Kami Merindukan Kalian Nak

Kami Merindukan Kalian Nak
BAB 15


__ADS_3

Saat ini Sultan sedang duduk diteras rumah, bukan karna tidak dipersilahkan masuk oleh Bu Nining, hanya saja pria itu tak ingin terlalu lama berada disana, sebab ia takut jika ibu mertuanya itu akan kembali membandingkan dirinya dengan seorang pria, yang ia tau dulu pernah ingin dijodohkan oleh ibu mertuanya tersebut dengan istrinya Mayang.


'' Sultan kenapa tidak masuk kedalam kamu? nanti dipikir orang kamu itu menantu yang tidak dianggap loh.'' gurau pak Anton ayah mertuanya


'' Gk apa yah saya disini saja, lagi pula cuma mau ambil titipan Mayang.'' ucapnya


'' Kamu bawa uangnya kan untuk ambil titipan istrimu?'' tanya pak Anton membuat tubuh Sultan seketika menegang, pasalnya Mayang tak mengatakan apapun padanya, jadi ia tak ada persiapan, ada pun yang didalam dompetnya hanya tinggal empat ratus ribu, sedangkan ia tau pesanan istri nya tersebut, pasti melebihi yang yang ada dalam dompetnya saat ini.


'' Haha, kenapa wajahmu tegang begitu nak? ayah hanya bercanda, bagai mana mungkin ayah akan tega meminta uang pada menantu ayah yang gajinya pas-pasan seperti kamu.'' ucap pak Anton sambil terus tertawa. Dan Sultan beranggapan jika mertuanya tersebut sedang menertawakan dirinya.


Tiba-tiba Bu Nining keluar dari dalam rumah, dengan membawa barang yang Sultan kira adalah pesanan milik istri nya Mayang.'' Ini titipan Mayang, hati-hati bawa nya, ini barang mahal, dan gaji kamu tiga bulan tidak akan mampu menggantinya.'' ucap Bu Nining, membuat Sultan merasa penasaran dengan isi dari bungkusan tersebut.


Apa isi dari bungkusan itu, hingga ibu mengatakan jika gajihku selama tiga bulan tak akan bisa untuk membelinya


Batin Sultan


Sesampainya di rumah, Sultan langsung mencari istrinya dan menanyakan apa isi dari bungkusan yang dia bawa tadi.


'' Abang sudah pulang? mana pesanan aku bang?'' tanya Mayang langsung begitu melihat suaminya, yang baru saja masuk kedalam kamar. Sultan memberikan bungkusan tersebut tanpa bicara, wanita itu terlihat sangat senang menerima nya, membuat pria itu menjadi penasaran.


'' Sebenarnya apa sih isi bungkusan itu? kenapa harganya begitu mahal?'' tanya Sultan sambil memperhatikan istrinya yang sedang membuka barang tersebut


'' Guci bang, ini isinya sebuah guci.'' jawab Mayang dengan mata berbinar saat melihat guci yang baru saja ia buka, guci dengan corak warna biru dan merah muda, dengan gambar bunga teratai dibeberapa sisinya, sedangkan bentuk guci tersebut menyerupai pot bunga, namun sangat indah dipandang mata, tentunya hanya mata Mayang, sedangkan Sultan sendiri melihat nya biasa saja, dan tidak ada istimewa nya Dimata pria itu.

__ADS_1


'' Bagus kan bang? sudah lama aku menginginkannya, hanya baru bisa dapat sekarang.' ucapnya sambil terus memandang guci baru miliknya itu.


'' Biasa aja, apa istimewanya coba? lagi pula di pasar juga banyak guci seperti itu,'' ucap Sultan


'' Abang itu gk tau seni, makanya gk bisa menilai barang mana yang mahal dan mana yang murahan, dan guci ini sangat mahal bang.'' jelasnya


'' Dari mana kamu dapat uang untuk membeli guci itu? bukankah Abang sudah bilang kalau kamu jangan buang-buang uang untuk hal-hal yang tidak penting.'' ucap Sultan mengingatkan.


'' Abang tenang saja, ini juga bukan uang dari tabungan kita, aku memintanya sama papa aku.'' ucap Mayang membuat Sultan menatap tidak suka pada istrinya itu.


'' Mayang, bukankah sudah ku katakan jika kamu jangan pernah meminta uang pada mereka, kamu itu tanggung jawab aku, pantas ibu kamu selalu meremehkan aku, ternyata kamu masih saja meminta uang pada orangtuamu, kamu tau? dengan begitu pasti mereka berpikir jika aku sebagai suami kamu tidak bisa memenuhi kebutuhan kamu, apa kamu mau mempermalukan suamimu sendiri didepan mereka?'' ucap Sultan panjang lebar


'' Oh begitu? memangnya kalau aku minta uang sama Abang untuk membeli guci ini, apa abang akan memberikannya? asal abang tau ya, guci ini sangat mahal bang, harganya lima belas juta, apa abang memiliki uang sebanyak itu hah? enggak kan? jadi kalau Abang masih belum bisa memenuhi kebutuhan pribadiku, sebaiknya Abang jangan melarang aku untuk meminta uang pada orangtuaku.'' ucap Mayang, lalu keluar dari kamar tersebut sambil membawa guci yang baru ia beli


***


Saat ini terlihat seorang gadis cantik sedang duduk didepan sebuah bengkel, gadis itu terus mengamati motornya yang sedang diperbaiki oleh salah satu karyawan bengkel tersebut.


'' Nona sepertinya ini tidak akan cepat selesai, sebaiknya nona ambil besok saja.'' ucap pegawai bengkel tersebut


'' Gitu ya mas? yasudahlah kalau gitu saya nitip motornya ya mas?'' ucap gadis itu yang ternyata adalah Fitri, tiba-tiba saja saat pulang dari tempat kerjanya, motor yang dikendarainya tiba-tiba mogok, tadinya Fitri mengira jika ia kehabisan bensin, namun setelah dicek ternyata tidak, dan akhirnya ia harus mendorong beberapa meter untuk mencari bengkel, agar motornya tersebut bisa diperbaiki, tapi pada akhirnya, sepertinya gadis itu terpaksa harus pulang dengan menaiki angkutan umum, karna motor miliknya itu tidak selesai diperbaiki.


'' Huh, tau gini sejak tadi aku sudah pulang naik angkutan umum, kalau sudah jam segini mana ada lagi angkot.'' gumamnya sambil celingak-celinguk memperhatikan jalan.yang mungkin akan dilewati oleh angkutan umum.

__ADS_1


'' Gk ada kan? sepertinya aku harus jalan kedepan deh.'' monolognya sambil melangkah menuju jalan raya yang ada didepan gang tersebut.


Fitri terus melangkah menyusuri trotoar jalan. Tiba-tiba terdengar suara bunyi klakson kendaraan, yang berbunyi kearahnya membuat Fitri terkejut, namun gadis itu tetap melangkah kan kakinya, karna ia pikir itu sudah biasa saat dijalan raya. Namun lagi-lagi ia harus menoleh saat merasa mobil yang ada dibelakangnya kembali membunyikan klaksonnya, membuat gadis itu sedikit kesal


Nih orang kenapa sih? bukankah jalanan lebar, kenapa dia harus berkendara dibelakangku?'


Gerutu batinnya


Tiiiinnnn....


Orang yang ada didalam mobil tersebut kembali membunyikan klakson mobilnya, membuat Fitri yang kesal langsung menghentikan langkahnya, dan membalikan tubuhnya menatap kesal pada orang yang ada didalam mobil tersebut, walaupun sebenarnya gadis itu tidak bisa melihat siapa pemilik mobil itu, namun Fitri sudah terlanjur kesal pada sang pemilik mobil.


Dengan rasa kesal dihatinya, Fitri melangkah mendekati mobil yang saat ini berada tak jauh dibelakangnya.


Tok-tok-tok


'' Permisi pak, buk, nona, om., maaf mengganggu anda, tapi kenapa anda terus membunyikan klakson mobil anda dibelakang saya? bukankah jalanan ini sangat lebar, tapi kenapa harus dibelakang saya?'' ucap Fitri dengan nada kesal, gadis itu terus memanggil seseorang yang berada didalam mobil tersebut, sebab ia tak tau siapa yang mengemudikan mobil tersebut, maka dari itu ia memanggil dengan panggilan asal seperti itu.


Tak lama terlihat kaca mobil tersebut dibuka, membuat Fitri bisa melihat siapa yang ada dibalik kemudi mobil itu. Dan seketika matanya membulat saat melihat siapa pemilik mobil tersebut.


'' Bapak??


Tbc

__ADS_1


__ADS_2