingat nya
'' Sebaiknya tidak pak, saya tidak ingin ada yang salah faham, saya jalan saja, kalau gitu saya permisi dulu '' ucapnya yang langsung melangkah kan kakinya meninggalkan mobil Reyhan, dan tentu saja penolakan yang dilakukan Fitri itu, membuat Reyhan semangkin kesal dibuatnya. Dengan cepat pria itu pun langsung keluar dari mobilnya dan langsung mengejar pegawai tokonya tersebut.
'' Fitri tunggu!" panggil Reyhan membuat gadis itu langsung menghentikan langkahnya, dan dengan malas menoleh kearah belakang
'' Pak Rey, Kenap anda--,''
'' Ayo ikut dengan ku, ada yang ingin aku katakan padamu.'' potong Reyhan, lalu menarik tangan gadis itu untuk ikut bersamanya.
'' Tapi pak, aku gk bisa.''
'' Kenapa? apa masalahmu? kenapa satu hari ini kamu seolah menghindariku? apa aku ada buat salah sama kamu?'' cerca Reyhan dengan berbagai pertanyaan.
'' A-aku,, pokoknya aku gk bisa pak, sudahlah sebaiknya bapak pulang saja, saya juga akan pulang.'' ucap Fitri keras kepala.
'' Fitri kau menolak saya?'' ucap Reyhan ambigu, terlihat pria itu sedang menahan geram
__ADS_1
'' Menolak? ma-maksud pak Rey apa?''
'' Iya kau menolak saya barusan, untuk ikut bersama saya.'' sambungnya lagi, hampir saja gadis itu salah sangka, entah apa yang ada dalam pikiran nya, sebenarnya ia ingin ikut bersama pria itu, namun disisi lain ia gengsi, Fitri sudah telanjur menolak sejak awal, kecuali pria itu memaksanya.
' Maaf tapi aku gk bisa.'' sambungnya keras kepala
'' Kenapa kau sangat keras kepala Fitri, pokoknya kamu harus ikut denganku, kita harus bicara.'' ucapnya sambil menarik paksa tangan gadis itu, membuat Fitri sedikit meringis karna tarikan yang cukup kuat.
'' Lepas pak! tanganku sakit.'' ucap Fitri sambil memberontak, gadis itu juga mencoba menarik tangannya dari genggaman Reyhan, aksi Reyhan tersebut sontak jadi perhatian beberapa orang yang lewat disana.
'' Ada apa ini? mba apa laki-laki ini menyakiti anda?'' ucap salah satu warga karna melihat Reyhan yang seolah menyakiti Fitri.
'' Hah? oh itu,,dia---,'' entah kenapa Fitri merasa gugup untuk menjawabnya, tidak mungkin ia mengatakan jika kalau memang Reyhan sedang mengganggunya, ia takut warga tersebut menyakiti Reyhan
'' Maaf kan kami pak jika bapak merasa begitu, tapi sebenarnya dia ini istri saya yang lagi ngambek, dan tidak mau pulang bersama saya, makanya saya memaksanya untuk ikut, benarkan sayang?'' ucap Reyhan sambil tersenyum manis pada Fitri, sedangkan gadis itu jangan ditanya, disebut sebagai istri oleh Reyhan, membuat Fitri terlihat sedikit syok, untung saja ia bisa mengatasi keadaan , dan tidak berlarut dengan pikirannya, sebab ia tau jika bosnya tersebut hanya bergurau.
Bukan hanya orang lain yang akan salah faham pak, tapi saya juga, jika bapak bicara seperti itu
Batinnya dengan maksud yang berbeda
'' Fitri?'' panggil Rey lagi, membuat gadis itu seketika menjadi gugup.
'' Nona bicaralah!" ucap warga tersebut
'' I-itu....
__ADS_1
'' Sayang kamu masih marah sama aku? memangnya kamu mau aku dikira pria yang mencoba menculik kamu sama bapak ini hem?'' sambungnya lagi yang kembali menyela ucapan gadis tersebut, Reyhan bahkan memeluk pinggang gadis itu membuat darahnya seketika berdesir, dengan jantung yang berdegup kencang
'' Benar begitu nona? apa pria ini suami anda?'' desak warga tersebut
'' I-itu, enggak gitu.'' jawabnya bingung
'' Sayang kamu masih marah sama aku?'' ucap Reyhan dengan wajah yang begitu dekat, bahkan hembusan nafas pria itu mampu menerpa kulit wajahnya.
'' Maafkan istri saya pak, tadi dia hanya sedang marah dengan suaminya, iyakan sayang?'' ucap Reyhan yang entah kenapa gadis itu malah menganggukan kepalanya.
'' Astaga nona, lain kali jika dengan suami jangan seperti itu, jika ada masalah sebaiknya diselesaikan secara baik-baik, dan jangan buat orang salah faham, tadinya bapak pikir jika suamimu ini adalah orang jahat, hampir saja bapak panggil warga untuk menggebukinya.'' ucap warga tersebut
'' Iya pak tidak masalah sekali lagi kami minta maaf.'' ucap Reyhan
'' Baiklah kalau begitu bapak permisi dulu.'' ucapnya yang langsung meninggalkan pansangan tersebut.
***
Fitri langsung menjauh dari tubuh Reyhan, setelah bapak tesebut pergi.'' Pak Rey apa-apaan sih? kenapa berkata jika saya adalah istrinya bapak?'' protesnya
'' Memangnya kenapa? kamu tidak mau jadi istri saya?'' ucap pria itu santai, membuat Fitri menghembuskan nafas dalam.'' Pak bercanda bapak gk lucu, dan saya juga tidak ingin disebut pelakor oleh pacar bapak nantinya.''
'' Maksud kamu apa? pacar? memang siapa pacar saya?'' ucapnya dengan wajah yang seolah kebingungan, membuat Fitri yang melihat mengerutkan dahi
'' Jangan berlaga tidak mengerti maksud saya pak,'' ucap Fitri sambil memutar bola matanya jengah, bagai mana mungkin dia tidak ingin mengakui jika dirinya memiliki kekasih, pikir gadis itu
__ADS_1
'' Justru saya bingung kenapa kamu berkata seperti itu, siapa sih yang mengatakan jika saya sudah memiliki kekasih?
Next