Kami Merindukan Kalian Nak

Kami Merindukan Kalian Nak
BAB 9


__ADS_3

Bu Utami Raja dan menantunya Deby, melangkah menuju ruang tamu dimana saat ini Sultan dan istrinya Mayang berada, sedangkan kedua anak mereka sedang asik bermain didepan tv.


'' Ada apa Mayang?'' ucap Bu Tami, yang hanya dijawab gelengan kepala oleh sang menantu.'' Tidak ada yang penting kok buk.' jawabnya sambil melirik sinis pada iparnya Deby, begitu pun dengan Deby yang juga menatap jengah pada Mayang, namun ia tetap mencoba tersenyum walau dalam hati wanita itu mengumpat nya habis-habisan. Kedua ipar tersebut memang tidak terlalu akur, entah kenapa seperti ada dendam pribadi dalam hati keduanya.


Lihatlah dia? seperti toko emas yang berjalan, sebenarnya niatnya apa coba? apa dia mau pamer sama semua orang yang ada disini?


Batinnya sambil memperhatikan penampilan Mayang yang tubuhnya penuh dengan perhiasan, dari anting, kalung, gelang cincin dan gelang kaki, semua tubuh wanita tersebut penuh dengan perhiasan, maka itu Deby menyebutnya toko emas bejalan,


'' Bapak mana buk? apa dikamarnya?'' tanya Raja


'' Tadi sih dikamar mandi, coba ibu lihat dulu.'' ucap Bu Tami yang langsung berjalan menuju kamar mandi yang tak jauh dari dapur.


'' Abang kira kamu gk akan pulang Ja.'' ucap Sultan


'' Tadinya sih gitu, hanya saja aku tidak ingin disebut anak durhaka oleh kalian semua.'' ucapnya


'' Siapa yang akan mengatakan itu? lagi pula sebagai anak yang masih memiliki orangtua, kesadaran diri sendiri saja lah.'' ucapnya seolah menyindir, Raja yang mendengar hanya mendengus kesal


'' Bang Sultan menyindir kami ya?'' tanya Deby


'' Idih, perasaan banget sih, kan bang Sultan bilang siapa yang merasa punya orang tua, ya kalau merasa tersindir itu berarti memang selama ini memang benar adanya.'' sambung Mayang, membuat Deby yang mendengar mengepalkan tangan.


Saat Deby hendak kembali menjawab, tiba-tiba terdengar suara pak Ibnu memanggil anak-anaknya, membuat Deby mengurungkan niat untuk kembali berdebat dengan iparnya tersebut.


'' Sultan, Raja.'' ucap pak Ibnu sambil melangkah dengan sedikit kesusahan, terlihat Bu Tami membantu suaminya untuk melangkah menuju kearah ruang tamu.


Sultan dan Raja saling pandang, melihat kondisi kaki orangtua mereka, entah kenapa ada sedikit rasa bersalah dihati keduanya.


'' Pak.'' ucap Sultan sambil bangkit dari duduknya dan membantu sang bapak untuk duduk diatas sofa.

__ADS_1


'' Kenapa kaki bapak sampai diamputasi begini buk?'' tanya Sultan sambil memperhatikan kaki pak Ibnu


'' Ibu juga tidak tau, yang pasti dokter bilang saat itu kalau kaki bapak sudah infeksi dan tejadi pembusukan, makanya harus di amputasi agar tidak menjalar kebagian paha.'' jelas Bu Utami


'' Sudahlah jangan dibahas lagi, mungkin sudah nasip bapak seperti ini, terimakasih ya kalian sudah mau datang.'' ucap pak Ibnu sambil tersenyum.'' Oya apa Dinda tidak ikut datang?'' sambungnya lagi


' Gk tau pak, kemarin dia bilang belum bisa datang karna ada urusan mendesak.' jawabnya, pak Ibnu hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, sesungguhnya didalam hati pria paruh baya tersebut juga sangat merindukan putrinya tersebut.


'' Gimana pekerjaan kalian? apa sudah selesai makanya bisa datang kerumah?'' ucap pak Ibnu


'' Ya kalau kerjaan sih pastinya masih banyak pak, apa lagi bang Sultan, belum lagi hutang yang belum lunas sama papa ku, tapi ya demi orangtuanya bang Sultan terpaksa cuti kerja.'' jawab Mayang, membuat pak Ibnu hanya bisa tersenyum getir mendengar jawaban sang menantunya tersebut, sedangkan Bu Tami lebih banyak diam, walaupun sebenarnya ia ingin sekali menjawab nya, dan mengatakan apakah datang kerumah orangtua atas dasar keterpaksaan? namun terpaksa ia urungkan karena tak ingin melihat sang suami terluka, meskipun begitu Bu Tami tau jika suaminya itu sedang bersedih karna ucapan pedas sang menantu, jika Bu Utami sudah sering mendengar ucapan kasar para menantunya tersebut, berbeda dengan pak Ibnu yang memang tak pernah mendengar ucapan kasar dari istri-istri putranya tersebut.


'' Oya tadi ibu lagi bikin kue, sebentar ya biar ibu ambilkan dulu.'' ucap Bu Tami yang langsung melangkah menuju dapur.


'' Fitri mana pak? kok gk kelihatan?'' tanya Raja


'' Dia kerja ditoko yang ada dipersimpangan jalan.'' jawab pak Ibnu


'' Mayang kamu jangan berkata seperti itu, Fitri bukan gadis yang suka keluyuran gk jelas begitu.'' ucap pak Ibnu


'' Ya aku berani mengatakan itu karna kebanyakan remaja jaman sekarang itu seperti itu kelakuannya pak, bilangnya dari rumah mau pergi kerja, gk taunya saat diluar malah pergi dengan teman-tdmannya atau pacar.'' sambungnya lagi, membuat pak Ibnu langsung terdiam.


Wah gk nyangka kalau istri Abang iparku ini sangat ahli dalam bersilat lidah.


Batin Deby yang sejak tadi hanya diam mendengarkan.


'' Maaf mba Mayang, tapi setau aku Fitri bukanlah gadis yang seperti itu, dia sangat patuh pada bapak dan juga ibu, dan dia tidak mungkin mau mengecewakan mereka dengan berbohong seperti itu '' ucap Raja


'' Ya aku gk bilang Fitri secara langsung Ja, aku bilang kebanyakan anak jaman sekarang ya kelakuannya itu kayak begitu.'' ucapnya yang tak mau disalahkan.

__ADS_1


DITEMPAT LAIN


'' Fit, kamu dipanggil sama pak Rey diruangannya!" ucap salah satu pegawai toko tersebut


'' Ada apa Mel?'' tanya Fitri pada temannya yang bernama Amel tersebut


'' Minta dipijat katanya.'' jawab Amel yang sebenarnya hanya sebuah candaan


'' Hah? serius kamu?'' tanya Fitri dengan mata melotot


'' Ya becanda lah, kalau pun iya, udah aku yang menawarkan diri terlebih dahulu.'' ucap Amel sambil tergelak membuat Fitri langsung mendengus kesal


'' Sialan kamu Mel.'' gerutunya sambil mencebikkan bibir


'' Udah sana, nanti dia nungguin lama loh, bisa dipecat kamu.'' sambung Amel


'' Iya.'' jawab nya


Tok-tok-tok


Fitri mengetuk pintu ruangan bosnya tersebut, setelah mendapat jawaban dari dalam, Fitri pun langsung membuka pintu ruangan tersebut.


''Bapak memanggil saya?' tanya Fitri yang masih berdiri diambang pintu


' Masuklah, ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu.'' ucap nya yang terdengar serius, dengan sedikit ragu dan penasaran dihatinya Fitri pun langsung melangkah menuju meja dimana saat ini bosnya tersebut berada


'' Ada apa pak?'' tanya Fitri lagi


'' Bisa kamu jelaskan apa maksudnya ini Fitri?!" ucapnya sambil menunjukan rekaman cctv yang menunjukan jika saat itu Fitri sedang berbicara dengan seorang pria ditempat kerjaannya tersebut, gadis itu melihat rekaman tersebut, yang dimana saat itu ia sedang bicara dengan sesama rekan kerjanya.

__ADS_1


'' Memangnya kenapa pak? apa ada yang salah?'' tanya gadis itu merasa heran, bukankah hanya bicara pikirnya, dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh, lalu kenapa itu jadi masalah?


Next


__ADS_2