
Sultan tak habis pikir dengan istrinya itu, namun karna tak ingin terus berdebat akhirnya ia pun mengalah.
'' Bang udah dong kok masih diam aja, marah sama aku? aku kan hanya menemani mama, kasian dia gk ada temannya pergi keacara itu.'' ucap Mayang
'' Iya, tapi kan Abang juga ada kerjaan May, dan ini gk bisa ditinggal, papa kamu nanti ngiranya Abang gk tanggung jawab dengan pekerjaan.'' jelas Sultan
'' Abang ini kok susah banget sih, baru kali ini aku ikut pergi sama mamaku, sudah Abang larang.'' ucapnya marah
'' Bang gk larang kamu, hanya saja waktunya juga Abang lagi kerja, kamu disuruh bawa anak-anak gk mau, sedangkan Abang gk bisa ninggalin kerjaan.'' ucapnya
'' Yasudah kalau gitu biar ibu kamu aja yang jaga anak-anak biar kita bisa sama-sama pergi.'' ucapnya
'' Dititipkan dirumah ibu?'' ucap Sultan mengulang ucapan istrinya
'' Iya, sehari aja gk masalah kan, aku rasa ibu juga pasti bakalan senang jika kita bawa anak-anak kerumah nya jadi dia merasa gk kesepian lagi.'' ucap Mayang
KEESOKAN HARINYA
Ditempat lain, terlihat Deby sedang merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.
''Aduuh sakit sekali.'' ucapnya sambil menahan sakit dibagian perut nya. Raja yang saat itu baru keluar dari kamar terkejut melihat ada bercak darah yang mengalir dibagian selah kedua pahanya.
'' Astaga Deby kamu kenapa?'' ucapnya panik, lalu mendekati sang istri yang terduduk dilantai
'' Bang tolongin aku bang, sakit sekali rasanya.'' ucapnya sambil terus memegangi perutnya
__ADS_1
'' Ayo kita kerumah sakit sekarang.'' ucap Raja yang langsung menggendong tubuh istrinya.
Sepanjang perjalanan Deby terus menangis, dan berteriak karna tak tahan dengan rasa sakit dibagian perutnya.
'' Tenanglah sayang sebentar lagi kita akan sampai.'' ucap Raja menenangkan istrinya.
Setelah sampai dirumah sakit terdekat, Deby langsung ditangani oleh dokter, saat sang istri sedang ditangani oleh dokter, Raja memilih untuk menghubungi Bu Utami.
'' Hallo buk, buk bisa datang sekarang kerumah sakit? Deby mengalami pendarahan dan sekarang sedang ditangani dokter, nanti akan Raja kirimkan alamatnya.'' ucap Raja dalam sambungan telponnya
''..............''
'' Baik buk Raja tunggu ibu.'' ucapnya setelah mendengar jawaban sang ibu dari sambungan telpon.
Sore harinya, terlihat Fitri pulang dengan mengendarai motornya, setelah memarkirkan motor Fitri langsung melangkah menuju teras, gadis itu merasa heran saat melihat lampu diteras rumah yang masih belum menyala, padahal hari sudah mulai gelap.'' Gk biasanya ibu lupa menyalakan lampu teras dijam segini.'' gumamnya sambil melangkah menuju pintu.
Tok-tok-tok
'' Assalamu'alaikum, buk! ibu..!!!'' panggil Fitri. Namun setelah menunggu beberapa saat masih belum ada terdengar tanda-tanda suara pintu akan terbuka.'' Ibu kemana ya? kalau ada dirumah tidak mungkin semuanya gelap seperti ini, apa ibu sedang keluar, tapi kemana? kenapa tidak bilang sama aku?'' monolognya, akhirnya Fitri pun memutuskan untuk menghubungi Bu Utami
Tut-tut-tut
Suara telpon tersambung namun masih belum ada suara sahutan dari sebrang telpon.
'' Ibu kemana sih? kenapa belum diangkat juga?'' gumamnya mulai khawatir, ia takut sang ibu masih berada didalam rumah, pikirannya pun mulai tak tenang, akhirnya Fitri pun mencoba untuk membuka pintu, namun ternyata pintunya terkunci.
__ADS_1
'' Kalau ibu ada dirumah, tidak mungkin beliau mengunci pintu, karna ibu tidak pernah seperti ini, mungkin ibu sedang diluar, sebaiknya aku tunggu sebentar lagi.'' monolognya, setelah itu Fitri melangkah menuju kursi yang ada diteras rumah dan mendudukinya.
Sedangkan dirumah sakit terlihat Bu Utami sedang menunggu Deby yang baru saja selesai menjalani operasi, bayi yang ada dalam kandungan nya tidak bisa diselamatkan, akibat pendarahan yang terus menerus, bahkan nyawa Deby hampir melayang, dan mereka hanya memiliki satu pilihan, yaitu menyelamatkan ibu dari bayi malang tersebut, walaupun berat, akhirnya mereka memutuskan untuk menyelamatkan ibu si bayi, lagi pula saat itu kondisi janin tersebut masih sangat muda, dan belum berbentuk manusia, maka itu baik dokter mau pun pihak keluarga memutuskan untuk menyelamatkan Deby.
'' Bagai mana jika nanti Deby bangun buk, dan mengetahui bayi nya sudah tidak ada, pasti dia akan sedih.'' ucap Raja, tiba-tiba ia teringat dengan kesalahannya yang dulu sering mengacuhkan kedua orangtuanya, khususnya pak Ibnu, sang bapak, dulu Raja tidak terlalu memperdulikan mereka, dengan alasan sibuk kerja hingga sampai akhir sang bapak meninggal, ia berpikir mungkin ini adalah ganjaran untuk nya dan istrinya yang dulu sering membuat kedua orangtuanya sedih.
'' Kamu yang sabar nak, kamu harus kuat, agar bisa menguatkan istrimu ibu yakin semua pasti ada hikmahnya.'' ucap Bu Utami, mencoba menenangkan putranya.
Raja melangkah mendekati Bu Utami, lalu berlutut dihadapan sang ibu, membuat Bu Utami sedikit terkejut.'' Buk, Raja minta maaf jika selama ini sering membuat ibu dan bapak sedih, mungkin ini ganjaran buat kami, karna dulu kamu juga sering membuat kalian menangis karna menahan rindu, karna ingin bertemu dengan kami yang tidak pernah menyempatkan untuk menjenguk keadaan kalian.'' ucapnya sambil menangis
'' Nak, bangunlah, tidak perlu seperti ini, ibu dan bapak sudah memaafkan kalian, yang terpenting sekarang adalah kesehatan Deby, dan juga kita harus memberitahukan nya secara perlahan tentang bayi nya yang sudah meninggal.'' ucap Bu Utami
'' Iya Bu.'' jawab Raja, lalu bangkit dan duduk disamping bangsal pasien, dimana saat ini istrinya terbaring lemah, dengan selang infus yang terpasang ditubuhnya.
***
'' Mas Rey.'' ucap Fitri saat melihat Reyhan datang kerumah, Fitri yang merasa bingung karna tak menemukan keberadaan sang ibu, langsung menghubungi Reyhan, ia takut terjadi sesuatu pada ibunya, gadis itu merasa bingung saat ini.
'' Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa ibu bisa sampai hilang?'' ucap Reyhan
'' Aku juga gk tau mas, tadi aku sudah tanya sama tetangga katanya mereka gk lihat ibu pergi, bahkan aku sudah menghubungi saudara-saudara ku, tapi seperti biasa, mereka sama sekali tak bisa dihubungi, aku bingung dan juga takut, makanya aku menghubungi kamu mas, maaf kalau aku menyusahkanmu .'' ucapnya Fitri dengan suara lirih
'' Fitri kenapa kamu berkata seperti itu? mas sama sekali gk merasa disusahkan olehmu, justru mas ingin disetiap kamu ada masalah, kamu lari sama mas, mas ingin kamu bergantung sama mas, mas ingin semua masalahmu itu juga menjadi masalah nya mas, dan kita bisa cari jalan keluarnya, sama-sama kamu mau kan?'' ucap Reyhan, dan Fitri mengangguk sambil berlinang air mata, ia merasa sangat beruntung memiliki kekasih yang sangat pengertian seperti Reyhan.
Next
__ADS_1